Mengikut Sang Anak Domba

Mengikut Sang Anak Domba

Yohanes 1:29-42

Belum ada komentar 167 Views

Akhir-akhir ini banyak bermunculan motivator dan pelatih pengembangan diri. Mereka antara lain menawarkan kepada para peserta pelatihan mereka, untuk mengembangkan dan menajamkan banyak kualifikasi pribadi yang krusial sebagai pemimpin. Namun menarik sekali bahwa nyaris tidak ada di antara mereka yang mendaftarkan mentalitas “bersedia berkorban” sebagai kualifikasi yang penting.

Yohanes Pembaptis, selalu menunjuk kepada Yesus sebagai yang jauh lebih besar ketimbang dirinya. Bahkan ia mengatakan: “Membuka tali kasut-Nya pun aku tak layak…” Yohanes Pembaptis amat memahami bahwa tugasnya hanyalah sebagai pemersiap jalan bagi sang Kristus, karena Dialah yang utama, yang dinanti-nantikan.

Namun Dia yang ditunggu-tunggu itu bukanlah seorang pemimpin besar bak adiraja penuh wibawa dan kuasa, melainkan bagai seekor anak domba (Yoh. 1:29). Konotasi anak domba adalah jelas kurban. Anak domba Allah adalah kurban bagi Allah demi penyelamatan dunia. Tetapi sang Anak Domba Allah bukanlah kurban yang dipaksa untuk dikorbankan. Ia dengan sukarela menjadi kurban demi cinta-Nya kepada dunia dan manusia. Ia adalah seorang pemimpin yang senantiasa siap untuk berkorban.

“..lihatlah (behold/look) Anak Domba Allah…” ajak Yohanes Pembaptis. Melihat kepada-Nya, menyaksikan sendiri bagaimana Ia rela mengorbankan diri-Nya demi kita. Melihat kepada-Nya dan mengikut Dia. Mengikut Dia bukan sekadar karena janji kelimpahan, kesejahteraan, kemakmuran, kesembuhan, kekuasaan atau kemuliaan. Tetapi mengikut Dia dan meneladani sang Anak Domba Allah, mencontoh kepedulian dan kasih-Nya kepada dunia kita yang carut-marut ini, dan kepada mereka yang tersisih dan tertinggal di tepian kehidupan kita. Mengikut sang Anak Domba Allah berarti meneladani kesediaan-Nya untuk berkorban.
Kita?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
  • segenap hati
    Dengan Segenap Hati?
    Yohanes 12:20-33
    Saat saya studi, saya bertemu dengan seorang pemimpin aliran UU. “Jadi, siapa Tuhan Yesus menurut aliranmu?” “Yesus itu, Guru...
Kegiatan