Tentang GKIPI


Tonggak Sejarah Perjalanan Pelayanan

1978 – 1981

16 Juli 1978

Pada mulanya…Majelis Jemaat GKI Kebayoran Baru memutuskan untuk membuka sebuah Pos Kebaktian Minggu di Wilayah II dan XI, yang disebut sebagai Pos Terogong, mengingat bahwa jumlah anggota jemaat yang berdomisili di wilayah selatan itu sudah lebih dari 200 orang, yang meliputi daerah-daerah Cilandak, Cipete, Terogong, Pondok Indah, Cirendeu dan Cinere

8 Oktober 1978

Kebaktian Minggu pertama berlangsung di ruang kafetaria The Joint Embassy School kini The Jakarta International School (JIS) di Jalan Terogong Raya dan dihadiri tidak lebih dari 20 orang anggota jemaat saja.

Nov’ 78 – 1979

Karena kurangnya animo anggota jemaat untuk mengikuti kebaktian di JIS, maka majelis Jemaat GKI Kebayoran Baru memutuskan untuk memindahkannya ke rumah sejumlah anggota jemaat yang bersedia ketempatan.

22 April 1979

220479Kebaktian Perayaan Paskah di jalan Terogong II yang merupakan kebaktian ”perdana” bagi anggota jemaat di Wilayah Cilandak, Cipete, Terogong dan sekitarnya, diikuti oleh sekitar 300 orang anggota jemaat dan dimeriahkan oleh Paduan Suara serta atraksi oleh anak-anak Sekolah Minggu.

Pada malam harinya, rumah yang digunakan untuk kebaktian itu telah dilempari batu serta ditempeli berbagai macam posteryang menunjukkan perasaan tidak senang warga setempat atas kehadiran tempat ibadah tersebut.

Desember 1979

Perayaan Natal yang diadakan pada tanggal 23 Desember 1979 di kediaman keluarga Pdt JH Wirakotan, Jl Anggur III/29 Cipete, dihadiri oleh sekitar 300 warga jemaat dan simpatisan. Acara ini dimeriahkan oleh Vocal Group Pemuda dan Persekutuan Mahasiswa Kristen Universitas Trisakti.

Selama tahun 1980

Kebaktian Minggu di kediaman keluarga Pdt JH Wirakotan, Jl Anggur III/29 Cipete berlangsung sebulan sekali.

7 November 1980

Pembentukan Panitia Persiapan Cabang GKI Kebayoran Selatan yang diketuai oleh Pdt MA Christian.

Kebaktian Minggu dilakukan secara reguler di kediaman keluarga Pdt JH Wirakotan, Jl Anggur III/29 Cipete.

15 November 1981

151181Kebaktian Minggu dipindahkan ke Sekolah Tirtamarta, Pondok Indah.

22118122 November 1981

Pembentukan Badan Pekerja Cabang Kebayoran Selatan terdiri atas Pdt.M.A.Christian (Pengasuh), Tt. Haposan Panggabean (Ketua), Bpk.Soebekti Dhirdjosaputro (Ketua I), Dk. Banurkali (Ketua II), Bpk. Santo Pudjiono (Sekretaris), Ny. Riani Soerjodibroto (Wkl. Sekretaris), Ny. Adriana Tobing (Bendahara), dan Ny. Lily Rustandi (Wkl. Bendahara).

Badan pekerjan ini dilengkapi dengan beberapa seksi a.l. seksi kebaktian, seksi kebaktian wilayah, seksi Sekolah Minggu, seksi wanita, seksi pemuda, dan seksi remaja.

1982 – 1984

15 Januari 1982

Kebaktian Remaja perdana dilakukan di Sekolah Tirtamarta, dpo ibu Wirakotan. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai HUT Korem.

21 Mei 1982

210582Paduan Suara Haleluya dibentuk oleh jemaat wilayah II & XI, melengkapi persekutuan dan ibadah di BPC Kebayoran Selatan

17 Februari 1984

Komisi Wanita, hadir sebagai salah satu unsur badan pembantu BPC Kebayoran Selatan.

20 Juni 1984

Kebaktian dan upacara pendewasaan sebagai GKI Kebayoran Selatan di halaman Sekolah Kristen Tirta Marta pada pukul 18.00 dengan Pdt. M.A. Christian sebagai pendeta konsulen.

