Pelangi Tuhan – Pelangi Kita

Pelangi Tuhan – Pelangi Kita

1 Komentar 159 Views

Sejak “sekolah Minggu” dan sebagaimana kita baca dalam teks kita, kita tahu bahwa pelangi adalah tanda bagi manusia, bahwa  Allah takkan lagi menghancurkan bumi dengan air bah yang dahsyat. Padahal bila kita baca Kej. 9:16, ternyata busur (baca: pelangi) itu adalah tanda peringatan bagi Allah sendiri! Untuk mengingatkan-Nya akan janji-Nya sendiri terhadap segala makhluk hidup di bumi.

Dunia dan manusia di dalamnya sudah terlalu rusak di hadapan Allah, sehingga tak ada pilihan lain bagi-Nya kecuali menghancurkannya. Namun yang amat indah di balik kedahsyatan murka Allah itu, adalah terdapatnya celah pengampunan dan kesempatan baru untuk bertobat. Pada akhirnya, ternyata Allah tidak sekadar hendak menghukum bumi dan segala makhluk di dalamnya, melainkan bermaksud untuk membaruinya. Dan IA berkenan melakukannya dengan memulainya dari keluarga Nuh dan segala jenis hewan yang ada.

Maka jelaslah kiranya, bahwa di balik kisah yang menakjubkan ini, Allah adalah Allah yang menghendaki suatu “stabilitas kosmis” yang di dalamnya segenap makhluk (baca: ciptaan) hidup bersama dengan “damai dan sejahtera”. Tidak seperti yang dikeluhkan Allah dalam Kej. 6:11-12, yaitu bumi yang rusak dan penuh kekerasan, dan manusia yang hidup rusak pula. Indah sekali yang dikatakan dalam Kej. 8:22, “…selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

Jika Allah sendiri berkenan menjadikan pelangi sebagai alat   untuk mengingatkan diri-Nya akan janji-Nya sendiri, maka pelangi itu juga harus menjadi peringatan bagi kita, manusia. Agar kita turut “memegang” janji Allah itu, dengan memelihara dan menjaga “stabilitas kosmis” sebagaimana dikehendaki-Nya.

Pelangi-Nya mesti menjadi pelangi kita!

PWS

1 Comment

  1. markus riwu

    Sebagai orang percaya kita harus bersyukur, kita menjadi bagian dari janji berkat yang Tuhan Allah berikan karena yang pasti Allah tidak pernah mengingkari janjiNYA, Allah selalu setia pada JanjiNYa bahkan ketika kehidupan ini sudah sangat rusak Allah selalu punya berinisiatif untuk memulihkan kehidupan orang percaya lewat kehadiran TYK yg telah mati namun bangkit kembali…. sekarang tinggal bagaimana respon kita orang percaya
    Belajar dari NUH yang berani tampil beda untuk selalu hidup benar walapun NUH hidup pada angkatan yang sangat rusak
    so responlah Janji Allah dengan Cara dan Sikap yang benar, TYK memberkati kita semua

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Adalah Ujian!
    Markus 1:9-15
    Istilah kawah Chandradimuka sering dipakai untuk memberi gambaran tentang ladang tempaan atau tempat uji bagi seseorang. Kawah ini diambil...
  • Wajahku, Wajahmu, Wajah Kristus
    Markus 9:2-9
    Isi hati seseorang biasanya nampak dari wajahnya. Orang lain biasanya mampu membacanya. Muka sedih, muka gembira, muka nyinyir, muka...
  • HOMO HOMINI SALUS
    Homo Homini Salus
    1 Korintus 9:16-23
    Hitam atau putih? Warna hitam biasa dipakai untuk menyimbolkan perilaku jahat dan kejam, sedang putih untuk sikap dan tindakan...
  • tentang Allah
    Bukan tentang Aku atau Kamu, tapi tentang Allah
    Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; 1 Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28
    Sesuatu yang biasa, jika dalam hidup bersama di suatu komunitas, ada orang-orang yang ingin menonjolkan diri atau ingin dianggap...
  • Jangan Tunda, Sekaranglah Saatnya
    Yunus 3:1-10; Mazmur 62:5-12; 1 Korintus 7:29-31; Markus 1:14-20
    Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Yahudi, jika seseorang mau belajar tentang keagamaan, maka ia yang menentukan Rabbi yang...
Kegiatan