Mengampuni = Memulihkan Diri

Mengampuni = Memulihkan Diri

1 Komentar 54 Views

Masa Lalu Yusuf yang sangat buruk karena mengalami kekerasan dari kakak-kakaknya, tentu saja menyakitkan. Herannya, Yusuf tidak lagi memperhitungkan itu sebagai pengalaman yang buruk. Ia bahkan mengatakan bahwa Allahlah yang yang menyuruh Yusuf ke Mesir, sekalipun ia datang ke Mesir karena kejahatan kakak-kakaknya. Mengapa Yusuf dapat tegar dan tangguh seperti itu?

Kuncinya adalah pada pengampunan. Yusuf telah berhasil mengampuni kakak-kakaknya yang telah menorehkan luka dalam dirinya, dengan kekuatan kasih dan pengampunan dari Tuhan. Pengalaman yang sangat radikal dalam diri seorang yang telah dilecehkan oleh orang-orang yang dikasihinya.

Masalah yang dialami pada waktu Yusuf muda atau kecil, bisa jadi mirip dengan pengalaman kita. Tanpa kita sadari orang-orang di sekitar kita melecehkan emosi kita dengan membuat kita merasa bahwa kita tidak berharga. Akibatnya, kita sangat sensitif jika ada seseorang yang tampaknya merendahkan harga diri kita.

Saudara, berita gembira bagi kita: Tuhan dapat memulihkan kita. Saat kita membuka hati kita dan mengatakan, “Ya Tuhan, saya membuka hati saya untuk mengampuni dan dipulihkan!” Maka kasih Ilahi itu akan bekerja dengan penuh kuasa dalam diri kita.

Pertanyaannya:

  1. Apakah kita pernah mengalami perendahan harga diri selama hidup kita sejak kita lahir?
  2. Apakah kita bersedia dipulihkan oleh Tuhan dengan cara membuka diri agar kuasa pengampunan Kristus di kayu salib menyentuh hati kita?

 

Salam Pemulihan,
Riajos

1 Comment

  1. justin

    Saya juga mempunyai pengalaman yang pahit. dan selama saya menyimpan dendam, hidup saya tidak tenang. puji Tuhan setelah saya mengampuni orang tersebut saya merasakan hidup saya kembali bersemangat. Syukur kepada Tuhan atas kasihnya. Amen

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan