Memikul Kuk dan Belajar dari Dia

Memikul Kuk dan Belajar dari Dia

Kej. 24:34-38, 42-49, 58-67; Mzm. 45:11-18; Rom. 7:15-25; Mat. 11:16-19, 25-30

Belum ada komentar 16 Views

Setiap orang memiliki pengetahuan akan perbuatan yang baik dan perbuatan yang tidak baik. Tetapi pengetahuan itu tidak serta merta membawa seseorang melakukan apa yang baik dan benar. Dalam tantangan zaman saat ini melakukan apa yang baik dan benar adalah perjuangan yang tidak mudah. Kesulitan dan hambatan menjadi bagian dari perjuangan. Sering kali perjuangan itu terasa begitu melelahkan bahkan bisa sampai kepada titik putus asa dan apatis. Apakah masih mungkin yang baik terjadi saat ini?

Beban terasa menekan begitu kuat, kekuatan begitu terbatas untuk bertahan dan meneruskan perjuangan. Dalam situasi yang demikian, Yesus menyambut kita, marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Kelegaan yang membuat kita tetap bertekun bersama Dia untuk melakukan apa yang benar dalam kehidupan ini. Tugas dan tanggungjawab tidak terlepas dari kita tetapi Dia memberikan kekuatan baru untuk memikulnya.

Mari kita mantapkan langkah untuk terus dipakai-Nya agar kebenaran Allah dapat disambut dengan penuh sukacita dan kehidupan damai sejahtera menjadi kenyataan yang dinikmati bersama. Betapa pun apatisnya dunia ini menolak yang benar, betapa pun banyak orang selalu melihat yang kurang dari setiap bentuk karya pelayanan kita, jangan berhenti berkarya. Jangan berhenti memperjuangkan kasih dan kebenaran. Pengharapan dan kekuatan selalu menjadi api yang membakar semangat perjuangan dan jerih payah kita. Di sanalah gereja hadir untuk memperjuangkan kehendak Bapa di muka bumi ini, supaya ketika seruling ditiup dunia ini menari dan ketika kidung duka dinyanyikan, dunia ini berkabung.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan