Warta Majelis  

 

Video GKIPI
Facebook Feeds

6 hours ago

Gkipiweb
Menurut hukum Musa, perempuan yang kedapatan berzinah harus dirajam dengan batu. Kepada mereka yang merasa tidak berdosa, Yesus mempersilakan untuk melempari perempuan itu dengan batu. Namun, tidak seorang pun melakukannya. Yesus juga tidak menghukum perempuan itu, bukan karena Ia berdosa, melainkan karena Ia menghendaki agar perempuan itu tidak lagi mengulangi kesalahannya. Bertobat dan berubah — itulah yang penting. bit.ly/4cVGmBk ... SelengkapnyaSee Less
Lihat di Facebook

1 day ago

Gkipiweb
Yesaya, dalam visinya, memperlihatkan bahwa Allah sendiri adalah aktor utama perubahan dan pembaruan. Israel yang lama, yang menderita di pembuangan, dituntun-Nya untuk pulang kembali ke negerinya. Allah menciptakan langit baru dan bumi baru. Di situ tidak ada lagi ingatan akan hal-hal yang buruk dan jahat. Bahkan, niat jahat di hati tidak akan timbul. Artinya, Allah mentransformasi pusat kesadaran mereka, yaitu hati dan ingatan atau akal budi. Allah menganugerahkan lingkungan yang baru, yaitu lingkungan yang penuh dengan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian. Dengan mengimani Allah yang memiliki visi dan tindakan seperti ini, Israel dipanggil untuk mengusahakan syalom Allah dalam keseharian. bit.ly/46yx76a ... SelengkapnyaSee Less
Lihat di Facebook

2 days ago

Gkipiweb
Takut akan Tuhan memang sebuah keutamaan. Jika Amsal mengatakan bahwa takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat dan pengetahuan, pemazmur menyatakan bahwa takut akan TUHAN adalah kunci kebahagiaan. Orang yang berbahagia adalah orang yang mengetahui jalan-jalan TUHAN dan mengikutinya. Alhasil, hidupnya penuh keberkahan. Kebutuhan sehari- hari tercukupi, istri dan anak-anak hidup bahagia serta produktif, dan keluarga mereka memiliki masa depan. Mereka berumur panjang, dapat melihat cucu-cucu mereka, dan hidup penuh damai sejahtera. Semua ini adalah berkat bagi orang yang takut akan TUHAN. bit.ly/479YX8Z ... SelengkapnyaSee Less
Lihat di Facebook
Twitter GKIPI
Twitter feed is not available at the moment.