Salah Satu Kehendak-Nya

Salah Satu Kehendak-Nya

Belum ada komentar 14 Views

I Tesalonika 5:16 dan 18

(16) Bersukacitalah senantiasa.

(18) Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagimu.

Ada banyak kabar baik dalam Injil, ada banyak pula kehendak dan perintah Allah yang dinyatakan di dalam Injil. Salah satu kehendak Allah yang ingin saya kemukakan terdapat dalam surat Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat di Tesalonika.

Mudah untuk mengucapkannya, mudah pula membacanya.

“Bersukacitalah senantiasa. Mengucap syukurlah dalam segala hal.” Tapi… apakah mudah pula melakukannya? Apakah kita sudah memenuhi kehendak Allah yang satu ini?” Jika pertanyaan di atas dijawab: “Saya selalu mengucap syukur dalam setiap doa saya,” apakah berarti kehendak-Nya telah kita penuhi? Rasanya… belum, dan pasti belum sepenuhnya!

Saya merasa ini salah satu kehendak yang perlu kita gumuli dalam kehidupan sehari-hari kita. Mudah bagi saya, untuk mengucap syukur dan bersuka cita apabila ada perayaan ulang tahun dalam keluarga. Mudah sekali bagi saya untuk berdoa mengucap syukur dan bersuka cita karena semua anggota keluarga sehat, keadaan keuangan keluarga berkecukupan, nilai rapor anak-anak baik, dan banyak lagi… Tapi, apakah saya dapat bersuka cita ketika saya sakit? Apakah saya dapat bersyukur pada waktu saya melihat anak-anak merintih kesakitan? Apakah saya dapat bersyukur pada waktu gaji tidak naik sementara kebutuhan sehari-hari bertambah mahal? Atau apakah saya bersuka-cita pada saat saya dikhianati?

Jawabnya: tidak! Saya lupa bersuka-cita pada waktu saya sakit. Saya lupa bersyukur pada waktu melihat anak-anak sakit. Saya menggerutu pada waktu gaji tidak naik dan kebutuhan sehari-hari bertambah mahal. Saya mengutuk orang yang mengkhianati saya. Ayat ke 16 dan 18 di atas terasa sulit sekali untuk dijalani pada saat-saat tersebut.

Dalam surat kepada jemaat Tesalonika, Paulus, Silwanus dan Timotius tidak hanya menyampaikan kehendak Allah, yang terkadang lupa atau sama sekali kita abaikan pada waktu kita dalam kesusahan. Dalam surat itu, ada juga kunci yang diberikan kepada setiap pembaca surat tersebut, agar dapat melakukan kehendak Allah. Apakah kunci itu?

(17) Tetaplah berdoa;

(19) Janganlah padamkan Roh;

(20) dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

Mari kita ulang pertanyaan di atas tadi, pada saat saya sakit, dan saya berdoa, dapatkah saya bersuka-cita? Pada saat melihat anak-anak merintih kesakitan, saya berdoa dan membaca Alkitab, dapatkan saya bersyukur? Pada saat gaji saya tidak bertambah dan semua mahal, saya berdoa dan membaca Alkitab, dapatkan saya bersuka cita dan bersyukur? Pada saat saya dikhianati, saya membaca Alkitab dan berdoa dan percaya kepada mukjizat-Nya, dapatkan saya bersuka cita dan bersyukur?

Saya yakin, dalam nama Juruselamat kita Yesus Kristus, kehendak Allah dapat kita laksanakan sebagaimana yang dikehendaki-Nya, apabila kita menjalankan langkah-langkah kunci seperti yang terdapat dalam ayat 17, 19 dan 20.

Dalam doa, kita berserah dan mendapat kekuatan.

Dalam hubungan kita dengan Allah yang melalui roh, kita mendapat penghiburan. Dalam saat teduh, kita mendapat penghiburan dan kekuatan untuk menghadapi hidup ini.

Dalam kepercayaan kita terhadap mukjizat Allah, kita memperoleh pengharapan. Kuasa Tuhan ajaib! Kita akan dikuatkan dan mendapat pengharapan baru.

Jadi, apakah menjalankan kehendak-Nya semudah mengucapkannya? Jawabnya: “Ya, apabila kita menjalankan langkah-langkah kunci yang diberikan di dalam Injil! Ya, karena Tuhan memberi kekuatan, melimpahkan penghiburan-Nya dan memberi harapan baru.

Selamat Paska 2010,

Tuhan memberkati!!!

Disusun pada hari Sabtu Sunyi [Maya Ekatrina]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Bible Talks
  • Pengharapan Akan Hari Esok
    Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23:18)
    Kepada sepasang suami istri yang sudah beberapa tahun menikah tapi belum juga dikaruniai keturunan, saya pernah mendoakan sambil menyerahkan...
  • Pemimpin: Hamba atau Sahabat
    Tema yang akan diteropong ini bukan tema yang baru, oleh karena itu ketika membacanya, kita pasti sudah mempunyai pemahaman...
  • Musa, Sahabat Allah
    Dihapus dari Kitab Kehidupan Musa adalah seorang tokoh besar dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Nama besar Musa dikenal karena...
Kegiatan