Prapaham bukan Prasangka

Prapaham bukan Prasangka

Belum ada komentar 95 Views

Prapaham adalah sesuatu yang ada dalam diri kita, yang menyebabkan kita melihat atau tidak melihat sesuatu dalam teks (konteks). Prapaham dibiarkan terbuka sehingga kemudian membuat saya menjadi paham. Prasangka adalah prapaham yang saya biarkan tertutup terus dan tidak pernah menjadi paham. Prasangka adalah prapaham yang disalahpahami sebagai paham (Emanuel Gerrit Singgih Ph.D).

Ketika Paulus memahami apa yang terjadi dalam kehidupan jemaat Kolose, ia menaikkan ungkapan syukurnya. Ia memahami karena ia mendengar apa yang terjadi (mendengar tentang iman dan kasih orang-orang Kolose). Kehadiran Epafras menolong Paulus untuk memahami lebih baik bagaimana Injil diberitakan dan memberi pertumbuhan dalam kehidupan jemaat. Jemaat Kolose pun mengalami pertumbuhan dalam iman dan tindakan kasih karena mereka mendengar dan membuka pikiran mereka untuk memahami Injil dengan baik. Alhasil prapaham membuat mereka semakin diperkaya dalam kebenaran dan kasih Kristus. Prapaham Paulus terhadap kondisi Kolose membuat ia bersikap mendukung, memuji dan mendoakan pertumbuhan iman jemaat Kolose.

Keterbukaan kita sebagai sebuah gereja harus diawali dengan prapaham kita terhadap dunia di sekeliling kita, terhadap setiap kondisi dari orang-orang yang kita jumpai. Ketika prasangka memenuhi pikiran kita maka kita tidak mampu memiliki pengertian yang baik akan kondisi orang lain atau kondisi yang terjadi disekitar kita. Prasangka menghambat kita untuk maju dan membuka diri bagi sesama. Kembangkan prapaham buang prasangka sehingga kita dapat terus menghadirkan keterbukaan membangun kehidupan yang ramah untuk ditinggali bersama.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan