Waspadai Bahaya Perpecahan

Waspadai Bahaya Perpecahan

Belum ada komentar 72 Views

Bahaya perpecahan dapat terjadi di setiap lingkup kehidupan kita dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga, gereja dan berbangsa. Kita sering kali berfikir bahwa sumber dari perpecahan karena adanya perbedaan sehingga kita lebih senang mengusahakan kesamaan ketimbang menerima perbedaan. Sumber perpecahan adalah sikap superior, merasa paling. Merasa paling hebat daripada pihak lain. Merasa paling berjasa, merasa paling berpengalaman, merasa paling lainnya. Sikap superior berarti mengabaikan peranan pihak lain. Inilah yang menjadi bibit perselisihan dan dapat berujung pada perpecahan.

Pelayanan siapa yang paling hebat, pelayanan Paulus atau Apolos, golongan Kefas atau Kristus? Jemaat Korintus ada di ujung perpecahan ketika orang mulai mencari-cari peringkat siapa yang lebih hebat ketimbang yang lain (terjadi juga di antara para murid). Di tengah situasi ini Paulus mengarahkan jemaat untuk berpusat kepada Kristus. Ketika Kristus menjadi pusat dan tujuan dalam setiap karya maka pertanyaan siapa yang lebih berperan atau paling berjasa tidaklah menjadi penting. Kesatuan hati dan pikiran di dalam Kristus memampukan kita menghalau bahaya perpecahan.

Yesus memberi makna tentang menjadi terbesar yaitu dengan sikap menghamba (paradoks : terbesar berarti menjadi hamba). Sikap merendahkan diri muncul pada saat pemuliaan tertuju ke pihak luar yaitu Yesus Kristus. Keterbukaan akan menjadi berkat ketika kita mengerti tujuan kita untuk bertindak dan memperlakukan sesama, yaitu hanya demi kemuliaan nama Kristus, bukan kemuliaan nama diri atau kelompok. Berpusat kepada Kristus menghalau perpecahan.

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan