Sunatlah Hatimu..!

Sunatlah Hatimu..!

Belum ada komentar 10 Views

Memberi dengan “memberi” bisa berbeda. Begitu pun membantu dengan “membantu”, atau bahkan memerhatikan dengan “memerhatikan”. Yang membedakannya biasanya adalah motivasi di baliknya. Seseorang bisa memberi dengan pamrih tertentu, misalnya menanam budi. Bantuan dapat diberikan dengan mengharapkan imbalan, entah uang atau lainnya. Dan seseorang bisa pula memerhatikan orang secara istimewa karena mengharapkan sesuatu darinya. Yang memrihatinkan adalah bahwa hal yang sama bisa terjadi pada kita orang percaya.

Ketaatan dengan “ketaatan” bisa berbeda. Begitu pun kesalehan dengan “kesalehan” atau bahkan pelayanan dengan “pelayanan”. Yang juga membedakannya adalah motivasi di baliknya. Barangkali ada yang mempertanyakan prinsip ini. Karena bukankah bagaimana pun ibadah adalah bagi Tuhan, misalnya? Atau bila kita memberi, bukankah bagaimana pun kita menyenangkan hati si penerima? Barangkali memang begitu di mata manusia. Tetapi Tuhan menghendaki yang lebih, bahkan hakiki.

Berbagai perbuatan baik, perintah, ritus dan ibadah, adalah sia-sia bila dilaksanakan “tanpa hati.” Maksudnya adalah apabila itu semua dilakukan bukan dengan motivasi yang murni. Murni dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Dalam terang itu, memberi bukanlah “memberi” bila sekadar demi melakukan kewajiban. Begitu pun dengan ibadah kita.

Peristiwa Paskah adalah “peristiwa hati”, yang hanya mungkin karena Kristus menaati Bapa-Nya “dengan hati”, dan karena Ia “mempunyai hati” bagi kita. Maka marilah kita sunat hati kita. Kita “bersihkan” hati kita dari berbagai hal yang tidak diperkenan Tuhan. Agar kita bisa menyambut “hati” Tuhan dengan “hati” kita masing-masing.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
  • keluarga yesus
    Menjadi Keluarga Yesus
    Dalam injil Markus 3:35 Yesus berkata : “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah...
  • berhenti
    Ingat Untuk berhenti !
    Ulangan 5:12-15
    Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apa pilihan kita? Pastinya, bekerja adalah perintah Tuhan, untuk melakukan sesuatu bagi...
  • kepada
    Allah Yang Mengarahkan Diri Kepada Dunia
    Yohanes 3:1-17
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” demikian pernyataan dahsyat Yesus di dalam Yohanes 3:16, yang telah menjadi...
  • keluarlah
    Keluarlah, Berbuatlah!
    Kisah Para Rasul 2:1-21
    Sebelum peristiwa Pentakosta berlangsung, para murid tampaknya masih berada dalam situasi yang membingungkan hati. Tentu mereka sangat dikuatkan setelah...
Kegiatan