Sukacita dalam Roh Kudus

Sukacita dalam Roh Kudus

Belum ada komentar 27 Views

Apa yang membuat orang merasa bahagia dalam hidupnya? Kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan membuat daftar hal-hal apa saja yang membuat kita merasa bahagia, sukacita. Jika isi daftar kita, hampir di dominasi oleh benda-benda, sikap orang lain terhadap kita, kesehatan, keuntungan dan segala hal yang berasal dari luar diri kita, maka semua itu kebahagiaan semu. Bagaimana jika hidup memberikan kepada kita pengalaman kesakitan tanpa kesembuhan? Kerugian hingga bangkrut? Kehilangan pekerjaan? Apakah dengan demikian kita tidak lagi merasa bahagia?

Kehidupan tidak melulu menyediakan situasi yang baik-baik saja. Bersyukurlah bahwa kebahagiaan di dalam Tuhan tidak bergantung dari apa yang kita alami. Roh Kudus yang diberikan kepada kita, membimbing kita untuk melihat dan menghadapi segala hal dengan cara yang berbeda. Maria mampu merayakan kebaikan Tuhan dalam situasinya bersama Elisabet. Eliasabet bahkan merasakan Roh Tuhan yang memenuhi dirinya dan merasakan luapan sukacita, begitu juga anak yang dikandungnya.

Allah mengurapi kita dengan kuasa Roh Kudus sehingga apa pun yang kita alami dalam hidup ini, bahkan situasi sulit sekalipun, tidak merampas sukacita kita. Sukacita yang memampukan kita bersyukur di tengah turunnya hujan. Bersyukur di tengah kesakitan. Bersyukur dalam kerugian. Bersukacita untuk keadaan baik yang kita rasakan. Roh Kudus memampukan kita mengucap syukur senantiasa, tidak bergantung dari apa yang kita hadapi sebab sukacita kita letakkan dalam tangan Tuhan yang menggenapi semua rencana-Nya (ayat 45). Bersukacitalah di dalam kuasa Roh Allah

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan