Vokasi: Allah Memanggilmu

Vokasi: Allah Memanggilmu

Belum ada komentar 44 Views

Suatu kali, Leo Tolstoy, penulis dan filsuf asal Rusia itu berkata, “Vokasi setiap laki-laki dan perempuan adalah untuk melayani sesamanya.” Apa yang ingin dikatakan oleh Tolstoy adalah, setiap orang memiliki panggilan yang sama, siapa pun dia. Kata vokasi (vocation) berasal dari kata Latin, vocare, yang berarti “memanggil.” Namun, ia juga kerap dikonotasikan sebagai pekerjaan atau profesi seseorang. Keduanya tentu bisa dipahami secara utuh, yaitu bahwa pekerjaan seseorang adalah panggilan hidupnya.

Apa yang saya percayai adalah bahwa panggilan Allah bagi setiap manusia sama, yaitu untuk berkarya bagi Allah lewat pelayanan pada sesama. Namun, setiap orang lantas memiliki kesempatan untuk  menerjemahkan panggilan umum itu ke dalam keputusan yang unik       perihal pekerjaan apa yang hendak dilakoninya. Di sini, panggilan Allah dan kebebasan manusia dapat berjumpa secara harmonis, ketika dalam kebebasannya manusia memilih apa yang hendak dikerjakannya dalam ke   sadaran penuh akan panggilan ilahi itu. Lebih dari itu, kebebasan manusia untuk menentukan detil pekerjaannya tidak perlu dipahami sebagai usaha untuk lepas dari panggilan Allah. Justu, sebaliknya, kebebasan tersebut, ketika dilakoni secara dewasa dan bertanggung jawab, adalah cara kita menghargai panggilan Allah; karena keputusan dan pilihan kita barulah disebut dewasa dan bertanggung jawab, jika diambil berdasarkan  pengenalan-diri yang jernih, tentang talenta apa yang Tuhan telah      karuniakan kepada kita, tentang luka apa yang telah Tuhan izinkan untuk kita tanggung, serta tentang lokasi sosial semacam apa yang Allah pilih untuk menjadi tempat lahir dan hidup kita. Artinya, sejak dari lahir, kita sudah mengemban elemen-elemen potensial yang diberi oleh Allah. Kitalah yang kemudian menerjemahkan yang potensial itu menjadi aktual.

Bacaan kita dari kisah pengutusan Yeremia dan Mazmur tanggapan melanjutkan diskusi ini dengan menegaskan bahwa, bahkan proses     merespons panggilan Allah itu patut ditaruh ke dalam sebuah bingkai yang sangat unik: Allah mengenal kita sejak dari dalam kandungan. Dinding rahim ibu kita bagai sebuah membran yang menghantar suara Allah: Aku      mengasihimu dan memanggilmu untuk menjadi berkat bagi dunia dan sesama.

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menghidupi Pertobatan
    Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:1-2, 8-13; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8
    Pertobatan memanggil seseorang untuk menghayati hidupnya dengan cara baru. Pertobatan artinya berbalik dari cara kehidupan lama menuju kehidupan baru....
  • Keluar Dari Kekelaman
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:1-7, 17-19; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Apakah Anda mengingat permainan petak umpet? Pada saat saya masih kecil, kami sering memainkan permainan ini. Satu orang menutup...
  • Yesus Raja dan Gembala
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24
    Minggu ini adalah Minggu Kristus Raja, akhir tahun liturgi gereja. Minggu depan adalah Adven I, awal tahun gereja. Gelar...
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
Kegiatan