99 Domba Yang Ditinggalkan

Lukas 15:1-7

Belum ada komentar 563 Views

“Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” (Luk. 15:7)

Perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus di dalam Lukas 15:1-7 merupakan perumpamaan yang sangat akrab di telinga kita. Saking akrabnya, terkadang membuat kita hanya melihat dari satu sisi pemaknaan, yaitu bahwa Allah mencari yang terhilang. Padahal, perumpamaan ini memiliki makna yang jauh lebih kompleks.

Pertama-tama, kita perlu melihat siapa yang dimaksudkan oleh Yesus sebagai seekor domba yang hilang dan sembilan puluh sembilan domba yang ditinggalkan. Seekor domba yang hilang adalah gambaran dari setiap orang yang dianggap berdosa oleh sesamanya sehingga layak untuk dijauhi dan dikucilkan. Sedangkan, sembilan puluh sembilan domba yang ditinggalkan adalah gambaran orang-orang yang merasa diri benar karena memahami dan melaksanakan aturan-aturan Taurat.

Hal menarik dari perumpamaan ini adalah ketika sang gembala meninggalkan kesembilan puluh sembilan ekor domba, demi mendapatkan seekor domba yang dijauhi oleh kawanannya. Lalu, ketika sang gembala menemukan domba yang seekor itu, sang gembala tidak membawanya kembali kepada kawanannya yang sembilan puluh sembilan ekor. Sang gembala bersukacita atas ditemukannya domba yang seekor itu, dan sang gembala memilih untuk bersama-sama dengan domba yang ditemukan itu. Dengan kata lain, sang gembala meninggalkan kesembilan puluh sembilan ekor domba yang merasa diri benar dan merasa tidak memerlukan sang gembala, dan memilih bersama domba yang membutuhkannya. Lantas, siapakah kita dalam perumpamaan tersebut? [Pdt. Tunggul Barkat]

REFLEKSI:
Jika kita ingin menemui Sang Gembala, temuilah mereka yang selama ini diasingkan. Di sanalah Sang Gembala berada.

Ayat Pendukung: Mzm. 100; 2Sam. 5:1-12; Luk. 15:1-7
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...