Peneguhan Majelis Jemaat pertama bagi Jemaat GKI Kebayoran Selatan, yang terdiri dari atas Tt. Haposan Panggabean, Tt. Santo Pudjiono, Dk. Ajub Sutanto, Tt. Soebekti Dhirdjosaputro, Dk. Ny. Adriana Tobing, Tt. Ny. Lily Rustandi, Dk. Ny. L. Budhiyanto, Dk. Ny. Mieke Tangyong, Tt. Soekarno dan Tt. Setiyono Hadi. Kemajelisan ini dibantu oleh sejumlah komisi, yaitu:

Komisi Wanita : Ny Gita Siswanto (Ketua)

Komisi Pemuda : Sdri. Sri Lanny Dewi (Ketua)

Komisi Remaja : Sdr. Dennis Roy Sangkilawang (Ketua)

Komisi Sekolah Minggu : Sdri. Tuti Sudiar (Ketua)

GKI Kebayoran Selatan menjadi gereja ke-44 di lingkungan Sinode GKI Jawa Tengah dan ke-9 di lingkungan Klasis Jakarta.

28 Oktober 1984

“Pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu”. Baptis perdana dilaksanakan setelah pendewasaan jemaat.

1985 – 1987

13 Oktober 1985

Kebaktian perdana pada sore hari, yaitu pada pukul 17.00

14 November 1985

Izin pembangunan gedung gereja diperoleh

2 September 1986

Peneguhan atas diri Pdt. Agus Susanto, STh. dalam kebaktian khusus di GKI Kebayoran Baru. Ibadah ini dipimpin oleh Pdt. M.A.Christian yang selama ini bertindak selaku pendeta konsulen untuk GKI Kebayoran Selatan.

14 September 1986

Natal pertama Pos Pondok PucungKebaktian peresmian Pos Pondok Pucung, yang sebelumnya berada di bawah asuhan GKI Kebayoran Baru. Selain kebaktian Minggu, pos baru ini juga mengadakan Sekolah Minggu dan pelayanan-pelayanan lainnya.

7 Desember 1986

Kebaktian Peletakan Batu Pertama gedung gereja, dengan tema ”Yang Kami Kerjakan, Engkau Yang Melakukan Bagi Kami” (Yes. 26:12b)

Peletakan Batu PertamaSusunan Panitia Pembangunan terdiri atas penasihat, panitia pembangunan, direksi pembangunan dan bidang dana. Di antara mereka yang duduk dalam badan penasihat antara lain adalah Bpk. Radius Prawiro, Bpk. Soedarjo, Bpk. Partomuan Harahap, Pdt. M.A.Christian dan Pdt. Agus Susanto.

Panitia ini terdiri dari Bpk. Jakob Tobing (Ketua), Bpk. J. Widyaharsana (Wkl. Ketua I), Bpk. A. Tangyong (Wakil Ketua II), Ibu Fay Adhiwiyogo (Sekretaris), Ibu Elga Sayogo (Wakil Sekretaris), Bpk. Eddie Karjono (Bendahara) dan Ibu Misman Sukadi (Wakil Bendahara). Beberapa orang juga sangat terlibat di dalam pembangunan ini, antara lain Bpk. Hargianto, Ibu Eveline Tedjasukmana, Bpk. Johanes Ongkosutjahjo, Bpk. Iswadji Hakim Adjiwidjaja (alm), Ibu Dharma Suria dan masih banyak lagi yang tak dapat kami sebut satu persatu.

20 September 1987

Rapat Majelis Terbuka dilaksanakan untuk pertama kali. Forum pertemuan antara Majelis dan anggota jemaat ini kemudian dikenal sebagai PMJBA dan kini dinamakan PMJD.

Natal 1987

Jemaat GKI Kebayoran Selatan dapat berbakti di gedung gereja yang belum selesai itu untuk pertama kalinya.

1988 – 1989

20 Maret 1988

880320Jemaat GKI Kebayoran Selatan dapat melaksanakan Kebaktian Minggu secara rutin di gedung baru itu, meskipun belum selesai sama sekali.

17 Juni 1988

Gedung gereja yang baru diresmikan pemakaiannya oleh Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu, Wiyogo Atmodarminto. Dan pada saat itu diresmikan pula pemakaian dan penggantian nama GKI Kebayoran Selatan menjadi GKI Pondok Indah. Pemilihan GKI Pondok Indah ini dilakukan melalui suatu angket yang dibagikan kepada jemaat.

