Roh Kudus yang Menghidupkan

Roh Kudus yang Menghidupkan

Belum ada komentar 277 Views

Para murid mengalami ketakutan dan ketidak pastian, sebab Yesus, guru dan tokoh yang mereka andalkan telah disalibkan dengan cara yang mengenaskan. Bukan hanya itu, ancaman orang-orang Yahudi yang telah menyalibkan Yesus, ditambah pasukan Romawi yang menganggap mereka sebagai pemberontak telah menyempurnakan ketakutan mereka. Karena itu lah, mereka hidup dalam ruangan tertutup dan terkunci, sebagai tempat yang mereka anggap paling aman. “Damai sejahtera bagi kamu!” adalah sapaaan dari Yesus yang ingin menghibur para murid yang dicekam ketakutan dan sekaligus menegaskan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan mereka. Sapaan ini menghidupkan kembali semangat dan harapan mereka bahwa Yesus hadir di tengah mereka dan mengerti pergumulan hidup mereka.

Kemudian Yesus mengembusi para murid dan berkata, “Terimalah Roh Kudus.” Roh Kudus yang dulu dijanjikan (Yoh. 14:16) kini sungguh hadir diantara para murid untuk membangkitkan semangat dan pengharapan yang hampir mati. Peristiwa ini mengingatkan akan kisah penciptaan di mana Allah menghembuskan nafas kehidupan (Kej. 2:7). Juga seperti peristiwa yang disaksikan oleh Yehezkiel 37, ketika Tuhan Allah memanggil nafas kehidupan untuk menghidupkan tulang-tulang yang berserakan.

Kehidupan para murid seumpama pelita yang hampir padam kini menyala kembali, seperti buluh yang terkulai kini tegak kembali. Kedatangan dan penyertaan Roh Kudus dalam hidup mereka seperti membawa kehidupan baru dari kematian. Bila Roh Kudus hadir dalam kehidupan orang percaya, maka mereka akan disadarkan kembali akan tugas panggilannya. Roh Kudus sendiri lah yang telah membuat para murid Yesus berani menghadapi tantangan dan melawan ketakutan. Dengan penyertaan Roh Kudus, mereka tidak akan bersembunyi lagi, melainkan dengan penuh keyakinan diri mewujudkan pengutusan Kristus dalam hidup mereka masing-masing.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan