Memilih Kehidupan

Ulangan 30:19

Belum ada komentar 159 Views

Tidaklah mudah untuk hidup dengan setia di dunia yang penuh dengan sifat mendua. Batas antara cinta dan benci, kebaikan dan kejahatan, keindahan dan rupa buruk, sikap kepahlawanan dan pengecut, tidak terlalu jelas dan sulit untuk dilihat. Meskipun sulit, kita harus belajar menentukan pilihan-pilihan yang bijaksana.

“Memilih kehidupan”, itulah panggilan Allah bagi kita. Dalam hidup ini, kita diharuskan untuk memilih. Kehidupan dan kematian selalu membayangi kita baik itu dalam imajinasi, pikiran, kata-kata, sikap, dan tindakan kita, bahkan ketika kita diam saja.

Di balik tindakan yang menyatakan pilihan kita atas kehidupan, masih saja dapat tersimpan pikiran dan perasaan yang cenderung kepada kematian. Pertanyaan yang paling penting bukanlah, “Apakah saya membunuh ?” tetapi “Apakah saya membawa berkat atau kutuk ?” Sebab, tindakan membunuh hanyalah keputusan terakhir yang diawali dari rasa benci, dendam dan iri hati.

Kalau kita secara kritis meneliti pikiran dan perasaan yang memenuhi batin kita, mungkin kita akan merasa ngeri. Ternyata begitu sering kita memillih kematian bukan kehidupan, memilih kutuk, bukan berkat. Iri hati, marah, dendam, nafsu, serakah, benci dan perasaan-perasaan sejenis itu ternyata menyelimuti kehidupan batin kita. Sering kali kita membiarkan semua perasaan itu tinggal dalam hati kita dan merusak pribadi kita.

Tetapi, Allah menghendaki kita untuk memilih kehidupan dan berkat. Untuk itu hal penting yang perlu dilakukan adalah sungguh-sungguh berusaha agar kekuatan hidup menguasai pikiran dan perasaan kita, dan sekaligus mewaspadai kekuatan maut yang menyusup dan berusaha memengaruhi batin kita. Tindakan seperti ini tidak selalu dapat dikerjakan sendiri. Kita perlu orang lain untuk mendampingi agar kita memilih kehidupan dan bukan kematian.

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
  • segenap hati
    Dengan Segenap Hati?
    Yohanes 12:20-33
    Saat saya studi, saya bertemu dengan seorang pemimpin aliran UU. “Jadi, siapa Tuhan Yesus menurut aliranmu?” “Yesus itu, Guru...
Kegiatan