Bagaimana Mengambil Langkah Pertama Menuju Integritas

Belum ada komentar 51 Views

Bacaan Hari ini:
Ayub 8: 5-7 “Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa, kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu. Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia.”

Mungkin sulit buat Anda untuk membaca kata-kata penguatan tentang integritas, karena Anda terus-menerus mengingatkan diri Anda bahwa Anda selalu gagal menggunakan semua kesempatan yang Anda punya untuk menunjukkan kejujuran Anda- kegagalan moral dalam hidup Anda. Kita semua tentu punya daftar kegagalan yang serupa.

Santo Agustinus berkata bahwa mengakui perbuatan buruk adalah awal dari perbuatan baik.

Jika Anda serius ingin menjadi orang yang berintegritas, langkah pertama yang harus Anda ambil ialah dengan mengakui bahwa Anda belum menjadi orang yang berintegritas.
Akuilah bahwa Anda tidak selalu menepati janji Anda. Anda sering bergosip, dan Anda menyukainya.
Kadang Anda malas bekerja. Anda berpura-pura menjadi orang lain. Akui saja semuanya kepada Tuhan!

Banyak orang membagi-bagi kehidupan mereka dan beranggapan mereka bisa hidup dengan integritas ketika mereka menyembunyikan dosa di satu area kehidupan selama itu tidak mempengaruhi area-area kehidupan yang lainnya. Saya menyebutnya mitos Titanic. Kapal Titanic seharusnya tidak dapat tenggelam karena itu merupakan kapal pertama yang menyekat-nyekat dan mengkompartementalisasi lambung kapal.

Secara teori, jika kapal tersebut kemasukan air pada satu bagian tertentu di dalam kapal, Anda bisa menutup palka kapal dan membuatnya kedap air sehingga itu tidak akan menenggelamkan seluruh badan kapal.

Tetapi saudara-saudara, jika bicara soal kehidupan, sebuah lubang di kapal tetap saja namanya lubang, dan pada akhirnya itu akan menenggelamkan Anda. Bagian kecil itu yang Anda kira sudah Anda kendalikan, pada akhirnya akan menjatuhkan Anda. Dan itu akan memengaruhi orang-orang di sekitar Anda, karena meski dosa sifatnya personal, tapi itu tidak akan pernah bisa ditutupi.

Tidak seorang pun di antara kita yang sempurna, tetapi Tuhan tidak mengharapkan Anda sempurna! Dia berharap Anda memiliki integritas, dan titik awal untuk menuju ke sana adalah dengan mengakui dosa Anda — sebanyak apa pun dosa-dosa Anda.

Hidup dengan integritas adalah sebuah pilihan.

Renungkan hal ini: 
– Apa area dalam hidup Anda yang telah Anda pilih untuk Anda pisahkan atau sembunyikan dari keluarga Anda? Bagaimana hal itu memengaruhi Anda secara spiritual, emosional, dan fisik?
– Mengapa Allah ingin Anda mengakui dosa-dosa Anda meski Dia mengetahuinya?
– Bagaimana dosa Anda memengaruhi orang lain, bahkan ketika mereka tidak mengetahuinya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 49-50; Roma 1

Tuhan lebih tertarik mengenal hati Anda dibanding dosa-dosa Anda. Anda tidak akan pernah sempurna. Anda tidak akan pernah menjadi tidak berdosa. Tetapi Anda bisa lebih sedikit berbuat dosa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Hidup Ini Untuk Apa?
    Yohanes 17:1-11
    Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. (Yohanes 17:4) Seseorang yang...
  • Bersuara Sesuai Yang Didengar Dari Allah
    Yohanes 8:21-30
    “Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu. Tetapi, Dia yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar...
  • Kasih Karunia Yang Tak Pernah Habis
    Efesus 2:1-7
    Supaya pada masa yang akan datang la menunjukkan kepada kita kekayaan anugerah-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita...
  • Ketika Pikiran Kita Dibuka
    Lukas 24:44-53
    Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (Lukas 24:45) Pernahkah Saudara membaca buku atau mendengar penjelasan...
  • Dua Sisi Mata Uang
    Yohanes 16:16-24
    Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira. Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan...