Wahyu 13:1-18: Muncul Antikristus dan Imam Palsu

Wahyu 13:1-18: Muncul Antikristus dan Imam Palsu

Belum ada komentar 1415 Views

Mengenai nubuat masa bencana besar (tribulasi), di Kitab Wahyu pasal 12 dan 13, Yohanes menggambarkan hadirnya tujuh “peranan” sebagai Kristus. Di pasal 12 ada 5 (lima) peranan, dan di pasal 13 ada 2 (dua) peranan. Peranan yang disebutkan di dalam Wahyu 12 adalah sebagai (i) seorang perempuan berselubungkan matahari; (ii) seekor naga merah padam; (iii) seorang Anak laki-laki; (iv) Mikhael, penghulu malaikat. (Michael the archangel); (v) keturunan lain dari perempuan itu (the offspring of the woman). Sedangkan di Wahyu 13, kedua peranan itu adalah (vi) binatang yang keluar dari dalam laut (the beast from the sea); dan (vii) binatang yang keluar dari dalam bumi (the beast from the earth).

Dalam Wahyu 12:18, “Dan ia (naga) tinggal berdiri di pantai laut. Selanjutnya Yohanes meneruskan kesaksiannya bahwa ia melihat dua hal penting dalam Wahyu 13, yakni (i) seekor binatang yang keluar dari dalam laut – sebagai simbol Antikristus (Wahyu 13:1) dan (ii) seekor binatang yang keluar dari dalam bumi – sebagai simbol nabi palsu (Wahyu 13:11).

A. Binatang dari Laut – Antikristus yang Mengerikan (Wahyu 13:1-10)

1.  Ed Hindson, menulis: Konflik besar di akhir zaman mengadu trinitas (dari kelompok Satan, Antikristus, Nabi palsu) dengan TRINITAS KUDUS (Bapa, Anak dan Roh Kudus). Terutama kedua binatang yang dimunculkan Satan itu menjadi ancaman bagi bertahannya seluruh dunia. Kerajaan Antikristus merupakan puncak kejahatan pemerintahan manusia dari segala zaman.

2.  Simon J. Kistemaker menulis: Pasal ini melukiskan rancangan Iblis untuk meme-rangi umat Allah. Melalui binatang sebagai Antikristus, ia mau menggantikan tempat Kristus. Hal ini terbukti dari upayanya meniru penampilan Kristus. Ada tujuh (7) contoh terlihat dalam pasal ini:

  1. Sang naga memberikan kekuatan, takhta, dan kekuasaannya yang besar kepada binatang itu (ayat 2);
  2.  Satu dari kepala-kepala binatang itu seperti kena luka yang membahayakan hi-dupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh (ayat 3);
  3. Seluruh dunia heran, lalu mengikuti binatang itu. Dan mereka menyembah naga itu (ayat 3b-4a);
  4. Kepada binatang itu diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa (ayat 7);
  5. Dan ada seekor binatang lain yang keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti Anak Domba dan ia berbicara seperti seekor naga (ayat 11);
  6. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh (ayat 12);
  7. Binatang kedua itu menyuruh para penghuni bumi supaya mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu (ayat 14).

Wahyu 13 ini juga mencatat tentang pengikut Iblis (ayat 4, 8, 12, 15).

Tanda “‘binatang yang keluar dari laut,” Antikristus dalam Perjanjian Baru, berasal dari bahasa Yunani “antichristos” yang berarti lawan dari Kristus atau sebagai pengganti Kristus (in substitution for Christ), dan hanya terdapat dalam surat Rasul Yohanes, contohnya: “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir” (1 Yohanes 2:18).

3. D. Scheunneman menulis: Kedatangan Kristus kembali untuk kedua kalinya tidak akan terjadi kalau Antikristus tidak diberi kesempatan terlebih dulu untuk menyatakan dirinya (2 Tesalonika 2:3). Keadaan dunia ditandai oleh:

  1. Murtad. Akan terjadi manusia banyak berpaling dari iman (2 Tesalonika 2:3, 1 Timotius 4:1-2). Mereka memberontak terhadap orangtua dan Allah (2 Timotius 3:1-5). Perbuatan dosa semakin bertambah dan kasih menjadi surut (Matius 24:12);
  2. Hujat. Manusia berani menghina dan menghujat Allah (2 Petrus 2:10). Penghujatan oleh Antikristus akan penuh dengan “kesombongan dan hujat” (Wahyu 13:5-6). Ia akan melawan, meninggikan diri dan menentang Yang Mahatinggi (2 Tesalonika 2:4; Daniel 7:11, 25).
    • Pengertian hujatan sebagai ungkap-an yang digunakan Kitab Suci, tidak berarti “mengutuk”;
    • Menghujat adalah menyatakan memiliki kekuatan ilahi, menyatakan diri sendiri sebagai Allah, atau menyamakan Allah dengan orang-orang atau benda yang lebih rendah dari-Nya. Penyembahan berhala adalah peng-hujatan, karena menurunkan martabat Allah ke tahap yang sama seperti berhala itu;
    • Menyatakan memiliki kekuatan ilahi adalah hujatan–suatu dosa yang banyak dilakukan oleh manusia;
    • Mereka yang mencibir dan memfitnah orang yang percaya kepada Allah juga melakukan semacam hujatan.
  3. Durhaka (2 Tesalonika 2:3). Keadaan manusia sebelum air bah dan keadaan Sodom dan Gomora akan terulang kembali. Manusia menjadi durhaka, tidak ada tempat dan waktu untuk Tuhan (Lukas 17:26-33; 2 Petrus 2:5-9). Kedurhakaan manusia akan memuncak di dalam manusia durhaka, yaitu Antikristus. Manusia akan hidup tanpa hukum dan melawan hukum Allah, kasih manusia menjadi dingin.

4. Thomas N. Davis menulis: “Antikris” adalah sebutan yang paling dikenal bagi individu yang akan berupaya menguasai dunia dan menentang Kristus dalam masa kesengsaraan dan penganiayaan. Yohanes menyebutkan tentang antikris-antikris (da-lam bentuk jamak) sebagai siapa saja yang menentang rencana Allah, tetapi ia juga menyadari tentang pemberontakan Iblis yang pada akhirnya akan berwujud dalam diri seseorang, yaitu “Sang Antikris” (1Yohanes 2:18). Kata “Antikris” atau Antikristus itu sendiri berarti “menentang Kristus.” Kemungkinan bahwa individu ini tidak hanya menentang rencana Allah, namun juga menyatakan dirinya sebagai Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan oleh bangsa Israel.

5. H. L. Wilmington menulis tentang munculnya anti-kristus dan nabi palsu. Kitab Suci memberikan bermacam-macam nama dan gelar kepadanya:

(i) Tanduk kecil (Daniel 7:8); (ii) Raja yang berbuat sekehendak hati (Daniel 11:36); (iii) Orang yang mengamalkan dosa (the man of sin) (2 Tesalonika 2:3); (iv) Anak jahanam (the son of  perdition-NKJV) (2 Tesalonika 2:3); (v) Si Pendurhaka (2 Tesalonika 2:8); (vi) Binatang (Wahyu 11:7-gelar ini muncul tiga puluh enam kali di dalam Kitab Wahyu). Meskipun demikian, gelarnya yang paling deskriptif adalah Antikristus (1 Yohanes 2:18; 22; 4:3).

Beberapa ayat yang menggambarkan manusia super yang melambangkan iblis ini ialah: Daniel 7:25; 11:36; 2 Tesalonika 2:3, 4, 9; 1 Yohanes 2:22; Wahyu 13: 2, 6, 11).

a) Identitas mengenai antikristus:

  • Sebagian orang yakin bahwa ia bukan Yahudi (Daniel 8:8-9) – si “tanduk kecil,” ada kaitannya dengan Yunani (Daniel 9:26, Wahyu 13:1);
  • Orang lain menegaskan bahwa ia seorang Yahudi, berdasarkan Yehezkiel 21:25; Daniel 11:37 dan Yohanes 5:43;
  • Ada juga orang-orang yang berpendapat bahwa Antikristus akan berasal dari suku Dan.

Akan tetapi teka-teki tentang Antikristus ini sudah berlanjut jauh melebihi sekadar usaha untuk mengidentifikasi bangsa atau suku asalnya.

b) Pelopor-pelopor antikristus:

  • KAIN – tindakannya yang membunuh benih pilihan (Kej. 4:5-14); Yudas 11:1; 1 Yohanes 3: 12);
  • NIMROD – tindakannya yang menciptakan Babel dan menara Babel (Kejadian 10:8-12, 11:9);
  • FIRAUN – penindasannya atas umat Allah (Keluaran 1:8-22);
  • KORAH – pemberontakannya (Bilang-an 16:1-13; Yudas 11);
  • SAUL – tindakannya yang mencampuri tugas keimanan (1 Samuel 13:9-13);
  • GOLIAT –  kesombongannya (1 Samuel 17) ;
  • BILEAM, ABSALOM, YEROBEAM, SANHERIB, NEBUKADNEZAR, HAMAN, ANTIOKHUS EPIFANES –  termasuk mereka yang dapat digolongkan sebagai pelopor-pelopor antikristus.

