Perang Raja-Raja

Perang Raja-Raja

Belum ada komentar 55 Views

Pak Pendeta,

Sebagai orang awam, ketika membaca bagian-bagian tertentu di dalam Kitab Perjanjian Lama, sering kali saya menjadi bingung. Karena itu saya mau bertanya beberapa hal sebagai berikut:

  1. Dalam 2 Samuel 11:1, 1 Tawarikh 20:1 dan beberapa ayat lain, dikatakan bahwa pada pergantian tahun, raja-raja biasanya maju berperang. Mengapa ada perang pada waktu itu? Apakah ini adat mereka pada masa itu atau ada yang melatarbelakanginya?
  2. Dalam Maz. 89:11 dan beberapa ayat lainnya ada pernyataan bahwa “Engkaulah yang meremukkan Rahab”. Apa maksud pernyataan itu?
  3. Dalam Ayub 38:31-32 ada nama-nama bintang. Apa maksudnya atau memang ada nama-nama bintang tersebut pada masa itu?

Atas jawaban yang Bapak sampaikan, saya mengucapkan terima kasih.

Salam,
Hendrick-Jakarta

 

Jawab:
Sdr. Hendrick, pertanyaan Anda adalah bagian dari ‘mencintai Alkitab’. Saya senang. Nah, ini jawaban saya:

  1. Betul, dalam beberapa ayat memang disebutkan, bahwa raja-raja biasa berperang pada waktu pergantian tahun. Tidak terlalu jelas, mengapa muncul kebiasaan ini. Yang jelas pergantian tahun Ibrani itu dimulai di bulan Maret, ketika musim dingin berganti dengan musim semi. Dalam 2 Samuel 11:1, terjemahan dalam bahasa Inggris tidak menyebutkan ‘pada waktu pergantian tahun’ tetapi ‘in the springtime’. Jadi lebih mengacu bukan pada pergantian tahunnya, tetapi pada musimnya. Sangat mungkin, faktor musim inilah yang memengaruhi kebiasaan tadi. Yang jelas, amat sulit berperang di musim dingin, sehingga sangat mungkin penyerbuan awal dilakukan setelah musim dingin lewat.
  2. Dalam Mazmur 89:11 ada pernyataan: ‘Engkaulah yang meremukkan Rahab’. Dalam tradisi Israel, Rahab itu adalah nama sejenis makhluk mistis yang berasal dari laut (moster laut). Nah, sejajar dengan ayat 10 di mana diungkapkan bahwa Allah yang memerintah kecongkakan laut, maka ungkapan ‘Engkaulah yang meremukkan Rahab’ dapat diartikan, bahwa Allah itu menguasai lautan, mengaturnya, mengendalikannya, termasuk ‘para penguasa lautan’ tunduk kepada-Nya.
  3. Dalam Ayub 38:31-32 ada nama bintang-bintang. Sejak zaman dahulu, ketika belum ditemukan kompas, manusia memang menentukan arah dengan bintang. Jadi, ilmu astronomi memang sudah berkembang sejak zaman dahulu. Sejalan dengan perkembangan ilmu astronomi, maka penamaan bintang-bintang adalah sebuah keniscayaan. Jadi, betul, memang ada nama bintang-bintang pada masa itu.

Demikian jawaban saya, semoga bisa membantu.

 

Pdt. Rudianto Djajakartika

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Pastoralia
  • Kerajaan Maut
    Anugerah Keselamatan
    Pak Pendeta yang budiman, Saya sudah termasuk lansia dan dibaptis sekian puluh tahun yang lalu. Buku pedoman katekisasi yang...
  • upacara gereja
  • Kerajaan Maut
    Samakah Arti Neraka dan Kerajaan Maut?
    Pak Pendeta yang budiman, Mohon pencerahan mengenai beberapa hal: Samakah arti Neraka dan Kerajaan Maut; dan siapakah yang menciptakannya,...
  • ALLAH Sang Sutradara?
    Bapak Pendeta Yth. Saya sedang membaca kitab Yehezkiel dan di sana terdapat banyak segala nubuatan, baik bagi bangsa Israel,...
  • Manusia Purba
    Pak Pdt. yang baik, Bolehkah saya meminta penjelasan tentang pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, yang mengusik hati saya: Siapakah manusia...
Kegiatan