menjadi hamba

Terlalu Sedikit Menjadi Hamba

Yesaya 49:6

Belum ada komentar 188 Views

Di dalam Yesaya 49:6 muncul undangan bagi Israel untuk menyadari bahwa panggilan hidup mereka bukan sekadar menjadi hamba Tuhan, namun juga menjadi terang bagi bangsa-bangsa. “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku … Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa …” Status sebagai hamba menempatkan seseorang di dalam sebuah zona yang nyaman. Ia akan selalu berada di dalam lingkaran. Sementara itu, tugas menjadi terang bagi bangsa-bangsa memaksa seseorang untuk keluar dari zona nyaman dan berada di luar lingkaran.

Hidup beragama selalu menempatkan kita di dalam lingkaran religius kita. Berada di dalamnya akan membuat kita merasa aman, nyaman, dan at home. Berada di luar lingkaran tersebut tentu akan memunculkan rasa cemas dan tak nyaman. Tetapi lingkaran imajiner tersebut juga berpotensi menciptakan mentalitas kita versus mereka. Kita berada di dalam lingkaran; mereka berada di luar lingkaran. Kita adalah umat terpilih; mereka tercampak. Mentalitas “the best versus the rest” ini sungguh telah melukai peradaban, termasuk masyarakat Indonesia.

Teks kita minggu ini berusaha memberi sebuah imajinasi yang baru. Umat Allah harus berada di luar lingkaran itu, sebab lingkaran cinta Allah ternyata lebih luas daripada yang kita bayangkan selama ini. Lingkaran cinta dan keselamatan ternyata seluas semesta ini, “… supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Imaji baru ini membuat kita sadar bahwa tak ada wilayah kehidupan yang berada di luar jangkauan cinta Allah. “The world is my parish,” kata John Wesley, seorang pendeta terkenal, pendiri Methodisme. Maka, seluruh titik kehidupan, seluruh profesi, seluruh kegiatan hidup, berpotensi menjadi tanda kehadiran cinta itu. Dalam terang kesadaran ini pula, lantas kita mengingat John Wesley’s Rule:

Do all the good you can,
By all the means you can,
In all the ways you can,
In all the place you can,
At all the times you can,
To all the people you can,
As long as ever you can.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...