c) Ciri-ciri pribadi dari antikristus:

  • Ia akan merupakan seorang genius dalam menggunakan akal (Daniel 11:43);
  • Ia genius dalam berpolitik, berpidato komersial, militer, bidang keagamaan (Wahyu 17: 11,12); Daniel 11:36; Wahyu 13:16, 17; Wahyu 6:2; 13:8); 2 Tesalonika 2:4; Wahyu 13:8).

d) Hal naiknya dia pada kedudukan berkuasa:

  • Melalui kuasa Iblis (2 Tesalonika :3, 9-12; Wahyu 13:2);
  • Perwujudan antikristus saat ini dihalangi oleh Roh Kudus sampai tiba ke angkatan gereja (Ayub 1:2, 2 Tesalonika 2:6-7);
  • Melalui pembentukan organisasi sepuluh bangsa (Daniel 7:7; Wahyu 12:3; 13:1; 17:7, 1);
  • Melalui kerjasama sistem keagamaan palsu (Wahyu 17).

e) Kegiatan-kegiatan antikristus:

  • Ia berusaha menghancurkan seluruh Israel (Wahyu 12);
  • Ia menghancurkan sistem keagamaan palsu supaya dapat memerintah tanpa rintangan (Wahyu 17:16, 17);
  • Ia sesaat memerintah seluruh bangsa (Mazmur 2; Daniel 11:36; Wahyu 13:16). Ia memerintah selama tiga setengah tahun terakhir dari masa siksaan (Daniel 7:25; Wahyu 13:5; Matius 24:21).

f) Kemampuan antikristus untuk meniru:

  • Antikristus datang dalam gambar Iblis, sedangkan Kristus datang dalam gambar Allah (2 Tesalonika 2:9 Wahyu 13:4);
  • Antikristus muncul dari jurang maut, sementara Kristus turun dari surga (Wahyu 11:7; 17:8; Yohanes 6:38);
  • Antikristus adalah binatang buas, sementara Kristus adalah anak Domba untuk kurban (Wahyu 13:2);
  • Antikristus menerima kekuasaannya dari Iblis, sedangkan Kristus menerima kekuasaan-Nya dari Bapa-Nya (Wahyu 13:2);
  • Antikristus akan menerima penyembahan semua orang yang tidak beriman, sedangkan Kristus menerima penyembahan semua orang yang percaya (Yohanes 5:43; Wahyu 13:3, 4, 8);
  •  Bilangan yang melambangkan antikristus adalah enam, sedangkan bilangan yang melambangkan Kristus adalah tujuh (Wahyu 3:18);
  •  Antikristus suatu hari kelak akan membunuh istrinya yang pelacur; sementara Kristus suatu hari kelak akan memuliakan mempelai perempuan-Nya yang kudus  (Wahyu 17:16, 17; 21: 1, 2).

 

6.  Anthony A. Hoekema menulis bahwa ada tiga kategori tanda-tanda khusus:

  1. Tanda-tanda yang menyatakan kasih karunia Allah;
  2. Tanda-tanda yang mengindikasikan perlawanan terhadap Allah:
    • masa sengsara (tribulation);
    • Murtad;
    • Antikristus;
  3. Tanda-tanda yang mengindikasikan penghakiman Allah.

Tanda ini telah dicontohkan dalam Perjanjian Lama, khususnya dalam kitab Daniel.

Apakah yang telah diajarkan Perjanjian Baru tentang antikristus itu sendiri? Istilah antikristus hanya dipakai dalam surat-surat Yohanes (1 Yohanes 2:18, 22; 4:3; 2 Yohanes 1). Anti Kristus adalah orang yang menantang dan melawan Kristus. Di dalam 1 Yohanes 4:2-3, istilah antikristus dengan jelas dipakai secara impersonal (tidak menunjuk kepada pribadi: “Demikianlah kita mengenal Roh Allah.” Setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.”

