Roh Kudus yang Menghidupkan

Roh Kudus yang Menghidupkan

Belum ada komentar 206 Views

Para murid mengalami ketakutan dan ketidak pastian, sebab Yesus, guru dan tokoh yang mereka andalkan telah disalibkan dengan cara yang mengenaskan. Bukan hanya itu, ancaman orang-orang Yahudi yang telah menyalibkan Yesus, ditambah pasukan Romawi yang menganggap mereka sebagai pemberontak telah menyempurnakan ketakutan mereka. Karena itu lah, mereka hidup dalam ruangan tertutup dan terkunci, sebagai tempat yang mereka anggap paling aman. “Damai sejahtera bagi kamu!” adalah sapaaan dari Yesus yang ingin menghibur para murid yang dicekam ketakutan dan sekaligus menegaskan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan mereka. Sapaan ini menghidupkan kembali semangat dan harapan mereka bahwa Yesus hadir di tengah mereka dan mengerti pergumulan hidup mereka.

Kemudian Yesus mengembusi para murid dan berkata, “Terimalah Roh Kudus.” Roh Kudus yang dulu dijanjikan (Yoh. 14:16) kini sungguh hadir diantara para murid untuk membangkitkan semangat dan pengharapan yang hampir mati. Peristiwa ini mengingatkan akan kisah penciptaan di mana Allah menghembuskan nafas kehidupan (Kej. 2:7). Juga seperti peristiwa yang disaksikan oleh Yehezkiel 37, ketika Tuhan Allah memanggil nafas kehidupan untuk menghidupkan tulang-tulang yang berserakan.

Kehidupan para murid seumpama pelita yang hampir padam kini menyala kembali, seperti buluh yang terkulai kini tegak kembali. Kedatangan dan penyertaan Roh Kudus dalam hidup mereka seperti membawa kehidupan baru dari kematian. Bila Roh Kudus hadir dalam kehidupan orang percaya, maka mereka akan disadarkan kembali akan tugas panggilannya. Roh Kudus sendiri lah yang telah membuat para murid Yesus berani menghadapi tantangan dan melawan ketakutan. Dengan penyertaan Roh Kudus, mereka tidak akan bersembunyi lagi, melainkan dengan penuh keyakinan diri mewujudkan pengutusan Kristus dalam hidup mereka masing-masing.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan