komisi senior

Perayaan Paska Komisi Senior GKIPI

Belum ada komentar 87 Views

Hari Selasa pagi, 5 April 2016, jarum jam belum menunjukkan angka 7, tetapi sekelompok anggota Komisi Senior dengan wajah ceria dan antusias telah berkumpul di Plaza GKI Pondok Indah, kemudian disusul oleh anggota-anggota lainnya. Ya, pagi itu Komisi Senior GKI PI akan menyelenggarakan Perayaan Paska di Gereja Haleluyah TMII.

Kedisiplinan para anggota Komisi Senior patut diacungi jempol, karena sebelum pukul 8.00, ke-105 peserta telah berkumpul semuanya. Dengan menggunakan dua bus dan enam kendaraan pribadi, rombongan menuju TMII. Berhubung yang berkunjung para senior, maka Pengurus Komisi Senior mengajukan permintaan diskon ke pihak TMII, sehingga karcis masuk dari Rp 10.000 per orang diturunkan menjadi Rp 5.000 per orang. Dengan demikian setiap peserta dikenakan kontribusi sebesar Rp 20.000 untuk biaya transportasi, karcis masuk, snack, minuman, makan siang dan buah.

Kebaktian Perayaan Paska diselenggarakan di Gereja Haleluyah TMII dengan membayar kontribusi Rp 1.500.000 (Rp 1.000.000 untuk biaya pemakaian gedung gereja dan dibayar ke TMII, dan Rp 500.000 untuk kas Gereja Haleluyah). Kebaktian ini dipimpin oleh Pdt. Rudianto Djajakartika, yang sekaligus merupakan Pendeta Pendamping Komisi Senior GKI PI, dengan tema: ”Mendapatkan Kehidupan”. Pembacaan Alkitab diambil dari Yohanes 5:24–29. Peristiwa Paska membuktikan bahwa Yesus telah bangkit dan menang atas kematian. Karena itu, hidup kekal merupakan pilihan bagi kita, sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes 5:4: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa mendengar perkataanku dan percaya kepada Dia yang mengutus aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”

Sebagai ungkapan syukur dari para peserta, terkumpul uang persembahan sebesar Rp 3.255.000. Dari jumlah tersebut, Rp 2.255.000 disumbangkan untuk Pembangunan Community Center, dan Rp 1.000.000 untuk Gereja Haleluyah TMII. Terima kasih atas partisipasi para anggota Komisi Senior.

Setelah menikmati makan siang yang lezat, Perayaan Paska diakhiri dengan kunjungan ke Museum Hakka Indonesia. Pilihan jatuh ke museum ini, karena selain memperkenalkan budaya Tionghoa dan sejarah kedatangan suku Tionghoa ke Indonesia yang tidak banyak diketahui orang, juga menyediakan fasilitas bagi para senior sehingga dapat berkeliling dengan nyaman.

Museum ini mengadopsi konsep rumah tradisional Tulou yang terkenal, yaitu Zhenceng Lou, yang terletak di Yonding Fujian, Tiongkok Selatan. Bangunan tiga lantai ini menyimpan koleksi yang berhubungan dengan suku Tionghoa pada umumnya dan suku Hakka khususnya.

Sejarah Tionghoa di Indonesia terungkap melalui koleksi-koleksi di museum ini, antara lain gambar peta jalur perjalanan orang Tionghoa ke Nusantara, mangkuk-mangkuk keramik, foto-foto buruh Tionghoa, kuliner Tionghoa yang ternyata banyak diadopsi sebagai makanan kita sehari-hari, alat-alat pertanian, peralatan pembuatan obat-obat dan jamu, tandu orang Hakka, kebaya Tionghoa, wayang Potehi dan berbagai koleksi artefak dan pusaka yang berhubungan dengan kebudayaan Tionghoa.

Tak kalah menariknya adalah Ruang Merah Putih. Di bawah tulisan “Indonesia Kepadamu Kami Berbakti” berjajar foto tokoh-tokoh Tionghoa Indonesia yang berjasa terhadap Nusa dan Bangsa dalam masa Perjuangan Kemerdekaan dan Pembangunan Nasional di berbagai bidang kehidupan, mulai dari pertahanan dan keamanan, kepala daerah, ekonomi, politik, agama, pendidikan, hak asasi manusia, hukum, kedokteran, hingga sastra, seni dan budaya. Foto beberapa anggota jemaat GKI PI juga termasuk di dalamnya, seperti Bpk Ir. Oh Hok Djoen (suami ibu Lioe Djoened) dan Bpk. Gunawan Ardhi Wardhana (Ang Giok Goen, suami ibu Anneke). •

» Zilvanus Imanuel

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
Kegiatan