The Magnificat

The Magnificat

Belum ada komentar 113 Views

Nyanyian pujian Maria ini amat terkenal dan menjadi sumber inspirasi dari banyak karya seni religius. Ia biasa disebut the Magnificat, merujuk pada kalimat pertama dalam ayat 46: “Jiwaku memuliakan Tuhan…”

Nyanyian pujian pada hakikatnya adalah ungkapan syukur atas sesuatu yang menyukacitakan. Pada Maria ia adalah pujian kepada Tuhan ini adalah syukurnya karena ia telah dipilih-Nya untuk melayani-Nya, walau ia rendah dan tak berharga. Dan bila kita simak kisahnya, pujian ini dinaikkan dengan latar-belakang pergumulan yang sama sekali tidak sederhana.

Maria menyambut pesan Tuhan melalui malaikat Gabriel (Luk. 1:38) dengan polos: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu…” Padahal konsekuensinya bagi Maria yang masih muda itu sangatlah berat. Ia dapat dianggap berkhianat bahkan berzinah oleh Yusuf. Ada ancaman pengadilan oleh Mahkamah Agama. Anak yang dilahirkan akan menjadi anak haram. Dan semuanya itu akan mempermalukan segenap keluarganya maupun keluarga Yusuf.

Namun Maria bersedia menanggungnya. Karena ia percaya. Percaya yang didasarkannya di atas harapannya yang kokoh kepada Tuhan. Bila kita simak kata-kata dari pujian Maria, maka nyata bahwa harapan itu tidak cuma menyangkut dirinya sendiri tetapi mencakupi segenap bangsa bahkan dunia. The Magnificat adalah nyanyian harapan keselamatan dalam Tuhan.

Kiranya Natal kita tahun ini juga adalah the Magnificat kita masing-masing…

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menderita Berulang?
    Ibrani 9:24-28
    Apakah Yesus harus berulang-ulang disalib karena dosa kita? Suatu kali seorang anak bertanya kepada ayahnya, “Apa itu Papa?” Papanya...
  • Jalan Serta Yesus
    Ulangan 6:1-9
    Adakah orang Kristen yang tidak berjalan bersama Tuhan Yesus? Seorang pengusaha muda Kristen yang sangat teguh prinsip Kristennya suatu...
  • Dari Keluarga Kepada Dunia (Pemulihan)
    Yeremia 31:7-9 dan Mazmur 126
    Pemulihan selalu mendatangkan kegembiraan. Syair ini menggambarkan pemulangan para buangan dari Babel ke negeri Israel (Yer 31: 7-9). Masa-masa...
  • Memperjuangkan Kepedulian
    Yesaya 53:4-12 dan Markus 10:35-45
    Keinginan untuk menjadi pusat perhatian menjadi begitu besar saat ini. Berbagai cara dan fasilitas saat ini membuat seseorang menjadi...
  • Memperjuangkan Keadilan
    Am. 5:6-7, 10-15 dan Mark. 10:17-31
    Pemulihan yang diharapkan datang dari Allah untuk umat Israel diberitakan dengan menyerukan perubahan sikap hidup. Amos mengkritisi perilaku tidak...
Kegiatan