Penjagaku tidak Terlelap

Penjagaku tidak Terlelap

Kej. 12:1-4a; Mzm. 121; Rom. 4:1-5, 13-17; Yoh. 3:1-17

Belum ada komentar 136 Views

“In God we trust” , kalimat yang tertulis di mata uang dollar Amerika sejak 1957 ini, jika bukan hanya sebatas slogan saja akan memberikan kelegaan dalam hidup ini. Kepercayaan adalah dasar yang penting dalam kehidupan. Ketika misalnya dalam suatu rumah tangga yang awalnya didasari dengan saling percaya sekonyong-konyong berada di ambang kehancuran karena kata ‘saling memercayai’ mulai tergerus, tereduksi dan hanya tersisa kata ‘saling mencurigai’. Seorang pemain akrobat misalnya, mesti percaya kepada orang yang menjaganya. Mereka dapat terbang di udara sambil berputar secara mengagumkan sampai dua, tiga, atau empat kali. Penampilan yang istimewa ini hanya mungkin karena ada penjaga yang selalu siap membantu.

Sebagian besar hidup kita boleh dikatakan adalah “terbang berputar”. Amatlah mengagumkan kalau kita dapat terbang bebas di udara seperti seekor burung. Tetapi kalau Tuhan tidak ada di sana dan siap untuk menangkap kita, terbang kita tidak akan andal.

Ketika umat Israel melakukan ziarah ke Yerusalem, mereka pulang dan pergi harus melewati jalur pegunungan yang berliku dan curam, ditambah lagi dengan ancaman bahaya lainnya yang seringkali tidak pernah dapat diduga. Untuk menghadapi itu, umat menyemangati dirinya dengan menyanyikan mazmur – mazmur ziarah, termasuk mazmur 121 ini. Mereka teringat dan percaya bahwa sumber pertolongan itu nyata ketika mereka berharap kepada Tuhan. Mereka tidak perlu merasa takut dan gentar, karena Sang Khalik adalah Tuhan yang tidak pernah terlelap dan tertidur. Dia mampu menjaga dan menaungi umat-Nya. Tuhan sanggup melindungi umat-Nya dari segala mara bahaya dan kecelakaan. Ia menjagai nyawa umat-Nya sampai kapanpun.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
Kegiatan