Pelayanan ke Lembaga Pemasyarakatan Dewasa Tangerang

KOMISI PENGABARAN INJIL GKI PI

Belum ada komentar 39 Views

Pada hari Selasa pagi tanggal 2 Mei yang lalu, saya sudah berada di GKI PI pada pk. 8.00 untuk bersama-sama dengan beberapa teman dari Komisi Pengabaran Injil berangkat ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Dewasa Tangerang. Di sana kami bergabung dengan teman-teman dari GKI Wahid Hasyim.

Kami langsung mempersiapkan ibadah bersama teman-teman warga binaan. Pihak LP sebenarnya memiliki laptop baru, tapi sayang belum disiapkan untuk menayangkan gambar dengan sistem Power Point, sehingga akhirnya khotbah disampaikan dengan biasa. Namun panggung telah dipersiapkan dengan baik dengan gitar listrik, mikrofon dan keyboard.

Kapasitas tempat duduk di gereja Lembaga Pemasyarakatan ini lebih dari 160 orang, karena merupakan LP kelas 1, dengan jumlah hunian lebih besar dari 1500 orang. Jumlah hunian di seluruh Indonesia dari data internet adalah 173.713 orang. Indonesia menduduki peringkat kesepuluh dunia, sedangkan peringkat satu dunia dipegang oleh Amerika Serikat dengan jumlah hunian 2.217.713 orang.

Ibadah merupakan kegiatan rutin yang disukai oleh para warga binaan, dan setiap hari ada kebaktian atau persekutuan yang dilayani oleh berbagai gereja. Kami disambut dengan baik dan gembira karena pelayanan ini merupakan kegiatan rutin GKI PI dan GKI Wahid Hasyim. Para warga binaan sudah mengenal beberapa pelawat yang berkunjung ke tempat ini.

Ibadah mulai dengan satu orang yang menyampaikan Firman Tuhan dan dua warga binaan yang memandu nyanyian bersama. Saya mewakili GKI PI memberitakan Firman Tuhan dari Lukas 24:13-35, yaitu kisah tentang Yesus yang menampakkan diri di perjalanan ke Emaus. Para warga binaan diharapkan untuk ikhlas, sabar, banyak berdoa dan pantang menyerah. Bila tidak demikian, mereka akan bisa mengalami sakit lambung, tekanan darah tinggi, stroke dan bisa berakhir dengan kematian. Semangat pantang menyerah Kristus ditunjukkan dengan menyusul murid-murid-Nya ke Emaus.

Kesaksian pujian diberikan oleh grup yang terdiri atas pemandu pujian, pembina warga binaan, dan tiga orang lainnya. Lagu indah yang mereka nyanyikan ternyata diciptakan oleh salah seorang di antara mereka sendiri.

Untuk lebih memberi semangat kepada mereka, dalam kesempatan ini diadakan acara menyerukan Yel-Yel, Berpacu Dalam Melodi, dan Kuis Alkitab, dengan hadiah-hadiah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Acara ini belum pernah dilakukan di sana, dan terlihat bahwa para warga binaan senang sekali mengikutinya.

Dalam sesi doa syafaat, seorang pemandu nyanyian minta didoakan supaya dapat terus ikut persekutuan dan tidak kembali ke jalan “dunia”. Seorang pemain gitar listrik meminta didoakan agar PB-nya dapat segera keluar. PB adalah Pembebasan Bersyarat, yang berupa surat keluar LP dari Jakarta sesuai rapat PB. Memang PB lambat keluar karena yang dirapatkan di Jakarta adalah seluruh penghuni LP di Indonesia yang berjumlah 173.713 orang. Ada yang terlambat satu tahun padahal menurut perhitungan ia seharusnya sudah keluar. Bahkan di sana ada seorang warga binaan yang PB-nya terlambat tiga tahun.

Terungkap pula kisah seorang warga binaan yang mestinya PB-nya keluar bulan Oktober, tapi baru memperoleh surat keputusan tersebut pada bulan Desember. Ketika ia mau protes, pembinanya menasihatinya agar ikhlas menerimanya saja. Jika tidak, ia akan dipenjara lebih lama lagi, karena rapat PB baru diadakan pada bulan April mendatang. Akhirnya ia membatalkan protes tersebut. Para warga binaan memerlukan dukungan doa kita supaya mereka tidak mendapat kesusahan karena masalah birokrasi tersebut dan hal-hal lainnya.

Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Dewasa ini semuanya laki-laki, dan sekitar 60 orang mengikuti ibadah ini. Beberapa orang asing juga ditahan di sana, seperti dari Swedia dan Afrika. Pertemuan kami dengan para warga berjalan dengan sangat baik, karena beberapa orang dari kami sudah saling kenal.

Ibadah diakhiri dengan kata sambutan dari Ibu Evie, Pembina warga Kristen di sana, lalu kami membagikan roti kepada mereka.

Kami kembali ke GKI PI pada pk. 14.00 dengan penuh suka cita. Firman Tuhan di dalam Matius 25:43b berpesan agar kita mengunjungi orang-orang yang dipenjara, menghibur dan mendoakan mereka, dan memberi bantuan kepada mereka, dalam hal ini melalui GKI PI. Semoga semangat Kristus yang pantang menyerah dapat menguatkan dan menjadi berkat bagi mereka.•(HZ)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
  • 4do
    4DO 2017
    4DO (4 Days Out), yang biasa disebut sebagai Retret Remaja, merupakan salah satu program terfavorit Komisi Remaja GKI yang...
  • Arti Pengharapan Dalam Pelayanan Pastoralia
    Pembinaan Pendampingan Pelawat & Pelayat GKI PI
    Kegiatan Pembinaan Pendampingan Pelawat dan Pelayat GKI Pondok Indah diselenggarakan pada hari Sabtu, 1 April 2017, bertempat di kediaman...
  • melek politik
    Melek Politik
    Pesta demokrasi selalu menyedot perhatian seluruh warga negara Indonesia. Khususnya Pilkada DKI Jakarta tahun ini yang penuh dengan polemik...
Kegiatan