Memilih Menyuarakan Kebenaran

Markus 8:27-38

Belum ada komentar 145 Views

Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin mendengarkan kebenaran. Tetapi konsekuensi kebenaran yang diucapkan, tidak selalu menyenangkan terkadang ada kebenaran yang menyakitkan yang susah untuk diterima. Contohnya memberitakan kabar duka. Rasanya kita pun tak berharap untuk mengabarkan dan juga mendengarkan kabar duka terlebih jika orang-orang di sekitar kita yag terluka atau bahkan dipanggil Tuhan. Namun kabar itu tetap harus disampaikan.

Menyuarakan kebenaran berupa kabar yang mendukakan juga di lakukan Yesus kepada murid-muridnya seperti bacaan kita dalam Markus 8:27-38. Tuhan dengan terang- terangan mengabarkan kebenaran akan penderitaan, penolakan bahkan kematian-Nya sendiri kepada para murid. Tak hanya itu hal yang sama akan dialami setiap orang yang mengikutnya. Jelas kabar ini kabar yang mendukakan dan pasti mengejutkan para murid. Rasanya para murid pun tidak ingin mendengar kabar ini meskipun ini sebuah kebenaran. Seperti halnya yang dilakukan Petrus yakni menarik Yesus dan menegor-Nya menunjukkan ketidaksiapan, ketidakmauan, denial terhadap kebenaran itu. Namun, apa yang dilakukan Petrus tidak menghentikan Yesus dalam menyuarakan kebenaran. Malah la semakin lantang dalam menyarakan keberanan itu kepada murid-murid.

Ketika kebenaran yang kita sampaikan adalah kabar yang mendukakan, maka sama seperti Petrus, orant-orang disekitar kita akan menegor akan menolak, membenci kira bahkan melakukan hal-hal lain dalam artian negatif sebagai bentuk denial mereka terhadap kebenaran yang kita sampaikan. Meski begitu kita diajak meneladani Yesus yang tetap lantang dan semakin lantang menyuarakan kebenaran. Menyurakan kebenaran adalah bentuk langkah iman kita sebagai murid yang mengikuti Kristus di kehidupan ini.

SA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...