SURAT GEMBALA – PENUNDAAN SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS

Belum ada komentar 82 Views

Yang Terkasih:
Seluruh Anggota Jemaat dan Simpatisan GKI Pondok Indah
Salam dalam damai sejahtera Kristus

1. Daiam pergumulan kita yang panjang untuk terus bertahan dan memperjuangkan kehidupan bersama di tengah pandemi Covid-19 ini, kita akan segera memasuki Minggu Sengsara Yesus dan Paska. Kita akan mengenang kematian Yesus Kristus dan merayakan kebangkitan-Nya yang mengaiahkan maut. Selama bertahun-tahun, kita merayakan inti iman Kristen ini melalui sakramen Perjamuan Kudus.

2. Akan tetapi, untuk tahun ini, dengan sungguh bersedih, kita tidak akan merayakan Perjamuan Kudus pada hari Jumat Agung dengan berkumpu!secara fistk / ragawi di gedung gereja. Kita harus tetap berada di rumah masing-masing untuk memutus rantai penyebaran virus ini. Untuk itu, Majelis Jemaat GKI Pondok Indah telah mengadakan Persidangan Majelis Jemaat (melalui Zoom) di hari Rabu, 1 April 2020 dan memutuskan untuk menunda peiaksanaan sakramen Perjamuan Kudus, yang lazimnya dilakukan pada hari Jumat Agung, hingga keadaan memungkinkan. Keputusan ini telah kami pikirkan dengan sangat matang, dengan mempertimbangkan semua alternate yang tersedia. Keputusan untuk menunda Perjamuan Kudus ini juga selaras dengan usulan dari BPMS GKI dan salah satu alternate yang ditawarkan oieh PGl (terlampir).

3. Secara teologis, kita memahami bahwa sakramen Perjamuan Kudus adaiah tanda yang kelihatan dari anugerah keselamatan yang tidak kelihatan. fa merupakan tanda dan meterai keselamatan yang kita terima berkat anugerah Allah melalui Yesus Kristus. Karena itu, sakramen selalu memberi kehidupan (life-giving). Peiaksanaan Perjamuan Kudus secara ragawi, dalam situasi tertentu, seperti terjadinya wabah Covid-19, justru dapat mengancam kehidupan (life-threatening) dan karena itu harus dlhindarl

4. Sekalipun kita tidak merayakan Perjamuan Kudus, namun kita tetap dipersatukan sebagai bagian dari satu tubuh Kristus di dalam persekutuan Roh Kudus. Setiap orang percaya selalu adaiah bagian dari persekutuan orang~ percaya, baik ketiks berkumpu! bersama maupun ketika seorang diri.

5. Oleh karena itu, kami mendorong setiap anggota jemaat dan simpatisan GKI Pondok Indah untuk memaklumi dan mendukung keputusan ini. Pada saat bersamaan, kami tetap mendorong Saudara sekalian untuk tetap menghayati pengorbanan Yesus Kristus di kayu sallb bagi keselamatan kita. Beberapa hal dapat Saudara lakukan, baik secara pribadi maupun bersama-sama di rumah masing-masing.

  • Ambillah momen khusus mulai Kamis Putih hingga Paska untuk mengenang kematian dan mensyukuri kebangkitan Kristus
  • Saudara dapat pula menikmati makan bersama dengan seisi rumah dalam semangat perjamuan kasih, sembari menghayati persekutuan kita di dalam Kristus.
  • Doakanlah agar wabah Covid-19 ini cepat berlaku; doakanlah mereka yang terinfeksi Covid-19; doakanlah para dokter, perawat, petugas medis, dan ilmuwan yang bekerja keras untuk menemukan vaksin Covid-19.
  • Berkomunikasilah dengan saudara dan sahabat dengan menanyakan kondisi mereka dan menopang mereka dengan kata kata penghiburan dan doa.

Kiranya Kristus menolong kita semua di mass yang sulit ini. Kekuatan Roh Kudus mereregkuh kita semua.

