Antara Altar Dan Pasar

Yeremia 22:11-17

Belum ada komentar 103 Views

Tetapi matamu dan hatimu hanya tertuju kepada pengejaran untung, kepada penumpahan darah orang yang tak bersalah, kepada pemerasan dan kepada penganiayaan! (Yer. 22:17)

“Mohon doanya ya, Pak Wepe, agar Tuhan tutup bungkus mata pemeriksa sehingga barang saya bisa lolos pemeriksaan,” begitu isi sebuah pesan WhatsApp yang pernah saya terima. Ketika menerima pesan seperti itu, apakah Anda akan mendoakannya? Apakah Tuhan akan mendengarkan permohonan agar sebuah barang dapat lolos dari pemeriksaan yang seharusnya berlangsung dengan cermat?

Tuhan tidak hanya menaruh perhatian pada kehidupan spiritual seseorang di depan altar. Ia juga memperhatikan kehidupan seseorang di tengah ”pasar” alias aktivitasnya sehari-hari. Melalui Yeremia, Tuhan memperingatkan Salum, raja Yehuda mengenai perilakunya yang tidak berkenan di mata-Nya. Raja Yehuda itu banyak melakukan kekerasan dan penindasan kepada yang lemah. Ia memeras para pekerjanya, memutarbalikkan keadilan, dan semata-mata mengejar keuntungan pribadi. Allah akan menghukum Raja Salum karena perilakunya itu.

Mari kita memeriksa kehidupan kita. Bukan hanya sikap dan perilaku kita di depan altar ketika beribadah, tetapi juga perilaku kita dalam hidup sehari-hari. Bagaimana kita bersikap dan berperilaku kepada orang lain? Apakah ada kasih yang mewujud dalam kata dan karya? Jangan sampai kita mengaku mengasihi Tuhan, tetapi justru melakukan kekerasan dan penindasan kepada sesama. Kehidupan di depan altar mesti mewujud di tengah pasar. [Pdt. Wahyu Pramudya]

DOA:
Tuhan, ajarlah kami untuk menghormati-Mu ketika kami berada di depan altar dan di tengah ramainya pasar. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 120; Yer. 22:11-17; Luk. 11:37-52
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kekuatan Kelembutan Hati
    Matius 12:15-21
    Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan...
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak
    Kejadian 33:1-17
    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4) Sarah sedang membereskan...
  • Keajaiban Allah Dalam Diriku
    Mazmur 139:13-18
    … Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14) Pagi itu, Geybie menyuapi putrinya, Holly. Ia...
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...