Peran dan Tanggung Jawab Gereja di Tengah Masyarakat

Peran dan Tanggung Jawab Gereja di Tengah Masyarakat

3 Komentar 3658 Views

Perumpamaan “orang samaria yang  Baik Hati” diawali dengan sebuah pertanyaan, “Guru, apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ?” Pertanyaan ini berakhir dengan sebuah tindakan praktis, yang tanpa kata-kata menjelaskan apa artinya menyatukan diri dengan penderitaan sesama manusia di pinggir-pinggir jalan kehidupan.

Demikian juga ketika muncul pertanyaan seorang ahli hukum agama, “Apa yang harus aku perbuat?” Ditutup dengan jawaban Yesus, “Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Maksud Yesus, “Praktikkan sajalah apa yang telah kamu ketahui dan yang selalu kamu katakan itu, “Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu.”

Belum puas dengan jawaban itu, Si ahli Taurat mengajukan sebuah pertanyaan lagi, yang ia harapkan akan bisa memancing perdebatan teologis yang lebih seru, lebih panjang, dan lebih ilmiah “Siapakah sesamaku manusia”?

“Aku tak tahu namanya,” jawab Yesus. “Dan dalam banyak kasus, tak perlu tahu. Sebab “sesama manusia” itu bisa siapa saja. Sesama adalah siapa saja yang tergeletak tanpa daya di pinggir-pinggir jalan yang kaulalui. Tak penting apakah ia Yahudi atau Samaria, Islam atau Kristen, Afghanistan atau Amerika, warga keturunan atau pribumi.

Beberapa topik keprihatinan mendalam gereja, seperti misalnya kebebasan memberitakan Injil, dapat dianggap begitu penting sampai diberhalakan. Sementara kebutuhan lain yang sama pentingnya, seperti berpihak pada orang miskin dan keadilan, menjadi terabaikan.

Gereja Kristen Indonesia adalah gereja yang dipanggil untuk menjadi sesama bagi yang lain. Bagi Yesus, persoalan “siapakah sesamaku manusia” bukanlah bagian dari sebuah wacana perdebatan tingkat tinggi, melainkan bagian dari situasi dan pengalaman kehidupan sehari-hari.

(TT)

3 Comments

  1. Pdt.Dr.Heryanto

    Saya sangat sependapat pernyataan dan Buah pikiran di atas. Jika setiap gereja mencermati tulisan ini maka saatnya sekarang gereja-gereja tidak hanya sekedar berkata-kata theology,dogma dibalik mimbar, tidak hanya menjaga kekuatan doktrin maxing-masing gereja, tetapi kecenderungan gereja adalah ber action buat komunitas di luar gereja, dan itulah hakekat gereja dan kehidupan gereja sesungguhnya. Semakin banyak kata-kata bisa saja salah tetapi semakin banyak berbuat pasti banyak dampak dan hasil yang positif.

  2. David Ngawi

    Saya menyetujui pendapat saudara.

  3. Alfred Wamena

    Bagi saya, sudah terlalu banyak orang berbicara mengenai teori namun prakteknya tidak ada yang dapat melakukannya dengan benar. Jadi menurut saya, melakukan pekerjaan yang sudah Tuhan Yesus berikan kepada kita yaitu “Gembalakanlah domba-domba-Ku”, siapakah domba itu, mereka adalah orang-orang yang dimarginalkan dan tak pernah tersentuh. Oleh sebab itu, mari kita beraction dan jangan hanya ber-NATO…Mat melayani

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
  • pulihkan
    Sekolah Kehidupan: Tuhan Pulihkanku!
    Mazmur 80:3
    Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Bagaimana mungkin wajah Tuhan bersinar kepada kita jika...
  • sekolah kehidupan
    Keluarga: SEKOLAH KEHIDUPAN
    Filipi 2:5
    hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Bagaimana mungkin kita dapat...
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
Kegiatan