7. Tim L.A. Lahaye dan Jerry B. Jenkins menulis: Antikristus dijadwalkan untuk menjadi penguasa dunia yang terakhir sebelum Yesus datang. Meskipun banyak bangsa dunia yang belum ditebus akan sujud menyembahnya selama paruh terakhir Masa Sengsara, tetapi pada akhir Masa Sengsara tersebut hanya ada satu nama yang akan disembah: Yesus Kristus, Raja segala raja dan Tuan atas segala tuan. Pada saat Dia kembali, seluruh dunia akan menyadari kesalahan besar yang telah mereka buat dengan keliru menyangka tiruan Iblis sebagai raja yang sejati.

 

B. Kitab Kehidupan Anak Domba (Wahyu 13:8)

1. David H. van Daalen menulis: Tuhan telah memilih siapa yang akan menjadi milik kepunyaan-Nya. Yesus mengucapkan kata perpisahan kepada murid-murid-Nya, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yohanes 15:1-11). Pada akhir-nya segala sesuatu harus berdiri di hadapan Allah, seperti dalam Wahyu 4:1-11.  Sementara manusia berdiri di hadapan Allah, di ambang kekekalan, kehidupan mereka yang sementara di bumi berada di belakang mereka. Yohanes mula-mula melihat kitab-kitab yang memuat catatan perbuatan manusia, tetapi kemudian ia pun melihat kitab kehidupan. Kitab yang pertama menguatkan sebuah kebenaran, yakni bahwa tindakan-tindakan kita di bumi mempunyai konsekuensi-konse-kuensi yang tidak dapat kita elakkan, dan Allah akan menghakimi kita sesuai dengan apa yang telah atau tidak kita perbuat (Yohanes 12:48,49). Kata-kata Yesus dalam Matius 25:41-46 khususnya amat jelas tentang pokok ini (Matius 15:15). Nama-nama yang termuat dalam kitab ini dituliskan sebelum bumi diciptakan (Efesus 1:4, Wahyu 13:8; 17:8; 20:12; 20:15; 21:27).

Nama-nama orang yang dimuat dalam kitab ini bukan karena kebaikan apapun yang telah mereka lakukan (mereka belum melakukan apa-apa karena mereka belum lahir!) namun semata-mata karena Allah memilih untuk memasukkan nama-nama mereka sebelum bumi diciptakan.

Melalui catatan-catatan ini, semua orang pastilah akan dihukum. Tetapi Allah dalam kebaikan-Nya telah menuliskan nama-nama orang yang telah ditebus dalam kitab kehi-dupan, karena memperoleh pengampunan.

2. Simon J. Kistemaker menulis bahwa nama-nama orang yang menolak firman Allah dan kesaksian Yesus, tidak pernah tertulis di dalam kitab kehidupan. Mereka adalah pengikut Iblis dan bersama dengannya akan mengalami nasib yang sama, yakni dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya (Wahyu 20:10, 13).

3.  Dalam buku Holman Illustrated Bible Dictionary dijelaskan tentang Kitab Kehidup-an (The Book of Life), yaitu bahwa dari catatan surgawi (Lukas 10:20, Ibrani 12:23), Allah yang menulis sebelum dasar bumi diletakkan (Wahyu 13:8, 17:8). Kitab itu berisikan nama-nama dari mereka yang telah ditakdirkan karena kasih Allah (God’s grace) dan kesetiaan mereka untuk turut serta masuk ke dalam Kerajaan Allah di surga.

 

C. Binatang dari Bumi – Nabi palsu (Wahyu 13:11-16)

1.Binatang dengan dua tanduk (Wahyu 13:11-14)

Tanda keenam, ‘binatang yang keluar dari dalam bumi.” Dalam bahasa Yunani, perkataan “therion” diterjemahkan sebagai “beast” atau “binatang,” dan dalam Wahyu 13:11 dikatakan “seekor binatang lain” yang dalam bahasa Yunani disebut “allos,” yang berarti “yang lain dari jenis yang sama” (another of the same kind). Karena bagian pertama Wahyu 13 menunjuk pada Antikristus, Wahyu 13:11 juga merujuk pada suatu makhluk bengis dan kejam lainnya dari jenis yang sama. ”Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka” (therefore by their fruits you will know them) Matius 7:20. Binatang ini keluar dari  dalam bumi (Wahyu 13:11). Di sini dijelaskan bahwa makhluk itu berasal dari bumi dan bukan dari Surga. “Ini bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan” – (This wisdom does not descend from above, but is earthly, sensual, demoni) – (Yakobus 3:15). Salah satu karakteristik dari binatang tersebut adalah “bertanduk dua.” Sifat binatang ini “berbicara seperti seekor naga” (spoke like a dragon) (Wahyu 13:11).

