Natal Musti Usai!

Natal Musti Usai!

1 Komentar 9 Views

Perjumpaan dengan Tuhan adalah sesuatu yang amat indah dan takkan tergantikan oleh apapun, sehingga kita ingin tetap memeganginya dan enggan melepaskannya. Itulah yang terjadi  pada murid-murid di puncak gunung Tabor. Petrus bahkan mengusulkan untuk membuat kemah bagi Yesus, Musa dan Elia (ayat 33).

Itulah juga yang kerap terjadi pada Natal kita. Kita mensyukuri, menyanyikan dan merayakan perjumpaan kita dengan    Tuhan dalam bayi Kristus. Tetapi kita cenderung untuk terus    memegangi dan tak mau melepaskan kesyahduan Natal, serta  enggan menatap kehidupan sesehari tanpa nyanyian malaikat dan kehadiran para Majusi.

Usul Petrus di atas tidak mendapatkan tanggapan, sebaliknya terjadi rekonfirmasi kepengutusan Yesus, dan perintah untuk mendengarkan Dia (ayat 35). Maka Yesus pun mengajak ketiga murid-Nya untuk turun gunung. Dan setiba di kaki gunung mereka langsung   disambut oleh realita pekerjaan dan pelayanan Kristus.

Memang agak sayang membongkar pohon terang yang telah dengan susah-payah bersama segenap keluarga kita hias dan maknai. Tetapi Natal telah usai. Bahkan Natal harus usai! Karena perjumpaan dengan bayi Kristus tidak semestinya menjadikan kita romantis dan lupa mengapa IA datang. Perjumpaan dengan Kristus seharusnya menjadikan kita realistik,  menyingsingkan lengan baju, menjadi mitra Allah memberitakan Injil Kerajaan-Nya melalui ibadah, kata dan perbuatan kita.

Natal sudah usai! Masa kerja dimulai!

PWS

1 Comment

  1. afer dirk malanguna

    Pemahaman saya agak berbeda soal Natal. Bagi saya, Natal adalah sebuah simbol bagi para pengikut Kristus. Simbol, bagaimana ‘Sang Natal’ yaitu Yesus Kristus sendiri yang datang dan ‘lahir’ dalam hati setiap orang percaya. So, kelahiran Sang Natal itu, sesungguhnya akan selalu menjadi alasan untuk setiap orang percaya untuk selalu ‘on the track’ mengikuti dan menjalankan perintahNya. Setiap pribadi di mana Kristus hidup di dalam dirinya akan menghasilkan buah-buah roh. Dan itulah KRISTEN SESUNGGUHNYA!! Dan untuk mencapai hal itu, setiap orang pada setiap detak kehidupannya haruslah selalu ‘BERHARI-NATAL’……….!! Thx.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • berdosa
    Aku lah yang paling berdosa
    I Timotius 1: 12-17
    Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri...
  • Madu atau Racun ?
    Ulangan 30: 15-20
    Dalam perjalanan umat Tuhan memasuki “tanah perjanjian” Musa mengingatkan bahwa mereka sedang dihadapkan pada sebuah pilihan kehidupan atau kematian,...
  • Semakin serupa seperti Kristus
    Thomas Kempis dalam bukunya “Imitatio Christi”, memulai dengan mengutip Yoh.8:12 “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan...
  • sambut
    Sambutlah Sesamamu
    Lukas 13:10-17
    Setelah mengalami pembuangan, Bangsa Israel hidup kembali di Palestina dan Yerusalem. Nubuat dalam Kitab Yesaya ini memberi pengharapan akan...
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
Kegiatan