26 Juni 1988

Komisi Kesaksian dan Pelayanan, dibentuk untuk melaksanakan tugas kesaksian dan pelayanan gereja dalam wujud program ruang tolong-menolong, beasiswa, pelayanan kesehatan dan pelayanan lanjut usia. Komisi ini menjadi cikal bakal Mabid Kespel yang dibentuk pada tahun pelayanan 1990.

27 September 1988

Dibentuk Komisi Perlawatan, yang dilengkapi dengan 6 koordinasi wilayah perlawatan.

April 1989

Komisi Seni dan Musik Gerejawi, dibentuk dalam rangka mengembangkan pelayanan jemaat dalam bidang Ibadah

Mei 1989

Partisipasi Jemaat dalam pendanaan program “Tangan-tangan yang menopang” (LAI) bagi penerbitan Alkitab berbahasa daerah, dikoordinasikan oleh Komisi Wanita.

12 Oktober 1988

pst02Telah diterima Bantuan Presiden sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dalam rangka pembangunan gedung gereja. Majelis Jemaat memutuskan penggunaan dana tersebut bagi pengadaan lonceng gereja.

1 Oktober 1989

891001Peresmian kebaktian di Cinere dalam ibadah Minggu dan Perjamuan Kudus pk. 08.00 di Jalan Cinere Raya No.17 (Ruko – Blok M).

1990 – 1992

6 Januari 1990

Sdr Rudianto Djajakartika, S.Th. dari STT Duta Wacana, Yogyakarta, memasuki tahap perkenalan sebagai calon pendeta.

25 Februari 1990

Penandatanganan pengalihan tanah dari GKI Kebayoran Baru kepada GKI Pondok Indah

April 1990

900400Majelis Jemaat pertama kalinya membentuk Majelis Bidang (Mabid), terdiri dari Mabid Persekutuan, Mabid Pembinaan, Mabid Kesaksian & Pelayanan, dan Mabid Penatalayanan

21 Agustus 1990

Pendirian Yayasan Kasih GKI Pondok Indah, yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan. Yayasan ini merupakan embrio Komisi Pelayanan Kesehatan yang kita kenal sekarang.

April 1991

Pendidikan Teologia Jemaat, hadir untuk pertama kalinya dengan kurikulum:
- Pemberitaan Alkitab dan berbagai aspeknya (12 sesi)
- Kanonisasi Alkitab (20 sesi)
- Teologia Sejarah Gereja (16 sesi)

10 Nopember 1991

Peresmian Poliklinik gereja untuk melayani masyarakat di sekitar wilayah Terogong dan Pondok Indah

19 Maret 1992

Pelaksanaan ujian peremtoar bagi Rudianto Djajakartika, S.Th. dari STT Duta Wacana, Yogyakarta, sebagai calon pendeta di GKI Pondok Indah

April 1992

Bidang Kesaksian dan Pelayanan mengarahkan fokus pelayanannya pada sektor pendidikan dan kesejahteraan dengan membentuk Komisi Dikkesra

20 Juni 1992

Dalam perayaan ulang tahun yang ke-8, dilaksanakan Pentahbisan atas diri Rudianto Djajakartika, S.Th sebagai pendeta kedua.

1993 – 1994

93062020 Juni 1993

Awal masa orientasi bagi Sdr Joas Adiprasetya, mahasiswa STT Jakarta sebagai pengerja kategorial remaja & pemuda dimulai

93062727 Juni 1993

Bakti Sosial Terpadu (kesehatan, pendidikan, pengairan) bagi masyarakat di desa Palalangon, Cianjur. Kegiatan ini dikoordinasi oleh komisi dikkesra dan diikuti oleh warga jemaat.

93082828 Agustus 1993

Komisi Wanita mengadakan retreat Pasutri untuk pertama kalinya, mengawali terbentuknya wadah pelayanan Tim Pasutri.

24 Oktober 1993

Komisi Lansia, sebagai cikal bakal Komisi Senior dibentuk melalui koordinasi Komisi Wanita dan Mabid Kespel.

10 Nopember 1993

Pengelolaan pendidikan formal yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Kristen Tirta Marta dialihkan kepada Jemaat GKI Pondok Indah yang melanjutkan kerjasama dengan BPK Penabur.

20 Juni 1994

Pemunculan perdana Paduan Suara Serafim pada perayaan ulang tahun GKI Pondok Indah ke -10.