Waspadai Bahaya Perpecahan

Waspadai Bahaya Perpecahan

Belum ada komentar 75 Views

Bahaya perpecahan dapat terjadi di setiap lingkup kehidupan kita dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga, gereja dan berbangsa. Kita sering kali berfikir bahwa sumber dari perpecahan karena adanya perbedaan sehingga kita lebih senang mengusahakan kesamaan ketimbang menerima perbedaan. Sumber perpecahan adalah sikap superior, merasa paling. Merasa paling hebat daripada pihak lain. Merasa paling berjasa, merasa paling berpengalaman, merasa paling lainnya. Sikap superior berarti mengabaikan peranan pihak lain. Inilah yang menjadi bibit perselisihan dan dapat berujung pada perpecahan.

Pelayanan siapa yang paling hebat, pelayanan Paulus atau Apolos, golongan Kefas atau Kristus? Jemaat Korintus ada di ujung perpecahan ketika orang mulai mencari-cari peringkat siapa yang lebih hebat ketimbang yang lain (terjadi juga di antara para murid). Di tengah situasi ini Paulus mengarahkan jemaat untuk berpusat kepada Kristus. Ketika Kristus menjadi pusat dan tujuan dalam setiap karya maka pertanyaan siapa yang lebih berperan atau paling berjasa tidaklah menjadi penting. Kesatuan hati dan pikiran di dalam Kristus memampukan kita menghalau bahaya perpecahan.

Yesus memberi makna tentang menjadi terbesar yaitu dengan sikap menghamba (paradoks : terbesar berarti menjadi hamba). Sikap merendahkan diri muncul pada saat pemuliaan tertuju ke pihak luar yaitu Yesus Kristus. Keterbukaan akan menjadi berkat ketika kita mengerti tujuan kita untuk bertindak dan memperlakukan sesama, yaitu hanya demi kemuliaan nama Kristus, bukan kemuliaan nama diri atau kelompok. Berpusat kepada Kristus menghalau perpecahan.

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • medengarkan
    Berbicaralah Hamba-Mu Mendengarkan
    Peristiwa penyataan Allah pada Imam Eli dan Samuel, merupakan pengalaman yang langka dan mengejutkan mereka. Mengapa begitu sulit seseorang...
  • Berkenan Di Hadapan Allah
    Markus 1:4-11
    Baptisan Yesus menjadi peristiwa peneguhan yang dinyatakan Allah bukan saja bagi Yesus tetapi juga bagi setiap orang. Bagi setiap...
  • Merayakan Kebaikan Tuhan
    Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40
    Pengalaman hidup adalah pengalaman mengalami kebaikan Tuhan. Setiap hari kebaikan Tuhan dinyatakan bagi kita. Namun sering kali tidak peka...
  • Tak Pernah Ingkar Janji
    2 Samuel 7:1-11, 16; Mazmur 89:1-4, 19-26; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
    Sempurnalah kabar baik itu dengan berita tentang kelahiran Yesus. Allah yang menjadi manusia. Ini adalah fakta yang menggemparkan. Peristiwa...
  • kabar baik
    Kabar Baik
    Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
    Apa yang diharapkan selain kebaikan dari situasi yang serba buruk, menderita, dan tidak adil? Situasi itu menggelisahkan kita seiring...
Kegiatan