Alasan Sebenarnya Mengapa Kita Berargumen

Belum ada komentar 57 Views

Bacaan Hari ini:
Filipi 2: 4-5 “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,”

Ketika Anda berhadapan dengan seseorang untuk menyelesaikan konflik, pertama-tama Anda harus mengakui bagian kesalahan Anda. Kemudian, Anda perlu mendengarkan rasa sakit dan perspektif orang lain. Kita menganggap kita memperdebatkan pemikiran kita. Tapi sebenarnya, kita memperdebatkan emosi kita. Setiap ada konflik, ada perasaan seseorang yang terluka.

Seseorang merasa dilecehkan.
Seseorang merasa diremehkan.
Bukan pemikiran yang mengakibatkan konflik; melainkan emosi di balik konflik itulah penyebabnya.

Semakin orang tersebut terluka, semakin mereka melampiaskannya kepada orang lain.

Mereka yang dipenuhi dengan kasih, mengasihi orang lain. Orang-orang yang dipenuhi dengan sukacita adalah sukacita bagi orang lain. Orang yang dipenuhi damai sejahtera hidup damai berdampingan dengan orang lain. Tetapi orang-orang yang tersakiti di dalam akan menyakiti orang lain. Mereka akan menyerang orang lain.

Jika Anda ingin terhubung dengan orang lain, maka Anda harus mulai mengerti kebutuhan mereka, rasa sakit mereka, dan apa yang mereka sukai.

Bila Anda ingin menjadi penjual yang baik, jangan mulai dengan mempromosikan produk Anda.
Tetapi mulailah dengan kebutuhan, rasa sakit, dan minat calon pelanggan Anda.
Bila Anda ingin menjadi profesor atau pendeta yang baik atau apa pun itu, mulailah dengan kebutuhan, luka, dan minat orang lain.

Filipi 2: 4-5 mengatakan, “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,”

Apakah Anda seringkali berusaha membuat orang yang tengah berkonflik dengan Anda berusaha mengerti posisi Anda sehingga Anda tidak perlu mendengarkannya?

Anda terlalu sibuk berbicara dan tidak mau mendengarkan, dan Anda semakin menjauh dan menjauh.

Anda harus dengan niat mengalihkan fokus Anda dari kepentingan Anda kepada kepentingan mereka.
Resolusi konflik dimulai dari cara Anda melihat situasi.
Kata “memperhatikan” dalam Filipi 2: 4 adalah kata dalam bahasa Yunani “scopos“.
Dari situlah kita mendapatkan kata-kata seperti “mikroskop” dan “teleskop“.

Scopos berarti fokus.
Ayat berikutnya mengatakan bahwa sikap Anda harus sama dengan Yesus Kristus.
Anda semakin serupa dengan Yesus ketika Anda fokus pada rasa sakit orang lain, ketimbang fokus pada rasa sakit Anda sendiri.

Ada pepatah lama yang berbunyi, “Berusahalah untuk mengerti sebelum berusaha dimengerti.”

Ketika Anda fokus pada kebutuhan orang lain dan bukan pada kebutuhan diri Anda sendiri, maka Anda akan memiliki pemahaman lebih tentang situasi itu dan bergerak maju untuk menyelesaikan konflik Anda.

Bicarakan Ini:
– Bagaimana Yesus memberi teladan buat Anda tentang bagaimana mengerti kebutuhan orang lain?
– Apa beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain?
– Bagaimana cara Anda mempersiapkan diri sebelum memutuskan untuk menyelesaikan konflik sehingga Anda siap untuk mendengarkan dan fokus kepada orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 57-59; Roma 4

Orang yang terluka, melukai orang lain. Orang-orang yang tidak tersakiti, tidak menyakiti orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...
  • Jangan Mempermalukan
    Matius 18:15-20
    “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Matius...
  • KEMUNAFIKAN
    Matius 23:29-36
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai Kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah...
  • Menghalau Kegelapan
    Keluaran 10:21-29
    Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan gelap gulita meliputi seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (Keluaran 10:22) Mati...
  • BERSUKACITALAH!
    Mazmur 149
    Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang saleh. (Mazmur 149:1) Kita adalah manusia yang hidup...