Tatkala DIA Sungguh Dekat

Tatkala DIA Sungguh Dekat

Belum ada komentar 8 Views

Jika kita menyimak kalimat “Dia Sungguh Dekat!”, sebenarnya ada 2 makna setidaknya yang muncul. Di satu sisi, kalimat ini mengingatkan kita bahwa Dia memang tidak jauh dari kita. Dia hanya sejauh doa. Dia ada dalam segala situasi dan Dia hadir menemani kita. Di sisi lain, kalimat ini mengingatkan kita bahwa kedatangan-Nya sungguh sudah dekat.

Pemazmur dalam bacaan kita, setidaknya memahami kedekatan Allah seperti makna yang pertama. Pertanyaannya, bagaimana mungkin di saat pemazmur dikelilingi oleh musuh, penjahat dan tentara, ia tetap dapat mengatakan “Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan!” (ayat 13). Sebuah pernyataan iman yang meyakini bahwa Allah yang dekat itu akan berbuat kebaikan di tengah-tengah ketidakbaikan yang dialaminya.

Jawabannya, karena pemazmur sanggup memfokuskan pandangannya, imannya, pengharapannya pada kebaikan-kebaikan Allah saja.  Saya jadi teringat komentar warga jemaat yang hadir dalam berbagai ibadah. Ada yang berkomentar: bunganya tidak indah, sound system-nya buruk, pengkhotbahnya membuat mereka mengantuk, sehingga mereka menyimpulkan bahwa ibadah hari ini tidak menyenangkan. Sementara ada sebagian orang lagi yang mengatakan, “Ibadah hari ini menjadi berkat bagi saya”. Apa yang membedakan pendapat kedua dengan pendapat pertama? Bukan karena bunga-bunga lebih indah dalam ibadahnya, bukan pula karena sound system yang sempurna atau pengkhotbah yang dapat menghibur hati semua jemaat. Tetapi karena fokusnya lebih pada kebaikan-kebaikan Allah saja. Jadi, apakah saudara mau hari ini fokus menghayati, “Tatkala Dia Sungguh Dekat”, bahkan Ia membuktikan kedekatan-Nya melalui Perjamuan Kudus yang kita rayakan bersama. Ingat, kedatangan-Nya juga sungguh sudah dekat!

[Riajos]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • terhubung
    Terhubung Dan Bahagia Bersama Sesama
    Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1 Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18
    Hidup kita semakin terhubung satu dengan yang lain begitu cepat dan mudah. Keterhubungan komunikas dan informasi adalah sebuah keuntungan...
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
Kegiatan