Waspadai Bahaya Perpecahan

Waspadai Bahaya Perpecahan

Belum ada komentar 110 Views

Bahaya perpecahan dapat terjadi di setiap lingkup kehidupan kita dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga, gereja dan berbangsa. Kita sering kali berfikir bahwa sumber dari perpecahan karena adanya perbedaan sehingga kita lebih senang mengusahakan kesamaan ketimbang menerima perbedaan. Sumber perpecahan adalah sikap superior, merasa paling. Merasa paling hebat daripada pihak lain. Merasa paling berjasa, merasa paling berpengalaman, merasa paling lainnya. Sikap superior berarti mengabaikan peranan pihak lain. Inilah yang menjadi bibit perselisihan dan dapat berujung pada perpecahan.

Pelayanan siapa yang paling hebat, pelayanan Paulus atau Apolos, golongan Kefas atau Kristus? Jemaat Korintus ada di ujung perpecahan ketika orang mulai mencari-cari peringkat siapa yang lebih hebat ketimbang yang lain (terjadi juga di antara para murid). Di tengah situasi ini Paulus mengarahkan jemaat untuk berpusat kepada Kristus. Ketika Kristus menjadi pusat dan tujuan dalam setiap karya maka pertanyaan siapa yang lebih berperan atau paling berjasa tidaklah menjadi penting. Kesatuan hati dan pikiran di dalam Kristus memampukan kita menghalau bahaya perpecahan.

Yesus memberi makna tentang menjadi terbesar yaitu dengan sikap menghamba (paradoks : terbesar berarti menjadi hamba). Sikap merendahkan diri muncul pada saat pemuliaan tertuju ke pihak luar yaitu Yesus Kristus. Keterbukaan akan menjadi berkat ketika kita mengerti tujuan kita untuk bertindak dan memperlakukan sesama, yaitu hanya demi kemuliaan nama Kristus, bukan kemuliaan nama diri atau kelompok. Berpusat kepada Kristus menghalau perpecahan.

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Keajaiban Belas Kasihan
    Apa bedanya kasihan dengan belas kasihan Tuhan? Dua puluh tahun yang lalu waktu saya melayani di sebuah rumah singgah,...
  • Keajaiban Pengampunan
    Mazmur 25:1-10
    Mana yang lebih mudah: meminta maaf atau memaafkan orang yang menyakiti kita? Kehadiran Tuhan dalam hidup orang percaya mengajak...
  • raja
    Raja-kan Yesus
    Raja menciptakan, sekaligus memimpin kerajaan mereka; dan sebuah kerajaan akan mencerminkan pemimpinnya. Tuhan Yesus kerap diumpamakan sebagai seorang raja...
  • Mendekat atau Menjauh?
    Ibrani 10:11-25
    Saudara, pernahkan saudara menolong seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan, dan saudara tidak mengharapkan ia membalas pertolongan saudara karena saudara...
  • Menderita Berulang?
    Ibrani 9:24-28
    Apakah Yesus harus berulang-ulang disalib karena dosa kita? Suatu kali seorang anak bertanya kepada ayahnya, “Apa itu Papa?” Papanya...
Kegiatan