Menanti: Merayakan Anugerah Allah

Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:2-3, 9-14; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8

1 Komentar 239 Views

Adven II

Sikap pesimis dan kehilangan pengharapan umat Israel dapat dimengerti, kala memahami tekanan hidup yang begitu berat serta waktu yang cukup lama dalam masa pembuangan. Apa rencana Tuhan dibalik seluruh peristiwa ini? Masihkah umat dapat melihat bahwa justru melalui peristiwa ini, Allah akan memurnikan hidup mereka. Sikap hidup yang bimbang ini terjadi karena situasi kehidupan yang mereka alami telah membuat mereka kehilangan iman, kurang sabar, akhirnya jatuh dalam lembah keputus-asaan. Karena itu, hati yang seperti “lembah” inilah yang harus diratakan, supaya dapat melihat kemuliaan dan keselamatan yang dari Tuhan. Seruan seperti ini jugalah yang disampaikan oleh Yohanes pembaptis, ketika ia diberi tugas mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Mengapa? Karena situasi yang juga kurang lebih sama ketika Kristus datang dalam dunia ini. Banyak orang yang berputus asa menjalani hidup dalam himpitan penderitaan, penjajahan Romawi, pemimpin politik yang korup, pemimpin agama yang munafik dan konformis, telah membawa hati umat menjadi pesimis dan hilang harapan. Selama hati seseorang dikuasai oleh keputusasaan, ia tidak akan pernah melihat dan menyambut keselamatan yang dari Tuhan.

Kala kita memasuki masa Adven dengan kebimbangan, maka dengarkanlah seruan Yesaya yang mengingatkan bahwa hidup manusia terbatas, hanya seperti bunga rumput sebab itu jangan sia-siakan anugerah keselamatan yang Tuhan sudah berikan (ay 6-8). Di sisi yang lain, bagi kita yang telah menerima pengampunan dan sekaligus pemulihan, maka beritakanlah kabar baik!, yaitu keselamatan yang datang dari Tuhan Yesus Kristus kepada dunia ini!

TT

1 Comment

  1. Pdt.Anang Sugeng

    Kebesaran TUHAN yang kita punya adalah luar biasa,TUHAN sanggup memberikan penghiburan,ketenangan,bahkan kemuliaanNYA diberikan kepada kita saat kita dalam kebimbangan.Tetap semangat.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan