Tujuan dari Rasa Frustrasi

Belum ada komentar 12 Views

Bacaan Hari ini:
Amsal 12:16 “Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.”

Anda akan bertemu orang-orang yang menyebabkan begitu banyak rasa frustrasi sampai Anda bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, tolong bantu aku menunjukkan mereka lebih banyak belas kasih.”

Siapa orang-orang tersebut dalam hidup Anda?
– Pengemudi yang berjalan lambat di lajur cepat?
– Rekan kerja yang menolak untuk meminta maaf?
– Teman yang tidak tahu berterima kasih?
– Tetangga yang kasar dan menjengkelkan?
– Anggota keluarga yang menuntut, merendahkan, dan senang menentang?

Banyak orang mengembangkan respons yang tidak sehat terhadap frustrasi. Mereka menghindari orang-orang yang sulit, namun penyangkalan hanyalah menunda masalah. Itu tidak menyelesaikan masalah.
Penyangkalan mungkin membuat mereka bahagia, tetapi tidak bagi beberapa orang. Apa pun yang mereka lakukan, itu tidak akan bisa berhasil menyingkirkan rasa kesal mereka.

Bagaimana Anda merespons masalah seperti Yesus?

Coba lihat fakta bahwa Allah telah menempatkan orang-orang ini dalam hidup Anda sebagai “amplas surgawi.” Meskipun Anda kesal, Allah menggunakan masalah-masalah itu untuk menghilangkan kekurangan Anda. Tuhan lebih tertarik pada karakter Anda daripada kenyamanan Anda.

Belajarlah untuk memaklumi perilaku mereka untuk dapat mengerti rasa sakit mereka. Orang-orang yang terluka akan sering melukai orang lain. Mereka dipenuhi dengan rasa takut dan rasa tidak aman. Mungkin mereka sedang memikul beban yang tidak Anda ketahui.

Ketimbang menyingkirkan orang-orang yang membuat Anda frustasi ini dari hidup Anda, pandanglah mereka sebagai anugerah dari Allah untuk membantu Anda untuk menjadi semakin seperti Kristus.
“Ya Tuhan, bantu aku untuk lebih sabar.”
“Ya Tuhan, bantu aku untuk lebih baik dalam meminta maaf.”
“Ya Tuhan, bantu aku untuk lebih bersyukur.”

Rasa frustrasi juga memberi Anda kesempatan untuk menunjukkan rahmat kepada orang lain. Salah satu alasan Tuhan mengampuni Anda ialah supaya Anda dapat mencerminkan pengampunan kepada orang lain. Itu tidak akan terjadi jika Anda tidak frustrasi!

Renungkan hal ini:
– Bagaimana Anda dapat merespons dengan cara yang lebih seperti Kristus kepada orang-orang yang membuat Anda frustasi?
– Apa yang sudah Anda pahami ketika Anda melihat alasan di balik perilaku seseorang?
– Bagaimana rasa sakit Anda sendiri memengaruhi perilaku Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 91-92; Roma 15:14-33

*Rasa frustasi menyingkapkan sesuatu dari dalam diri Anda, dan Anda dapat menyerahkan rasa frustasi itu kepada Tuhan dengan memiliki perubahan hati.*
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
Kegiatan