Tuhan Cinta Semua Bangsa!

Tuhan Cinta Semua Bangsa!

Belum ada komentar 69 Views

Iman adalah tangan kita yang menggenggam tangan Allah yang senantiasa terulur kepada umat manusia kekasih-Nya. Dan baptisan adalah tanda atau meterainya. Ia bukanlah atribut yang membedakan kita dari orang lain, apalagi yang menggolongkan kita lebih baik ketimbang orang lain di hadapan-Nya. Yang terakhir inilah yang sempat membuat Petrus ragu memenuhi undangan Kornelius untuk datang ke rumahnya. Maka dalam Kis. 10:15 Tuhan berfirman kepada Petrus: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

Bacaan kita hari ini menjelaskan kepada kita semua bahwa apabila hewan yang diciptakan Allah saja tidak dinyatakan “haram” oleh-Nya, apalagi manusia, makhluk kekasih-Nya. Apapun, bahkan iman atau baptisan sebagai tandanya, tak bisa membenarkan atau memberi hak kepada seseorang untuk menyatakan bahwa orang lain, sesamanya, yang berbeda darinya, adalah “haram”.

Maknanya bagi kita kiranya jelas. Kalau Tuhan kita “tidak membedakan orang”, maka kita pun mestinya demikian. Namun upaya kita untuk tidak membedakan orang, mesti dimulai dari penghayatan yang jernih tentang kasih Tuhan yang tidak bisa dibatasi atau ditempatkan dalam kotak-kotak ciptaan kita sendiri.

“Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran, berkenan kepada-Nya” (Kis. 10:35). Pernyataan yang luar biasa, yang selalu harus kita refleksikan dengan sungguh-sungguh, dalam kerendah-hatian dan keterbukaan yang tulus.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • kabar baik
    Kabar Baik
    Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
    Apa yang diharapkan selain kebaikan dari situasi yang serba buruk, menderita, dan tidak adil? Situasi itu menggelisahkan kita seiring...
  • Menghidupi Pertobatan
    Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:1-2, 8-13; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8
    Pertobatan memanggil seseorang untuk menghayati hidupnya dengan cara baru. Pertobatan artinya berbalik dari cara kehidupan lama menuju kehidupan baru....
  • Keluar Dari Kekelaman
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:1-7, 17-19; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Apakah Anda mengingat permainan petak umpet? Pada saat saya masih kecil, kami sering memainkan permainan ini. Satu orang menutup...
  • Yesus Raja dan Gembala
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24
    Minggu ini adalah Minggu Kristus Raja, akhir tahun liturgi gereja. Minggu depan adalah Adven I, awal tahun gereja. Gelar...
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
Kegiatan