Tetap mengasihi walau ditolak

Tetap mengasihi walau ditolak

Belum ada komentar 16 Views

Kata orang cinta romantik amatlah berbeda dengan cinta sejati. Cinta romantik adalah cinta yang menginginkan diri orang yang dicintai. Apa pun yang ada pada diri orang itu, bahkan perasaannya, mimpinya, sejarahnya, waktunya, ingin dimiliki sepenuhnya. Sedangkan cinta sejati adalah cinta yang menginginkan yang terbaik bagi orang yang dicintai. Apa pun adalah demi orang itu, bahkan ketika itu berarti yang terburuk bagi diri sendiri. Cinta sejati yang seperti itu sangatlah ideal. Lebih mudah menekadkannya, apalagi sekadar mengatakannya, ketimbang memraktikkannya. Dan halnya menjadi kritikal ketika terjadi penolakan.

Bayangkan, orang yang kita cintai, dan yang kita yakini mencintai kita, tiba-tiba berhenti mencintai kita. Di samping itu ia memberikan kesan yang amat kuat bahwa ia kini membenci kita. Apa pun yang kita lakukan dan katakan, salah di matanya. Bahkan rasanya menatap kita pun ia enggan. Celakanya kita tidak bisa berhenti memikirkannya. Karena biar pun ia telah berhenti mencintai kita, bahkan membenci kita, kita tidak bisa berhenti mencintainya. Pada satu sisi hati kita remuk-redam, pada sisi lain hati kita adalah persemaian cinta yang niscaya tetap hijau baginya. Dan lambat laun, seiring dengan pupusnya harapan untuk mendapatkan kembali cinta yang hilang itu, dari persemaian hijau itu tumbuh sebuah doa, agar orang yang kita cintai itu mendapatkan yang terbaik.

Begitulah kasih Yesus bagi Yerusalem, bagi umat Bapa-Nya, Israel, bahkan bagi segenap ciptaan. Betapa pun IA ditolak, betapa pun IA meratap, IA tidak menyurutkan tekad-Nya untuk memeluk Yerusalem dan dunia dengan kasih dan pengorbanan-Nya di kayu salib. Inilah kasih yang sejati. Yang bahkan jauh melebihi cinta sejati di atas. Karena kasih Kristus bukan cuma menginginkan yang terbaik bagi Yerusalem dan segenap ciptaan, tetapi memberikan yang terbaik. Yaitu diri-Nya sendiri, seutuhnya.

Bagaimanakah dengan kasih kita? Terhadap Tuhan? Terhadap sesama?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
  • segenap hati
    Dengan Segenap Hati?
    Yohanes 12:20-33
    Saat saya studi, saya bertemu dengan seorang pemimpin aliran UU. “Jadi, siapa Tuhan Yesus menurut aliranmu?” “Yesus itu, Guru...
Kegiatan