Meneladani Kristus Sang Raja

Meneladani Kristus Sang Raja

Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Matius 25:31-46

Belum ada komentar 212 Views

Peduli dan adil adalah karakter yang melekat pada Kristus Sang Raja, yang merupakan inkarnasi Allah sebagai manusia. Dalam Yehezkiel 34:16, Sang Gembala Agung mencari yang hilang, membalut yang luka dan melindungi yang kuat dan gemuk. Tetapi ketika domba yang gemuk mulai menjajah domba yang kurus (Yeh. 34:20-21), maka Allah tampil menjadi hakim antara domba yang gemuk dan yang kurus.

Begitu juga dalam Matius, ketika Kristus Sang Raja datang kembali, maka Ia menjadi hakim yang adil antara ‘kambing’ dengan ‘domba’. Pusat perhatian Sang Raja terfokus pada kepedulian yang sudah dilakukan umat-Nya pada sesama. Sebab itulah kepedulian mereka juga kepada-Nya.

Ketika sebagai umat kita ingin meneladan pada Kristus Sang Raja, maka ‘kepedulian’ pada sesama yang lemah, serta ‘keadilan’ (pembelaan) pada yang lemah harus menjadi fokus perhatian kita. Bukan sekadar ‘membuka pintu’ untuk yang lemah, tetapi memperjuangkan keadilan bagi yang lemah.

Tentu ada banyak aplikasi perjuangan dan pembelaan tersebut melalui hidup dan pelayanan kita. Mari kita bersama memikirkannya dan melakukannya.

rdj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan