Tetap mengasihi walau ditolak

Tetap mengasihi walau ditolak

Belum ada komentar 21 Views

Kata orang cinta romantik amatlah berbeda dengan cinta sejati. Cinta romantik adalah cinta yang menginginkan diri orang yang dicintai. Apa pun yang ada pada diri orang itu, bahkan perasaannya, mimpinya, sejarahnya, waktunya, ingin dimiliki sepenuhnya. Sedangkan cinta sejati adalah cinta yang menginginkan yang terbaik bagi orang yang dicintai. Apa pun adalah demi orang itu, bahkan ketika itu berarti yang terburuk bagi diri sendiri. Cinta sejati yang seperti itu sangatlah ideal. Lebih mudah menekadkannya, apalagi sekadar mengatakannya, ketimbang memraktikkannya. Dan halnya menjadi kritikal ketika terjadi penolakan.

Bayangkan, orang yang kita cintai, dan yang kita yakini mencintai kita, tiba-tiba berhenti mencintai kita. Di samping itu ia memberikan kesan yang amat kuat bahwa ia kini membenci kita. Apa pun yang kita lakukan dan katakan, salah di matanya. Bahkan rasanya menatap kita pun ia enggan. Celakanya kita tidak bisa berhenti memikirkannya. Karena biar pun ia telah berhenti mencintai kita, bahkan membenci kita, kita tidak bisa berhenti mencintainya. Pada satu sisi hati kita remuk-redam, pada sisi lain hati kita adalah persemaian cinta yang niscaya tetap hijau baginya. Dan lambat laun, seiring dengan pupusnya harapan untuk mendapatkan kembali cinta yang hilang itu, dari persemaian hijau itu tumbuh sebuah doa, agar orang yang kita cintai itu mendapatkan yang terbaik.

Begitulah kasih Yesus bagi Yerusalem, bagi umat Bapa-Nya, Israel, bahkan bagi segenap ciptaan. Betapa pun IA ditolak, betapa pun IA meratap, IA tidak menyurutkan tekad-Nya untuk memeluk Yerusalem dan dunia dengan kasih dan pengorbanan-Nya di kayu salib. Inilah kasih yang sejati. Yang bahkan jauh melebihi cinta sejati di atas. Karena kasih Kristus bukan cuma menginginkan yang terbaik bagi Yerusalem dan segenap ciptaan, tetapi memberikan yang terbaik. Yaitu diri-Nya sendiri, seutuhnya.

Bagaimanakah dengan kasih kita? Terhadap Tuhan? Terhadap sesama?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dalam
    MENANTI dalam PERCAYA
    Lukas 13: 31 - 35
    Kapan pertolongan itu datang? Ini pertanyaan yang sulit dijawab karena kita tidak berkuasa atas waktu. Kapan semua ini akan...
  • AKU BERSERU, dan IA BERTINDAK
    Ul. 26:1-11; Mzm. 91:1-2, 9-16; Rm. 10:8-13; Luk. 4:1-13
    Ini adalah Minggu Pra Paska kita yang pertama dari rangkaian Paska yang panjang, diawali di Rabu Abu dan berakhir...
  • Saatnya Membuka Kerudung
    Keluaran 34:29-35
    Minggu ini adalah minggu transfigurasi. Minggu Transfigurasi merujuk pada peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung saat bertemu dengan Musa...
  • Mata Ganti Mata Dan Seluruh Dunia Buta
    Lukas 6:27-38
    Bukan hukum “kejahatan dibalas dengan kejahatan”  yang berlaku dalam ajaran Tuhan Yesus, melainkan hukum kasih. Sebab di balik hukum...
  • Berbahagia walau….
    Lukas 6: 17-26
    Ungkapan “berbahagialah” mengingatkan kita pada pengajaran Tuhan Yesus tentang “Kotbah di Bukit”. Sebutan berbahagialah mereka yang miskin, yang lapar...
Kegiatan