Roh Kudus Memberi Kekuatan Dalam Bersaksi

Roh Kudus Memberi Kekuatan Dalam Bersaksi

Belum ada komentar 167 Views

Bersaksi (Marturia) adalah salah satu tugas Gereja – Orang-orang percaya yang tidak mudah. Menjadi saksi merupakan persoalan yang pelik. Lebih dari menjadi saksi dalam pengadilan. Karena bersaksi bukan sekedar kata-kata tetapi gaya hidup.

Dalam bersaksi kita tidak perlu takut ditolak atau tidak dipercayai oleh orang lain. Karena tugas kita bersaksi tentang apa yang benar. Yang telah kita dengar dan terima dari Tuhan. Roh Kudus telah memberi kita kuasa untuk bersaksi. Namun ketika kita melaksanakannya kita menyadari akan ketidak mampuan hidup sesuai panggilan ilahi. Realitas ini membuat Paulus dari balik tahanan mengingatkan Timotius agar tidak takut menjadi seorang Pemberita Injil (saksi). Meskipun Timotius diperhadapkan pada hambatan-hambatan :

Faktor Internal: masih muda dan belum berpengalaman ( I Tim 4:12), Pemalu (introvert), kurang percaya diri (I kor 16:10), dan sakit-sakitan, khususnya gangguan perut (I Tim 5:23),

Faktor Eksternal: kemungkinan penganiayaan berat dari luar gereja (kaisar Nero berusaha untuk menghentikan perkembangan kekristenan di Roma) dan adanya guru-guru palsu di dalam gereja.

Sebesar dan seberat apapun kelemahan diri dan hambatan kita, tidak dapat membatalkan Tugas Panggilan Gereja “Bersaksi”. Karena Roh Kudus telah dicurahkan agar Gereja efektif bersaksi. Seperti nasehat Paulus kepada Timotius :

“Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan,
melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”.

LS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan