Terkejut

Terkejut

Belum ada komentar 43 Views

Beberapa bulan terakhir ini kita sering mengalami peristiwa yang membuat kita terkejut. Misalnya saja peristiwa hilangnya pesawat penumpang milik maskapai negeri tetangga. Pesawat terbang bisa hilang saja sudah membuat kita terkejut. Pesawat itu ukurannya sangat besar, bisa menampung ratusan penumpang. Kalau kunci rumah atau kunci motor hilang itu wajar, makanya sering diberi gantungan kunci. Kalau pesawat masa diberi gantungan supaya tidak hilang. Yang lebih mengejutkan lagi adalah sampai hari ini pun pesawat itu belum ketemu, sudah sekitar dua bulan sejak diketahui hilang.

Peristiwa lain yang membuat kita terkejut adalah peristiwa yang terjadi di sebuah sekolah asing yang sangat terkenal. Ternyata sekolah Taman Kanak-kanak yang ada di sekolah itu tidak memiliki izin operasi. Yang lebih mengejutkan lagi adalah, hal itu baru diketahui setelah terjadinya kekerasan seksual terhadap murid TK di sekolah tersebut. Luar biasa ya, sekolah asing yang penjagaannya sangat ketat seperti di kedutaan besar, apalagi setelah tragedi 1998, ternyata di dalamnya tidak sehebat seperti terlihat dari luar.

Sebagian dari kita tentu terkejut setelah melihat hasil Pemilihan Umum Legislatif beberapa bulan yang lalu. Sebuah partai besar yang berkuasa memimpin negeri ini selama hampir sepuluh tahun, hanya mendapat suara di peringkat keempat. Ternyata kejutannya tidak sampai di situ, upaya penggalangan koalisi antara satu partai dengan partai lain juga sering membuat kita terkejut. Ada calon presiden dari sebuah partai besar bolak balik bertemu dengan partai lain, tetapi akhirnya hanya menjadi penggembira dari calon presidan partai lain, padahal pada waktu kampanye luar biasa “pede”nya.

Negara kita masih termasuk kategori negara berkembang. Tingkat kemiskinan masih sangat tinggi, tidak heran banyak sekali yang menjadi TKI dan bekerja di luar negeri. Malahan akhir-akhir ini kita terkejut mendengar ada TKI yang membunuh majikannya sehingga terancam hukuman mati di negeri orang. Ironisnya, di dalam negeri, khususnya di Jakarta, banyak sekali mobil-mobil mewah berseliweran di jalan raya. Mobil yang harganya miliaran rupiah bahkan ada yang lebih dari sepuluh miliar. Harga sebuah mobil mewah itu bisa menghidupi dan membiayai pendidikan berapa ratus orang. Kita juga terkejut ketika seorang adik gubernur yang menjadi tersangka korupsi, memiliki beberapa mobil mewah seperti itu serta puluhan mobil lainnya. Bagaimana dia mau menyejahterakan rakyatnya kalau gaya hidupnya seperti itu.

Baru-baru ini di Jakarta dilakukan launching mobil super sport merk McLaren dengan tipe McLaren P1. Harganya berkisar 18 miliar rupiah (!). Yang sangat mengejutkan, konon kabarnya sudah ada orang Indonesia yang membelinya.

Bagi para penggemar sepak bola, siapa yang tidak terkejut melihat tim Spanyol, juara dunia tahun 2010, juara Eropa tahun 2012 dan peringkat satu dunia, tersingkir di babak awal piala dunia 2014 di Brasil. Bukan itu saja, tersingkirnya tim Inggris juga mengejutkan banyak orang. Kejutan lainnya adalah berhasilnya negara Kosta Rika untuk maju ke babak 16 besar. Republik Kosta Rika, sebuah negara kecil di Amerika Tengah, luasnya hanya 51.100 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa. Hasil utama negara ini adalah kopi. Ternyata negara ini mampu mengalahkan Italia dan Uruguay dan mungkin juga Inggris. Tim underdog yang mengejutkan dunia. Piala dunia masih berlangsung sampai bulan Juli mendatang, tentunya akan masih banyak kejutan yang membuat kita terkejut.

Bangsa kita adalah bangsa yang ramah, bangsa yang murah senyum dan bangsa yang taat beragama. Tetapi kita dibuat terkejut, ketika seorang menteri yang mengurusi masalah agama, menjadi tersangka korupsi. Bagaimana mungkin seseorang yang mengurusi masalah-masalah seperti itu mempunyai tingkah laku yang tidak sesuai dengan bidang yang diurusi. Maka tidak heran banyak pejabat dan para politisi dengan mudah melakukan kebohongan. Sudah jelas menerima suap, masih juga berbohong dengan mengatakan tidak menerima. Sangat tidak masuk akal seorang pengusaha meminjamkan uang sebesar 10 miliar (!) kepada bekas office boy yang memenangkan tender videotron. Sudah jelas dia mendirikan perusahaan fiktif dengan mengangkat si office boy menjadi direktur utama, masih juga berani menyangkal. Biaya untuk mencetak kitab suci saja bisa dikorupsi, apalagi proyek-proyek lain.

Ada sebuah perusahaan konglomerasi, yang usahanya antara lain di bidang pendidikan dan rumah sakit. Di sekolah dan perguruan tinggi yang dikelolanya, banyak sekali ayat-ayat dari Alkitab yang dipasang di mana-mana, bahkan ada sebuah salib berukuran besar menyambut kita di depan pintu masuk. Sepintas kita bisa berharap bahwa pendidikan moral di sekolah ini pasti sangat kristiani. Tetapi dalam mengelola bisnisnya, ternyata bisa saja membatalkan sebuah proyek secara sepihak dan ingkar untuk membayar uang muka sebagaimana yang telah disepakati. Pertanyaannya, apakah yang diajarkan itu juga dilakukan dalam kehidupan sehari-hari?

Jadi jangan dulu berharap terlalu jauh bahwa negara kita akan ikut dalam perhelatan piala dunia. Nanti kita akan makin sering terkejut. Kalau sering terkejut, maka detak jantung kita akan semakin cepat dan berisiko untuk kena serangan jantung. Kalau kena serangan jantung harus masuk rumah sakit dan ketika kita keluar dari rumah sakit kita akan lebih terkejut lagi dengan biaya yang harus dibayar, bisa-bisa malah game over. Salam damai…

Sindhu Sumargo

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Artikel Lepas
  • toko perabot
    Belajar Dari Toko Perabot
    Pada bulan Oktober 2014, akhirnya toko perabot yang sangat terkenal membuka tokonya di Indonesia, tepatnya di daerah Alam Sutera,...
  • Simpati, Empati atau Peduli
    Baru-baru ini media sosial dihebohkan oleh curhatan di facebook seorang mahasiswi pengguna KRL yang tempat duduknya “direbut” oleh seorang...
  • kejahatan
  • Antara Pak Badu dan Yudas
    “Sungguh lebih baik jika Yudas tidak dilahirkan.” Kalimat ini sering muncul dari mulut orang-orang Kristen ketika dirundung kesedihan Jumat...
Kegiatan