Penjagaku tidak Terlelap

Penjagaku tidak Terlelap

Kej. 12:1-4a; Mzm. 121; Rom. 4:1-5, 13-17; Yoh. 3:1-17

Belum ada komentar 171 Views

“In God we trust” , kalimat yang tertulis di mata uang dollar Amerika sejak 1957 ini, jika bukan hanya sebatas slogan saja akan memberikan kelegaan dalam hidup ini. Kepercayaan adalah dasar yang penting dalam kehidupan. Ketika misalnya dalam suatu rumah tangga yang awalnya didasari dengan saling percaya sekonyong-konyong berada di ambang kehancuran karena kata ‘saling memercayai’ mulai tergerus, tereduksi dan hanya tersisa kata ‘saling mencurigai’. Seorang pemain akrobat misalnya, mesti percaya kepada orang yang menjaganya. Mereka dapat terbang di udara sambil berputar secara mengagumkan sampai dua, tiga, atau empat kali. Penampilan yang istimewa ini hanya mungkin karena ada penjaga yang selalu siap membantu.

Sebagian besar hidup kita boleh dikatakan adalah “terbang berputar”. Amatlah mengagumkan kalau kita dapat terbang bebas di udara seperti seekor burung. Tetapi kalau Tuhan tidak ada di sana dan siap untuk menangkap kita, terbang kita tidak akan andal.

Ketika umat Israel melakukan ziarah ke Yerusalem, mereka pulang dan pergi harus melewati jalur pegunungan yang berliku dan curam, ditambah lagi dengan ancaman bahaya lainnya yang seringkali tidak pernah dapat diduga. Untuk menghadapi itu, umat menyemangati dirinya dengan menyanyikan mazmur – mazmur ziarah, termasuk mazmur 121 ini. Mereka teringat dan percaya bahwa sumber pertolongan itu nyata ketika mereka berharap kepada Tuhan. Mereka tidak perlu merasa takut dan gentar, karena Sang Khalik adalah Tuhan yang tidak pernah terlelap dan tertidur. Dia mampu menjaga dan menaungi umat-Nya. Tuhan sanggup melindungi umat-Nya dari segala mara bahaya dan kecelakaan. Ia menjagai nyawa umat-Nya sampai kapanpun.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan