Allah Yang Menilai

Mazmur 75

Belum ada komentar 49 Views

“Apabila Aku menetapkan waktunya, Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran.” (Mzm. 75:3)

Dalam acara pencarian bakat, keberadaan juri penting. Juri adalah orang-orang yang ditunjuk oleh penyelenggara lomba untuk menilai para kontestan. Dalam acara pencarian bakat menyanyi, misalnya, juri yang ditunjuk adalah para pakar musik. Umumnya, setiap orang yang menjadi kontestan suatu perlombaan akan berusaha untuk memberikan penampilan yang terbaik; yang mengesankan para juri, penilai mereka.

Jika acara pencarian bakat memiliki juri yang melakukan penilaian, maka kehidupan pun ada juga jurinya. Juri kehidupan adalah Allah. Penulis Mazmur 75 ini menyadari dan meyakini bahwa hidupnya diperhatikan dan dinilai oleh Allah. Bagi pemazmur, Allah memperhatikan dan menilai kehidupan, sebab Allah adalah pemilik kehidupan. Sebagai pemilik kehidupan, Allah berkuasa dan adil. Ia dapat merendahkan dan atau meninggikan siapa saja. Allah juga akan menghancurkan orang fasik dan meninggikan orang benar.

Hal yang diyakini pemazmur ini, berlaku juga bagi kita. Allah adalah Juri kehidupan kita. Allah melihat, memperhatikan dan menilai seluruh kehidupan kita. Kita akui, terkadang kita bertindak dan atau melayani didorong oleh keinginan untuk dilihat dan dinilai oleh orang lain. Kita lupa, bahwa sesungguhnya, Allahlah yang menilai kehidupan kita; Allahlah yang menghakimi kehidupan dan pelayanan kita. Kesadaran akan hal ini, kiranya menguatkan kita untuk menjalani kehidupan, juga pelayanan yang baik, sesuai kehendak Allah. [Pdt. Hobert V.G. Ospara]

DOA:
Tuntunlah kami ya, Allah agar menjalani kehidupan juga pelayanan yang berkenan kepada-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 75; Ayb. 40:1-24; Ibr. 6:1-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menyambut Undangan Perjamuan
    Matius 22:1-14
    Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Karena itu, pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan...
  • Tradisi Versus Injil
    Markus 2:18-22
    Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal yang...
  • Memandang Allah
    Keluaran 24:9-11
    Tetapi, la tidak melayangkan tangan-Nya terhadap pemuka-pemuka Israel. Mereka memandang Allah, lalu makan dan minum. (Keluaran 24:11) Dalam beberapa...
  • Penyesalan Yang Tulus
    Mazmur 106:1-6, 19-23
    Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik. (Mazmur 106:6) Ada ungkapan bahwa...
  • Bahaya Betah Dengan Kekuasaan
    Yohanes 11:45-57
    Mulai hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. (Yohanes 11:53) Kekuasaan—lebih tepatnya, persoalan kepada siapa kekuasaan untuk memimpin dipercayakan...