Tatkala DIA Sungguh Dekat

Tatkala DIA Sungguh Dekat

Belum ada komentar 5 Views

Jika kita menyimak kalimat “Dia Sungguh Dekat!”, sebenarnya ada 2 makna setidaknya yang muncul. Di satu sisi, kalimat ini mengingatkan kita bahwa Dia memang tidak jauh dari kita. Dia hanya sejauh doa. Dia ada dalam segala situasi dan Dia hadir menemani kita. Di sisi lain, kalimat ini mengingatkan kita bahwa kedatangan-Nya sungguh sudah dekat.

Pemazmur dalam bacaan kita, setidaknya memahami kedekatan Allah seperti makna yang pertama. Pertanyaannya, bagaimana mungkin di saat pemazmur dikelilingi oleh musuh, penjahat dan tentara, ia tetap dapat mengatakan “Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan!” (ayat 13). Sebuah pernyataan iman yang meyakini bahwa Allah yang dekat itu akan berbuat kebaikan di tengah-tengah ketidakbaikan yang dialaminya.

Jawabannya, karena pemazmur sanggup memfokuskan pandangannya, imannya, pengharapannya pada kebaikan-kebaikan Allah saja.  Saya jadi teringat komentar warga jemaat yang hadir dalam berbagai ibadah. Ada yang berkomentar: bunganya tidak indah, sound system-nya buruk, pengkhotbahnya membuat mereka mengantuk, sehingga mereka menyimpulkan bahwa ibadah hari ini tidak menyenangkan. Sementara ada sebagian orang lagi yang mengatakan, “Ibadah hari ini menjadi berkat bagi saya”. Apa yang membedakan pendapat kedua dengan pendapat pertama? Bukan karena bunga-bunga lebih indah dalam ibadahnya, bukan pula karena sound system yang sempurna atau pengkhotbah yang dapat menghibur hati semua jemaat. Tetapi karena fokusnya lebih pada kebaikan-kebaikan Allah saja. Jadi, apakah saudara mau hari ini fokus menghayati, “Tatkala Dia Sungguh Dekat”, bahkan Ia membuktikan kedekatan-Nya melalui Perjamuan Kudus yang kita rayakan bersama. Ingat, kedatangan-Nya juga sungguh sudah dekat!

[Riajos]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Adalah Ujian!
    Markus 1:9-15
    Istilah kawah Chandradimuka sering dipakai untuk memberi gambaran tentang ladang tempaan atau tempat uji bagi seseorang. Kawah ini diambil...
  • Wajahku, Wajahmu, Wajah Kristus
    Markus 9:2-9
    Isi hati seseorang biasanya nampak dari wajahnya. Orang lain biasanya mampu membacanya. Muka sedih, muka gembira, muka nyinyir, muka...
  • HOMO HOMINI SALUS
    Homo Homini Salus
    1 Korintus 9:16-23
    Hitam atau putih? Warna hitam biasa dipakai untuk menyimbolkan perilaku jahat dan kejam, sedang putih untuk sikap dan tindakan...
  • tentang Allah
    Bukan tentang Aku atau Kamu, tapi tentang Allah
    Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; 1 Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28
    Sesuatu yang biasa, jika dalam hidup bersama di suatu komunitas, ada orang-orang yang ingin menonjolkan diri atau ingin dianggap...
  • Jangan Tunda, Sekaranglah Saatnya
    Yunus 3:1-10; Mazmur 62:5-12; 1 Korintus 7:29-31; Markus 1:14-20
    Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Yahudi, jika seseorang mau belajar tentang keagamaan, maka ia yang menentukan Rabbi yang...
Kegiatan