Meruntuhkan Tembok

Amsal 8:32-9:6

Belum ada komentar 48 Views

“Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur, buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian.” (Ams. 9:5-6)

Pengalaman bersama lintas iman, lintas kelas sosial, lintas usia merupakan pengalaman berharga yang perlu dibangun secara sengaja. Bentuknya bisa beragam, seperti makan bersama, bincang-bincang, sampai doa bersama. Pengalaman ini akan meruntuhkan tembok pembatas, menghapus curiga, dan memberi pengertian.

Menarik untuk mencermati Pengamsal yang mengumpamakan hikmat seperti hidangan lezat yang sudah disajikan dan siap untuk disantap. Jika mau memperoleh pengertian, maka marilah dan makanlah. Ungkapan pengamsal mengenai makan roti dan minum anggur hikmat itu, juga mengingatkan gereja pada Yesus Kristus, Sang Hikmat Sejati, yang mempersembahkan tubuh dan darah-Nya untuk menyelamatkan dan mempersatukan manusia. Dengan makan bersama dan mengingat Tuhan Yesus, manusia diikat secara sosial dan spiritual. Mereka dipersatukan secara lintas kategori. Tidak ada lagi tembok pembatas yang memisahkan. Analogi Pengamsal ini mengingatkan pembaca bahwa hikmat itu mempersatukan.

Kenyataan hidup yang tersekat oleh tembok-tembok pembatas, yang menyebabkan praktik diskriminasi terhadap suku, ras, kelompok sosial dan agama tertentu, memerlukan pengertian baru. Supaya ada pengertian baru, maka pengalaman bersama mesti digagas dan dilakukan secara sadar. Pengamsal pun memperkuat pemikiran ini. Hikmat mengajarkan bahwa semakin kita beragama, semakin kita hidup bersesama. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Hidup bersesama adalah sebentuk perayaan keberagaman. Kita bersesama/bersaudara karena kita berbeda, bukan karena kita sama.

Ayat Pendukung: Mzm. 73:1-20; Ams. 8:32—9:6; Ibr. 11:29—12:2
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...