Sangkal Diri

Markus 8:31-38

Belum ada komentar 116 Views

Setiap orang memiliki mekanisme pertahanan diri. Pertahanan ini aktif ketika seseorang menghadapi keadaan yang mencemaskan atau berpotensi melukai dirinya. Banyak bentuk mekanisme ini, seperti melupakan, menyangkal keadaan, mengingat sesuatu yang menggembirakan, meluapkan dalam tindakan, mengalihkan pada yang lain, dan sebagainya.

Dalam kehidupan iman, seseorang membutuhkan juga mekanisme pertahanan iman. Tatkala sedih atau senang, sakit atau sehat, kelebihan atau kekurangan, tua atau muda, dan berbagai keadaan lainnya, mekanisme pertahanan iman sangat diperlukan. Tujuannya adalah untuk menjaga iman dan kehidupan kita selalu terarah pada Kristus. Hal ini juga untuk menjaga supaya kita tidak jatuh dalam pencobaan dan masuk ke dalam kehidupan yang dikuasai maut.

Pertahanan iman seperti apa yang diperlukan? Pertama, selalu bertanya apakah yang kupikirkan selaras dengan Kristus? Mengapa pikiran itu penting? UNESCO, salah satu badan PBB, di sebuah pembukaan dari konstitusi yang diterbitkannya menyatakan bahwa wars begin in the minds of men. Pikiran jelas menjadi sumber dari segala perkataan dan tindakan. Dengan mengolah pikir maka kita akan menalar yang melahirkan pengamatan yang baik apakah pikiran kita selaras dengan Kristus atau tidak. Pikiran yag selaras dengan Kristus menghadirkan tindakan yang baik dan benar, sebaliknya mendatangkan dosa dan kejahatan. Bila kita sadar ada pikiran yang jauh dari Kristus, bersegeralah berani menyangkalnya dan kembali pada kehendak Allah.

Kedua, bersedialah untuk menghadapi tantangan iman. Banyak orang jatuh dalam dosa dan kejahatan karena tidak bisa mengalahkan kecemasannya dan kemudian memilih untuk sekedar ‘bermain aman’. Menyangkal diri dalam Kristus, tidak pernah memiliki muatan playing save untuk kehidupan dunia ini. Mungkin aman bagi kehidupan dunia, tetapi apakah aman untuk iman dan keselamatan kita? Bukankah ngegat dan karat juga akan segera melahapnya dan pencuri akan menggondolnya? (Mat. 16:19)

Ketiga, bersedialah mengevaluasi diri. Proses menyangkal diri terjadi di dua termin waktu, baik sebelum tindakan dilahirkan oleh pikiran (tahap pertama dan kedua di atas) tetapi juga sesudah tindakan itu terjadi. Kadang seseorang terburu-buru berpikir, sehingga tindakan yang dihasilkan tidak sesuai dengan apa yang baik dan benar. Penyangkalan diri bisa lahir dari pertobatan. Setelah seseorang keliru, ia segera mengevaluasi diri dan membuang pikiran serta tindakan salah yang pernah dilakukannya. Berziarahlah dalam kehidupan dunia ini dengan penyangkalan diri untuk memelihara keselamatan yang Tuhan Yesus telah berikan.

BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sambut
    Sambutlah Sesamamu
    Lukas 13:10-17
    Setelah mengalami pembuangan, Bangsa Israel hidup kembali di Palestina dan Yerusalem. Nubuat dalam Kitab Yesaya ini memberi pengharapan akan...
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
  • Sambutlah Pimpinan Tuhan
    Takut. Abram takut menghadapi masa depan tanpa anak. Ia pikir kalau hal itu sampai terjadi, apa boleh buat, hambanyalah...
  • Sambutlah Kristus
    Bulan Budaya dilakukan setiap 2 tahun sekali di GKI Pondok Indah. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar warga jemaat...
  • syukur
    Hendaklah Hatimu Melimpah Dengan Syukur
    Kolose 2:7
    Kita kerap mempermurah makna syukur hanya sebagai reaksi hati, atau malah emosional, atas berkat atau keberuntungan yang kita percaya...
Kegiatan