Majelis Jemaat GKI Pondok Indah

Pesan Pastoral SI BPMS GKI Berkaitan dengan Pandemi Covid-19 (24 Maret 2020)

1. Kebaktian Jumat Agung dan Paskah, akan dilakukan secara online. Sedangkan Sakramen Perjamuan Kudus yang biasa kita lakukan baik pada Jumat Agung atau pada Minggu Paskah, kita sepakati untuk ditunda pelaksanaannya sampai dengan kebaktian dapat dilakukan kembaii seperti biasa di gereja.

2. Berkaitan dengan penundaan pelaksanaan Perjamuan Kudus ( PK), kita diundang untuk menyadari bahwa bagi banyak gereja Protestan di Indonesia, termasuk GKI, merayakan PK di Jumat Agung atau di Minggu Paskah telahdipandang sebagai tradisiyang pentingdan mengakarkuat. Namundemikian, dalam banyak tradisi liturgi lainnya Jumat Agung dan Paskah diselenggarakan tanpa merayakan PK. Demikian pula praktek perayaan PK di GKI seiama ini tidak secara ketat dikaitkan dengan hari-hari raya gerejawi dalam tahun liturgi. Oleh karena itu, mengingat situasi darurat yang terjadi saat ini dan kesungguhan kita untuk memperjuangkan hal yang lebih besar, yaitu cinta kasih dan kepedulian pada orang lain, maka penundaan PK dimungkinkan. Kita meyakini ditundanya PK tidak mengurangi penghayatan kita akan peristiwa pengorbanan dan kebangkitan Kristus yang akan kita peringati pada Jumat Agung dan Paskah yang akan datang.

Pesan Paskah 2020 PGI dan Tuntunan Merayakan Sakramen Perjamuan Kudus di Masa Pandemi Covid-19 (28 Maret 2020)

Menunda Pelaksanaan Perjamuan Kudus
Pada malam menjelang Jumat Agung, atau pada saat Jumat Agung, atau Hari Minggu Paskah, jemaat biasanya berkumpui untuk menerima roti dan anggur. Namun dalam kondisi darurat dan krists saat ini, umat Kristen harus tetap tinggal di rumah masing-masing dan tidak berkumpui bersama di gedung gereja. Dalam situasi seperti ini, sebaiknya pelaksanaan sakramen Perjamuan Kudus ditunda, dan dapat dilaksanakan kembaii setelah wabah Covid-19 mereda , Penundaan pelaksanaan sakramen tidaklah melanggar prinsip-prinsip teologi Kristen atau ajaran Alkitab. Misalnya, pada awal Gereja, Perjamuan Kudus biasanya dilaksanakan seminggu sekali, tetapi seiring perkembangan waktu, gereja-gereja menjadi lebih terbiasa melaksanakannya sebulan sekali atau tiga bulan sekali. Contoh lain, walaupun John Calvin lebih menginginkan Perjamuan Kudus dilakukan seminggu sekali, tetapi Gereja di Jenewa yang digembalakannya melaksanakan sakramen ini tiga bulan sekali. Gereja-gereja yang melaksanakan Perjamuan Kudus sebulan sekali juga sangat lazim menunda pelaksanaan Perjamuan Kudus di gereja-gereja cabang mereka yang belum memiliki pendeta, dan tidak jarang Perjamuan Kudus di Gereja cabang dilaksanakan tiga bulan sekali. Demikian pula dengan Perjamuan Kudus yang biasanya dilaksanakan pada hari Jumat Agung atau hari Paskah dapat ditiadakan pada tahun ini. Akan tetapi, biarlah kita tetap berada di rumah masing-masing untuk mengenang kematian Tuhan Yesus yang menebus kita, merayakan kebangkitan Tuhan Yesus yang memberi kita kehidupan, dan mengharapkan kedatangan-Nya kelak untuk membarui segaia sesuatu.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Warta Majelis
Kegiatan