MUKJIZAT

Yohannes 2:1-11

Belum ada komentar 54 Views

Di dalam kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di perkawinan Kana, muncul catatan sangat penting, yaitu di dalam ayat 11, “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” Inilah kali pertama kata “tanda” (sēmeion) muncul. Kita semua tahu dengan sangat baik kisah “mukjizat” yang Yesus lakukan di Kana itu. Namun demikian, kita mungkin tak pernah sadar bahwa penulis Injil Yohanes tidak satu kali pun memakai istilah “mukjizat” (dunamis). Sebaliknya, 17 kali dipergunakan kata “tanda” (tunggal: sēmeion, 6 kali; jamak: sēmeia, 11 kali).

Terdapat delapan tanda yang Yesus kerjakan semasa karya-Nya sebelum disalibkan. Dan peristiwa di Kana adalah yang pertama. Di dalam Yohanes 2:11 di atas kita belajar bahwa sebuah tanda tidak memiliki kepentingan pada dirinya sendiri. Ia berharga sejauh menunjuk pada yang lain, yaitu “menyatakan kemuliaan-Nya.” Maka, inilah sikap terbaik menghadapi mukjizat, yaitu, jangan terlalu terpesona sedemikian rupa hingga fokus iman kita bukan lagi pada Kristus. Jauh lebih penting Si Pembuat daripada mukjizat itu sendiri. Sebuah mukjizat hanyalah sebuah tanda—bagai sebuah jari yang menunjuk pada Kristus. Jangan terpaku pada jari itu, tapi pada Dia yang ditunjuknya.

Itu sebabnya, tujuan akhir dari semua tanda di dalam Injil Yohanes selalu berlapis ganda: mempermuliakan Kristus dan membangkitkan iman pada Kristus nan mulia itu. Bacalah kembali ayat 11 di atas dan Anda akan menemukan kedua lapisan ini. Demikian pun di ujung injil ini tercatat begini, “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (Yoh. 20:30-31). Maka, jika pun mukjizat tak berlangsung seperti yang kita kehendaki, sejauh kita tetap, bahkan makin, beriman pada Kristus, mukjizat tak sungguh-sungguh diperlukan.

Ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menghidupi
    Menghidupi Pertobatan
    Pertobatan adalah hal yang umum kita dengar. Dalam pemahaman iman Kristen, kita memaknai sebuah pertobatan sebagai respon atas tindakan...
  • kudus
    Setiap Hariku Adalah Hari Kudus!
    Matius 24:36-44
    Dikotomi kotor-bersih, duniawi-rohani, dan dosa-suci, melahirkan pelbagai persoalan serius dalam kehidupan umat percaya. Katakanlah sebagai contoh di sebuah gereja...
  • dilayani
    Datang Untuk Melayani Bukan Untuk Dilayani
    Lukas 23:33-43
    Sang Raja … memang sulit untuk dipahami … alih-alih menyelamatkan diri-Nya, Ia malah memilih mati untuk sesama … Sang...
  • teladan
    Jadilah Teladan
    2 Tes. 3:6-13; Lk. 21:5-19
    Hidup mengikut Yesus, bukan sekedar hidup dengan menyandang nama Kristus, tetapi hidup Yesus itu sendiri harus nampak melalui hidup...
  • kebangkitan
    Kehidupan, Kematian Dan Kebangkitan
    Dalam janji pernikahan selalu ditutup dengan pernyataan: ‘sampai kematian memisahkan kita’. Satu penutup sebuah janji yang kurang menyenangkan! Kenapa...
Kegiatan