a. Patung yang dapat berbicara (Wahyu 13:15)

Binatang yang kedua ini memiliki pribadi Nabi palsu, yang berbeda dengan Antikristus, tetapi memiliki kekuatan dan kekuasaan seperti binatang pertama yang keluar dari dalam laut, yakni memperlihatkan keunggulan untuk menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda yang dahsyat. Nabi palsu ini dengan bangga mengemukakan dua hal, yakni bahwa ia dapat

  • menurunkan api dari langit ke bumi; (Wahyu 13:13);
  • memberikan “nyawa kepada patung binatang” (Wahyu 13:15).

Dan patung binatang itu bertindak begitu rupa, sehingga semua orang yang tidak menyembahnya akan dibunuh (Wahyu 13:15). Marilah kita kembali mengingat Yesus dalam pelayanan-Nya di bumi, yang antara lain berkata, “Aku berkata kepadamu hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa–apa lagi. Aku akan menunjukkan kepadamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Se-sungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! (Lukas 12:4-5)

b.  Angka 666 adalah Tanda (Wahyu 13:16-18)

Dalam Wahyu 13:15 disebutkan bahwa

  • Binatang patung binatang itu berbicara juga;
  •  Semua orang yang tidak menyembah patung itu, dibunuh. Terlihat betapa besar dan hebat kekuasaan dan kekuatan yang diperoleh Binatang kedua itu untuk melaksanakan keinginannya agar dapat menguasai mereka yang hidup di bumi, bahkan secara rinci diuraikan adanya 3 pasangan (three pairs) manusia di bumi yang akan menerima tanda (to receive a mark) pada tangan kanan atau dahi mereka (Wahyu 13:16), yaitu:

Binatang kedua diberi kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga

  • semua orang – kecil atau besar – yang merujuk pada status sosial dalam masyarakat;
  • semua orang – kaya atau miskin – yang merujuk pada jaringan yang berharga dalam bentuk kepemilikan;
  • semua orang – merdeka atau hamba – yang merujuk pada derajat kebebasan manusia untuk bertindak.

Tanpa adanya tanda pada tangan kanan atau pada dahi, tidak seorang pun dapat membeli atau menjual barang. Jadi di sini secara tidak langsung dikatakan bahwa apabila ada orang-orang yang menolak mengenakan tanda pada tangan kanan dan dahi, mereka tidak dapat melakukan transaksi jual-beli (Wahyu 13:17).

Pada akhirnya, tidak ada satu bagian pun di dunia yang dikecualikan untuk menerima “tanda” dari Binatang itu, karena tanda itu adalah “tanda” Satan pada milik kepunyaannya, sama seperti ternak yang diberikan cap khusus oleh para peternaknya. “…kamu adalah hamba orang itu yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran” (Roma 6:16),

Berbeda dengan tanda TUHAN yang membentuk tanda-Nya sendiri. Yehezkiel 9:4-6, dan khususnya ayat 6 menulis, “Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkanlah! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!” Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

 

D.  Apakah Alkitab memberikan tanda-tanda untuk dapat mengidentifikasi Nabi palsu ini?

Alkitab memberikan tanda-tanda dalam bentuk suatu analisa, dalam arti Binatang “yang keluar dari dalam laut dan dari dalam bumi” (Wahyu 13: 1, 11).

(a)    Iblis memakai binatang yang keluar dari dalam laut sebagai Antikristus yang mewakili kekuatan fisik dan kekerasan (yang menye-rang tubuh jasmani manusia dengan kebinasaan dan kematian). Inilah rancangan Iblis untuk meniru Kristus.

(b)   Iblis memakai binatang yang keluar dari dalam bumi sebagai Nabi palsu, yang mewakili kepalsuan dan dusta sebab ia tampil sebagai orang yang memiliki kecerdasan, ketajaman intelektual dan filsafat yang amat rasional (yang menyerang bagian dalam manusia, yaitu pikiran). Dan hal ini le-bih mengerikan karena dapat memengaruhi mereka yang diam di bumi untuk menyem-bah binatang yang keluar dari laut. Inilah lambang agama palsu dan filsafat yang menyesatkan.

Ed Hindson, dalam bukunya mengutip tulisan Beasly-Murray yang mengemukakan, ”Jika Satan berupaya agar diakui sebagai Allah, sang Antikristus dihadirkan sebagai kristusnya (huruf k kecil) Satan.” Ia memberi beberapa titik perbandingan:

KRISTUS

  1. Banyak mahkota (Wahyu 19:21)
  2. Nama Yang Maha Mulia (Wahyu 19:11-16)
  3. Membuat orang memuji Allah (Wahyu 1:6)
  4. Kuasa dan Tahta Allah (Wahyu 12:5)
  5. Mati dan hidup kembali (Wahyu 1:18)
ANTIKRISTUS

  1. Sepuluh mahkota (Wahyu 13:1);
  2. Nama hujat (Wahyu 13:1);
  3. Membuat orang memuja Satan (Wahyu 13:4);
  4. Kuasa dan takhta Satan (Wahyu 13:2);
  5. Terluka tetapi pulih kembali (Wahyu 13:3).

Persamaan yang mirip dapat diajukan antara Roh Kudus dan Nabi palsu:

ROH KUDUS

  1. Menunjuk orang kepada Kristus;
  2. Alat pengungkapan ilahi;
  3. Memeterai umat percaya kepada Allah;
  4. Membangun tubuh Kristus;
  5. Mencerahkan umat manusia dengan kebenaran.
NABI PALSU

  1. Menunjuk orang ke Antikristus;
  2. Alat wahyu Satan.
  3. Menandakan umat tidak percaya dengan angka Antikristus;
  4. Membangun kerajaan Antikristus;
  5. Menyesatkan umat manusia dengan berbagai mukjizat.

Dalam Wahyu 13:18 dikatakan, “Yang penting adalah hikmat, barang siapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam. Angka 666 oleh beberapa orang ditafsirkan sebagai bilangan manusia.Sejak manusia diciptakan oleh Tuhan pada hari yang keenam (Kejadian 1:26-31), bilangan “6” menggambarkan/ melukiskan manusia. Ketika bilangan itu diulangi sampai tiga kali, TUHAN secara tegas dan tanpa ragu menyatakan bahwa Antikristus bukanlah TUHAN, tetapi adalah manusia semata.

 

E.  Pesan yang mengandung keyakinan sejati

1. Wahyu 13:9-18 dimulai dengan seruan yang membahana:

  • Ayat 9: Barang siapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar;
  • Yang penting di sini adalah hikmat, barang siapa yang bijaksana… karena bilangan itu adalah bilangan manusia… (angka 666 itu tidak menyatakan bilangan seorang manusia “tetapi angka manusia” (It is the number of a man-NKJV).

2.  Dalam Wahyu 13:18 Ray C. Stedman menulis: “Barang siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar.” Itulah nasihat praktis dan berarti bagi orang-orang yang diminta untuk bertahan menghadapi tantangan penganiayaan dan ujian iman di akhir zaman kita ini. Berikut pesan tersebut:

  • Yohanes memberi semangat kepada mereka yang menderita di bawah pengania-yaan dan penindasan untuk bertahan de-ngan penuh keyakinan. Allah berdaulat, dan Ia tidak akan membiarkan ketidakadilan pada akhirnya menjadi pemenang. Cepat atau lambat, manusia-manusia yang diperalat rencana Iblis, akan menggantung diri seperti yang dilakukan Yudas.
  • Yohanes berpesan: Bersiagalah, selalu waspada, dan “menguji roh” untuk melihat apakah roh itu berasal dari Allah atau dari Iblis. Dan Yohanes melanjutkan dengan memberitahu kita tentang tanda-tanda peringatan yang harus kita perhatikan.

Kiranya kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kita sekalian! Amin. (Wahyu 22:21).  Haleluya.

 

Erna Kusoy

 

 

 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Bible Talks
  • Beragam itu Anugerah
    Ketika menggumuli tema dalam teropong ini, muncul pertanyaan yang menantang untuk didalami: keberagamaan itu sebenarnya anugerah atau kepahitan ya?...
  • Saling Menerimalah
    Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. (Roma 15:7)...
  • Kemenangan Kebangkitan
    Puncak kegagalan upaya Iblis menghambat Misi Allah
    Manusia diciptakan menurut gambar Allah, dengan harapan ia akan bersifat dan berkepribadian seperti (yang dikehendaki) Allah, serta dirancang untuk...
  • Pengharapan Akan Hari Esok
    Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23:18)
    Kepada sepasang suami istri yang sudah beberapa tahun menikah tapi belum juga dikaruniai keturunan, saya pernah mendoakan sambil menyerahkan...
Kegiatan