Vokasi: Allah Memanggilmu

Vokasi: Allah Memanggilmu

Belum ada komentar 62 Views

Suatu kali, Leo Tolstoy, penulis dan filsuf asal Rusia itu berkata, “Vokasi setiap laki-laki dan perempuan adalah untuk melayani sesamanya.” Apa yang ingin dikatakan oleh Tolstoy adalah, setiap orang memiliki panggilan yang sama, siapa pun dia. Kata vokasi (vocation) berasal dari kata Latin, vocare, yang berarti “memanggil.” Namun, ia juga kerap dikonotasikan sebagai pekerjaan atau profesi seseorang. Keduanya tentu bisa dipahami secara utuh, yaitu bahwa pekerjaan seseorang adalah panggilan hidupnya.

Apa yang saya percayai adalah bahwa panggilan Allah bagi setiap manusia sama, yaitu untuk berkarya bagi Allah lewat pelayanan pada sesama. Namun, setiap orang lantas memiliki kesempatan untuk  menerjemahkan panggilan umum itu ke dalam keputusan yang unik       perihal pekerjaan apa yang hendak dilakoninya. Di sini, panggilan Allah dan kebebasan manusia dapat berjumpa secara harmonis, ketika dalam kebebasannya manusia memilih apa yang hendak dikerjakannya dalam ke   sadaran penuh akan panggilan ilahi itu. Lebih dari itu, kebebasan manusia untuk menentukan detil pekerjaannya tidak perlu dipahami sebagai usaha untuk lepas dari panggilan Allah. Justu, sebaliknya, kebebasan tersebut, ketika dilakoni secara dewasa dan bertanggung jawab, adalah cara kita menghargai panggilan Allah; karena keputusan dan pilihan kita barulah disebut dewasa dan bertanggung jawab, jika diambil berdasarkan  pengenalan-diri yang jernih, tentang talenta apa yang Tuhan telah      karuniakan kepada kita, tentang luka apa yang telah Tuhan izinkan untuk kita tanggung, serta tentang lokasi sosial semacam apa yang Allah pilih untuk menjadi tempat lahir dan hidup kita. Artinya, sejak dari lahir, kita sudah mengemban elemen-elemen potensial yang diberi oleh Allah. Kitalah yang kemudian menerjemahkan yang potensial itu menjadi aktual.

Bacaan kita dari kisah pengutusan Yeremia dan Mazmur tanggapan melanjutkan diskusi ini dengan menegaskan bahwa, bahkan proses     merespons panggilan Allah itu patut ditaruh ke dalam sebuah bingkai yang sangat unik: Allah mengenal kita sejak dari dalam kandungan. Dinding rahim ibu kita bagai sebuah membran yang menghantar suara Allah: Aku      mengasihimu dan memanggilmu untuk menjadi berkat bagi dunia dan sesama.

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan