Tanpa Batas

Tanpa Batas

Belum ada komentar 9 Views

Saudara pasti pernah melihat sebuah undangan dengan tulisan untuk kalangan terbatas*). Undangan yang hanya diperuntukkan untuk sekelompok orang tertentu. Jika saudara tidak memiliki akses untuk masuk, silakan gigit jari atau kalau masih ada celah – silakan mengintip. Ya betapa biasanya kita melihat pembatasan demi pembatasan. Tidak ada lagi perasaan aneh ketika kita dipisahkan dengan orang lain karena perbedaan (bisa saja perbedaan ekonomi, status, budaya, dll). Justru kemudian kita merasa canggung ketika batas itu diruntuhkan karena kita merasa kehilangan kenyamanan dan kekhususan dari pelayanan yang diberikan. Jika semua orang diperlakukan sama lalu apa istimewanya? Kita tidak lagi merasa spesial dan tidak rela menjadi sama dengan orang kebanyakan.

Bagaimana dengan kehadiran gereja di tengah dunia ini, apakah kehadirannya hanya untuk kalangan terbatas saja (baca : hanya untuk anggota)?. Apakah kita merasa kehilangan keistimewaan kita pada saat disatukan tanpa batas dengan sesama kita? Apakah kita akan merasa kehilangan kenyamanan atau merasa janggal ketika seorang asing masuk lingkungan gereja dan menikmati fasilitasnya?

Salah satu visi misi GKIPI adalah menjadi gereja yang terbuka. Terbuka berarti kita bersedia menerima siapa pun tanpa batas, tanpa sekat. Siapkah kita membuka setiap pintu-pintu yang tertutup dan dengan penuh kehangatan, tanpa kecurigaan mengundang sesama untuk masuk dan meneguk kasih di tengah panasnya kehidupan? Beranikah kita membuka diri dan menjadi rapuh dengan robohnya tembok-tembok yang memisahkan kita? Beranikah kita menggemakan bahwa tidak ada lagi yang membedakan dan memisahkan kita dari sesama karena kita semua adalah anak-anak terkasih Allah.
Mari kita mewujudkannya!

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Adalah Ujian!
    Markus 1:9-15
    Istilah kawah Chandradimuka sering dipakai untuk memberi gambaran tentang ladang tempaan atau tempat uji bagi seseorang. Kawah ini diambil...
  • Wajahku, Wajahmu, Wajah Kristus
    Markus 9:2-9
    Isi hati seseorang biasanya nampak dari wajahnya. Orang lain biasanya mampu membacanya. Muka sedih, muka gembira, muka nyinyir, muka...
  • HOMO HOMINI SALUS
    Homo Homini Salus
    1 Korintus 9:16-23
    Hitam atau putih? Warna hitam biasa dipakai untuk menyimbolkan perilaku jahat dan kejam, sedang putih untuk sikap dan tindakan...
  • tentang Allah
    Bukan tentang Aku atau Kamu, tapi tentang Allah
    Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; 1 Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28
    Sesuatu yang biasa, jika dalam hidup bersama di suatu komunitas, ada orang-orang yang ingin menonjolkan diri atau ingin dianggap...
  • Jangan Tunda, Sekaranglah Saatnya
    Yunus 3:1-10; Mazmur 62:5-12; 1 Korintus 7:29-31; Markus 1:14-20
    Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Yahudi, jika seseorang mau belajar tentang keagamaan, maka ia yang menentukan Rabbi yang...
Kegiatan