Keajaiban Natal: Keajaiban Pertobatan

Pernahkah saudara mengalami pertobatan?

Belum ada komentar 28 Views

Dalam bacaan kita pertobatan diserukan karena Kerajaan Allah sudah dekat. Dengan kata lain, karena Tuhan Yesus akan hadir di dunia. Tidak ada seorangpun yang menduga seperti apa Yesus dan dalam keluarga seperti apa Dia. Namun yang terpenting adalah bagaimana orang menyiapkan diri untuk kedatanganNya.

Saya membayangkan, kalau Yesus lahir di sebuah istana Raja, maka semua orang akan berbondong-bondong membeli baju dan sepatu baru. Orang juga akan mencoba memasakkan makanan terenak, menggunakan mentega termahal, atau kecap kelas dunia. Namun jika mereka tahu bahwa Yesus lahir di sebuah kandang domba yang sederhana, manusiawi sekali jika mereka tidak mengindahkan kedatanganNya. Itu sebabnya bagi Yohanes yang terpenting adalah menyiapkan hati umat agar mereka dengan hati menerima kehadiran Sang Mesias.

Hati yang seperti apa yang Yohanes harapkan? Dalam pernyataan Yohanes, dia hanya menyerukan pentingnya bertobat atau memperbarui diri. Sekalipun mereka keturunan Abraham, ternyata bukan jaminan kalau mereka akan menjadi warga Kerajaan Allah dan menghasilkan banyak buah. Justru dengan keras Yohanes Pembaptis menggelitik area rasa para pendengarnya, “Hai keturunan ular beludak!” Itu berarti, bukan keturunan atau ilmu yang mereka punya yang Tuhan perhitungkan tetapi hati yang baru.

Seperti apa hati yang baru? Ternyata tidak muluk-muluk pertobatan yang Yohanes maksudkan. Ada 3 jenis orang yang bertanya kepada Yohanes, Pertama, Orang banyak. Sederhana sekali nasehatnya, “Kalau seorang punya 2 helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” Nah, apakah kita termasuk orang banyak? yang punya lebih dari 2 baju dan punya makanan lebih di rumah? Mari pikirkan di hari Natal ini dan seterusnya, kepada siapa kita akan berbagi daripada menumpuk koleksi kita tahun demi tahun dan membuang makanan istimewa kita karena kita kekenyangan.

Kedua, Pemungut Cukai. Mereka adalah orang yang bekerja dengan uang dan dapat memperdaya orang lain dengan uang. Sederhana sekali, “Jangan menagih lebih banyak dari yang telah ditentukan barium.” Dengan kata lain, kalau saudara kini adalah orang Kristen yang bekerja dan menentukan uang yang diberikan atau ditarik dari pelanggan, pikirkanlah bahwa hidup ini bukan untuk memperkaya diri sendiri. Melainkan untuk menjadi berkat bagi banyak orang dengan talenta dan berkat yang Tuhan sudah berikan kepada kita.

Ketiga, Prajurit. Mereka adalah orang yang bekerja dengan penghasilan yang cukup, tidak berlebih. Saran Yohanes, pertobatan mereka adalah, “Jangan merampas dan memeras… cukupkan diri dengan gajimu.”

Mengapa Yohanes menyerukan pertobatan kepada ketiga jenis orang seperti di atas? Karena Yohanes sadar bahwa Tuhan juga akan hadir di dunia melalui mereka sehingga melalui merekalah dunia melihat KEAJAIBAN PERTOBATAN dan Kristus di dalam mereka.

Doa: Bapa di Surga, Ubah hati kami untuk mencukupkan diri dengan apa yang kami punya sambil menjadi berkat dari apa yang kami punya. Dalam Kristus kami berdoa. Amin.

RJS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berpartisipasi ke dalam Peristiwa Trinitas
    Lukas 3:22
    Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan sebuah peristiwa Trinitarian. Artinya, di dalam peristiwa itu, ketiga Pribadi ilahi, Bapa, Anak, dan Roh...
  • Keajaiban Natal: Keajaiban Persahabatan
    Luk. 1:39-55
    Pernahkah saudara pergi dalam keadaan hamil ke pegunungan tanpa kendaraan yang memadai? Maria pernah. Dia pergi ke seorang sahabat...
  • Keajaiban Belas Kasihan
    Apa bedanya kasihan dengan belas kasihan Tuhan? Dua puluh tahun yang lalu waktu saya melayani di sebuah rumah singgah,...
  • Keajaiban Pengampunan
    Mazmur 25:1-10
    Mana yang lebih mudah: meminta maaf atau memaafkan orang yang menyakiti kita? Kehadiran Tuhan dalam hidup orang percaya mengajak...
  • raja
    Raja-kan Yesus
    Raja menciptakan, sekaligus memimpin kerajaan mereka; dan sebuah kerajaan akan mencerminkan pemimpinnya. Tuhan Yesus kerap diumpamakan sebagai seorang raja...
Kegiatan