Peran dan Tanggung Jawab Gereja di Tengah Masyarakat

Peran dan Tanggung Jawab Gereja di Tengah Masyarakat

3 Komentar 4605 Views

Perumpamaan “orang samaria yang  Baik Hati” diawali dengan sebuah pertanyaan, “Guru, apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ?” Pertanyaan ini berakhir dengan sebuah tindakan praktis, yang tanpa kata-kata menjelaskan apa artinya menyatukan diri dengan penderitaan sesama manusia di pinggir-pinggir jalan kehidupan.

Demikian juga ketika muncul pertanyaan seorang ahli hukum agama, “Apa yang harus aku perbuat?” Ditutup dengan jawaban Yesus, “Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Maksud Yesus, “Praktikkan sajalah apa yang telah kamu ketahui dan yang selalu kamu katakan itu, “Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu.”

Belum puas dengan jawaban itu, Si ahli Taurat mengajukan sebuah pertanyaan lagi, yang ia harapkan akan bisa memancing perdebatan teologis yang lebih seru, lebih panjang, dan lebih ilmiah “Siapakah sesamaku manusia”?

“Aku tak tahu namanya,” jawab Yesus. “Dan dalam banyak kasus, tak perlu tahu. Sebab “sesama manusia” itu bisa siapa saja. Sesama adalah siapa saja yang tergeletak tanpa daya di pinggir-pinggir jalan yang kaulalui. Tak penting apakah ia Yahudi atau Samaria, Islam atau Kristen, Afghanistan atau Amerika, warga keturunan atau pribumi.

Beberapa topik keprihatinan mendalam gereja, seperti misalnya kebebasan memberitakan Injil, dapat dianggap begitu penting sampai diberhalakan. Sementara kebutuhan lain yang sama pentingnya, seperti berpihak pada orang miskin dan keadilan, menjadi terabaikan.

Gereja Kristen Indonesia adalah gereja yang dipanggil untuk menjadi sesama bagi yang lain. Bagi Yesus, persoalan “siapakah sesamaku manusia” bukanlah bagian dari sebuah wacana perdebatan tingkat tinggi, melainkan bagian dari situasi dan pengalaman kehidupan sehari-hari.

(TT)

3 Comments

  1. Pdt.Dr.Heryanto

    Saya sangat sependapat pernyataan dan Buah pikiran di atas. Jika setiap gereja mencermati tulisan ini maka saatnya sekarang gereja-gereja tidak hanya sekedar berkata-kata theology,dogma dibalik mimbar, tidak hanya menjaga kekuatan doktrin maxing-masing gereja, tetapi kecenderungan gereja adalah ber action buat komunitas di luar gereja, dan itulah hakekat gereja dan kehidupan gereja sesungguhnya. Semakin banyak kata-kata bisa saja salah tetapi semakin banyak berbuat pasti banyak dampak dan hasil yang positif.

  2. David Ngawi

    Saya menyetujui pendapat saudara.

  3. Alfred Wamena

    Bagi saya, sudah terlalu banyak orang berbicara mengenai teori namun prakteknya tidak ada yang dapat melakukannya dengan benar. Jadi menurut saya, melakukan pekerjaan yang sudah Tuhan Yesus berikan kepada kita yaitu “Gembalakanlah domba-domba-Ku”, siapakah domba itu, mereka adalah orang-orang yang dimarginalkan dan tak pernah tersentuh. Oleh sebab itu, mari kita beraction dan jangan hanya ber-NATO…Mat melayani

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Keajaiban Belas Kasihan
    Apa bedanya kasihan dengan belas kasihan Tuhan? Dua puluh tahun yang lalu waktu saya melayani di sebuah rumah singgah,...
  • Keajaiban Pengampunan
    Mazmur 25:1-10
    Mana yang lebih mudah: meminta maaf atau memaafkan orang yang menyakiti kita? Kehadiran Tuhan dalam hidup orang percaya mengajak...
  • raja
    Raja-kan Yesus
    Raja menciptakan, sekaligus memimpin kerajaan mereka; dan sebuah kerajaan akan mencerminkan pemimpinnya. Tuhan Yesus kerap diumpamakan sebagai seorang raja...
  • Mendekat atau Menjauh?
    Ibrani 10:11-25
    Saudara, pernahkan saudara menolong seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan, dan saudara tidak mengharapkan ia membalas pertolongan saudara karena saudara...
Kegiatan