TEGUH HATI

Lukas 9:51-62

Belum ada komentar 221 Views

Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. (Luk. 9:51)

Ada saat ketika seseorang akan mengambil keputusan yang sangat penting ia harus teguh hati. Sebab, jika keraguan yang lebih kuat membayangi, ia dapat gagal mengambil keputusan yang tepat, baik, dan benar.

Akibat dari penolakan yang dialami-Nya, Yesus harus menghadapi kematian-Nya. Yesus tentu saja punya pilihan untuk menghindar dari kematian yang akan diterima-Nya. Bukan berarti Yesus tidak akan mati, tetapi Ia dapat menghindari kematian sebagai akibat dari penolakan para pemimpin agama. Namun, alih-alih menghindar dari semua ancaman itu, Yesus justru menghadapinya. Ia meneguhkan hati untuk pergi ke Yerusalem. Tempat di mana para pemimpin umat ada. Tempat di mana Ia sangat mungkin untuk ditangkap dan pada akhirnya dihukum mati. Mengapa Yesus harus meneguhkan hati? Sebab, Ia sadar betul akan apa yang bakal dihadapi-Nya. Ia tahu risiko yang harus dipikul-Nya. Teguh hati menjadikan Yesus tak bimbang sekalipun harus menghadapi bahaya besar.

Hidup sebagai orang Kristen adalah kehidupan yang penuh dengan risiko. Karena itu, ketika seseorang hendak mengikut Yesus, mereka harus teguh hati; mengetahui dengan baik dan benar semua risiko yang bakal mereka hadapi. Bukan berarti bersikap sok jago, melainkan siap untuk memikul salib; siap untuk menanggung setiap risiko yang akan dihadapi. Mari kita periksa diri masing-masing: Adakah kita sudah teguh hati? [Jan Calvin Pindo]

DOA:
Tuhan, terima kasih karena Engkau mengingatkan kami agar tetap berteguh hati dalam mengikut Yesus. Amin.

Ayat Pendukung: 2Raj. 2:1-2, 6-14; Mzm. 77: 2-3, 12-21; Gal. 5:1, 13-25; Luk. 9:51-62
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...