Menanti : Taat dan Setia

2 Sam. 7:1-11, 16; Luk. 1:46-55; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38

Belum ada komentar 134 Views

Adven IV

Apa yang terjadi di depan kita adalah suatu misteri, setiap hari kita dihadapkan pada hal-hal yang tak terduga. Ketika sikap kita terbuka untuk menjumpainya, kita tidak perlu khawatir untuk mengalami kejutan-kejutan itu, baik yang datang sebagai yang menggembirakan maupun sebagai yang menyedihkan. Menerima hal-hal yang tak terduga itu bahkan akan membuka dan menyediakan suatu ruangan baru dalam batin kita. Seperti yang di alami oleh Maria, suatu kejutan yang tak pernah di duga bahwa ia terpilih sebagai mitra Allah yang akan melahirkan sang Juru Selamat dunia. Maria tunduk dan tidak protes,  ia tunduk karena ia menyadari dirinya sebagai hamba yang taat dan setia menerima apa yang diinginkan oleh yang empunya kehidupan ini.

Dalam penantian akan janji Allah itu, Maria membuka diri dan menyediakan ruang dalam batinnya, ia bergumul namun sekaligus menikmati saat-saat bersama dengan Tuhan.

Banyak hal dalam hidup yang tidak dapat kita pastikan, meskipun demikian, kita dapat memilih sikap dalam menghadapi atau menerima hal-hal itu. Justru pilihan-pilihan inilah yang menentukan apakah kita menghayati hidup kita dengan mulia atau tidak.

Maria memang berperan penting, namun dalam menentukan pilihannya, ia tetap menyadari dirinya sebagai hamba yang melakukan kehendak Bapa. Belajar dari sikap Maria, mari kita merenungkan kembali, sehebat apapun Allah telah memakai kita untuk pekerjaan-Nya, kita hanyalah sekedar hamba yang sedang melakukan apa yang Tuhan mau. Kita memang punya peran, tetapi peran kita tidak boleh membuat kita merasa menjadi pahlawan dalam pekerjaan Tuhan… Allah hanya bermurah hati mau memakai kita.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan