Penghukuman Bukanlah Akhir

Yehezkiel 37:15-28

Belum ada komentar 491 Views

“Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka.” (Yeh. 37:26)

Miroslav Volf, seorang teolog yang dikenal luas melalui karyanya yang berjudul Exclusion and Embrace, mengungkapkan bahwa sebagai pengikut Kristus kita harus memperjuangkan keadilan. Namun, keadilan saja tidak cukup. Setelah keadilan ditegakkan, perlu ada pengampunan terhadap ketidakadilan yang sudah terjadi, serta rekonsiliasi untuk menciptakan perdamaian. Tanpa rekonsiliasi, perjuangan demi keadilan hanya akan menciptakan ketidakadilan yang baru dan balas dendam akan terjadi terus-menerus.

Perikop ini menjadi saksi nubuat Yehezkiel tentang penyatuan bangsa Israel dan Yehuda. Setelah lama nabi Yehezkiel menubuatkan penghukuman, kini ia memberitakan kabar sukacita: Israel dan Yehuda akan kembali bersatu. Kerajaan Israel dan Yehuda adalah dua kerajaan bersaudara yang terpecah karena kelalaian para pemimpin dinasti Daud dalam memperhatikan rakyat. Akibatnya, pemberontakan memisahkan kedua kerajaan itu dan keduanya sama-sama menanggung konsekuensi yang berat. Yehuda kehilangan banyak sumber daya dan Israel dijauhkan dari Tabut Perjanjian dengan Allah. Kedua kerajaan kemudian menerima ganjaran dari perbuatan masing-masing melalui kekalahan dari bangsa lain dan pembuangan. Namun, Allah tidak berhenti sampai di situ. Setelah umat-Nya belajar dari kesalahan mereka, Allah memberi pengampunan dan mengadakan rekonsiliasi melalui perjanjian damai-Nya.

Melalui kisah ini kita belajar bahwa penghukuman bukanlah akhir. Sebab, setelah penghukuman Allah selalu memberi pengampunan dan pendamaian. [Pdt. Agetta Putri Awijaya]

REFLEKSI:
Penghukuman bukanlah akhir. Sebab, setelah kita menyadari kesalahan kita dan bertobat, Allah selalu menawarkan pendamaian.

Ayat Pendukung: Mzm. 100; Yeh. 37:15-28; Why. 15:1-4
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Patutkah Marah?
    Yunus 4:1-11
    Tetapi, firman TUHAN, “Patutkah engkau marah?” (Yunus 4:4) Banyak orang beranggapan bahwa marah adalah hal yang lumrah dan manusiawi....
  • Hormati Kemurahan Allah
    Mazmur 51
    Kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam dan penuh penyesalan tidak akan Kau pandang...
  • PAMER
    Matius 6:1-6, 16-21
    Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:18b) Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, muncullah suatu...
  • Tak Berjalan Sendirian
    1 Raja-raja 19:9-18
    Tetapi, Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, semua orang yang tidak berlutut menyembah Ba’al dan mulutnya tidak...
  • Kesabaran Allah
    Mazmur 78:17-20, 52-55
    Ketika Ia menggiring umat-Nya seperti domba-domba, dan memimpin mereka seperti kawanan hewan di padang gurun; ketika Ia menuntun mereka...