Life Group

Belum ada komentar 37 Views

1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

(Mazmur 1:1-3)

Memasuki usianya yang menjelang 34 tahun, Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah (GKIPI) terus berupaya membangun dirinya dan berkarya bagi Kerajaan Allah. Dengan visi hidup, terbuka, partisipatif, peduli (htpp), GKIPI menyambut tugas dan perannya di dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Sejak tahun 2010, ketika pertama kali visi tersebut dicanangkan, berbagai macam upaya dan gerakan difokuskan untuk memastikan pencapaian visi tersebut oleh segenap jajaran jemaat GKIPI.

Semuanya itu sekarang bermuara pada satu konsep “Community Centre” (CC) di mana salah satu elemennya adalah bangunan CC di sebelah gereja, yang sebentar lagi akan selesai tahap pembangunannya dan akan dimulai tahap pemanfaatannya. CC bukanlah gedungnya, demikian paradigma yang senantiasa didengungkan di GKIPI, melainkan merupakan gaya hidup seluruh jemaat GKIPI di dalam ibadah keseharian masing-masing. Pertanyaannya, bagaimana setiap anggota jemaat bisa menjadi pengikut Kristus yang relevan dan bermakna tidak saja bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi lingkungan di sekitarnya? Bagaimana kita dapat berkontribusi untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini, melalui setiap hal yang kita lakukan setiap hari, baik secara rutin maupun berkala, baik sebagai pribadi maupun sebagai gereja?

Tantangan terbesar adalah bagaimana membuat konsep yang sangat baik itu “membumi” di dalam kehidupan setiap anggota jemaat GKIPI. Apa arti konsep itu bagi setiap pribadi dan bagaimana masing-masing dapat mengejawantahkan konsep tersebut dalam keseharian kita? Bagaimana gedung CC yang sudah dibangun itu dapat menjadi sarana yang efektif di dalam menerapkan konsep tersebut secara praktis bagi lingkungan di sekitarnya secara khusus, dan bagi masyarakat Indonesia secara umum?

Suka atau tidak suka, dinamika kehidupan masyarakat senantiasa berubah. Demikian juga kehidupan kita di Jakarta secara cepat terus berubah. Kemajuan teknologi, perubahan gaya hidup, tuntutan ekonomi dan sosial, semua berperan di dalam mengubah perilaku dan rutinitas kita setiap harinya.

Menyeimbangkan atau mengintegrasikan semua tuntutan untuk memenuhi perubahan tersebut dengan tugas dan tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus, yang telah disebutkan di atas, merupakan hal yang tidak mudah serta membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Setelah seharian penuh bergumul untuk memenuhi tuntutan ekonomi dan sosial, sementara masih juga harus memikirkan juga tentang htpp, bukanlah hal yang mau dilakukan oleh kebanyakan orang. Sebagian besar sudah berhenti memikirkannya, alih-alih menerapkannya; sementara sebagian kecil yang masih mau berusaha melakukannya harus bersusah payah membangun motivasi dan energi dari dalam dirinya. Dari mana kita bisa mendapatkan waktu dan energi yang dibutuhkan itu?

Yohanes 15: 4 menuliskan – Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Melalui ayat ini, Tuhan Yesus mengatakan bahwa sumber abadi yang akan memberi kita kemampuan untuk berkarya sesuai dengan keinginan-Nya, adalah diri-Nya sendiri.

Di sinilah Life Group berusaha membantu dengan berperan sebagai sarana bagi para anggotanya untuk saling mendukung. LG merupakan kegiatan dalam kelompok kecil (sekitar 6-7 orang) yang dipimpin oleh seorang leader. Kelompok ini bersama-sama merenungkan dan merefleksikan Firman Tuhan di dalam kehidupan mereka sehari-hari, dan saling mendukung pergumulan masing-masing di dalam doa dan persekutuan. Dengan demikian, diharapkan setiap anggota jemaat yang terlibat dapat memperoleh penyegaran dan kekuatan untuk menjalani kehidupannya setiap hari secara seimbang.

Kegiatan seperti ini sebenarnya telah dimulai di GKIPI lebih dari 15 tahun yang lalu dengan sekitar 4-5 remaja perempuan yang dipimpin oleh seorang pendeta perempuan. Kegiatan ini berlanjut ketika para remaja tersebut memasuki usia kategori Komisi Pemuda dan berkembang dengan bergabungnya beberapa anggota jemaat pemuda pria. Jatuh bangun kelompok ini berjalan dan seolah-olah tidak berkembang lagi, sampai pada sekitar tahun 2011 kegiatan ini masuk dalam kegiatan resmi Komisi Pemuda, dan mulai disebut secara resmi sebagai LG. Saat ini, LG sudah berkembang memasuki rentang usia dewasa muda, pemuda dan remaja.

Struktur Life Group diawali dengan sekelompok pembimbing yang dipimpin oleh seorang pendeta. Kelompok ini membimbing 20 orang leader (10 pria dan 10 perempuan), yang masing-masing memiliki sekitar 4-5 orang anggota. Pertemuan LG dilakukan setiap 2 minggu sekali yang didahului dengan persiapan leader yang dipimpin oleh kelompok pembimbing tersebut. Khusus untuk remaja dilakukan sebulan sekali, karena pada setiap minggu keempat ibadah remaja, sudah dilakukan “mini” LG yang disebut Share Group (SG), dengan memakai bahan yang sama dan sudah dipersingkat.

Sebelum setiap pertemuan, bahan bacaan dan pertanyaan untuk merefleksikannya dibagikan kepada setiap anggota. Diharapkan bahan dan pertanyaan tersebut sudah dibaca dan direnungkan sebelum pertemuan berlangsung. Di dalam pertemuan, bahan tersebut dibahas bersama dengan memakai pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan sebagai acuan. Bahan yang sampai saat ini dipakai, didasarkan pada perikop dalam Alkitab dan pembahasannya, yang dimulai pada tahun 2016 dengan membahas kitab Kejadian, dilanjutkan dengan Keluaran, dst. Saat ini LG sedang membahas kitab Yosua.

Selain kelompok remaja, pemuda dan dewasa muda, saat ini juga sedang dirintis LG untuk anggota jemaat perempuan dewasa dan kelompok khusus untuk Guru Sekolah Minggu. Di samping itu, tentunya juga kelompok LG yang dibuka khusus untuk pasangan muda dengan usia pernikahan di bawah sepuluh tahun (Early Marriage) yang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir ini. Kelompok ini lebih fokus pada pertumbuhan pernikahan mereka melalui pembelajaran Firman Tuhan dan persekutuan bersama.

Melalui Life Group, diharapkan setiap anggota jemaat yang terlibat dapat belajar melihat kehidupannya di dalam konteks karya Allah yang luar biasa, di mana ia dapat ikut serta berperan di dalam karya tersebut, dan bagaimana ia dapat memprioritaskan setiap elemen dalam kehidupannya seturut dengan kepentingan karya Allah tersebut.

Membaca, merenungkan, merefleksikan dan mengaplikasikan Firman Tuhan dalam kehidupan kita merupakan cara paling efektif, yang bisa melandasi kegiatan kita setiap hari agar seturut dengan kehendak Allah dan mewujudkan htpp.

Beberapa pendapat dari anggota/leader LG:

LG sudah menjadi sebuah rutinitas yang menyenangkan. Selain punya grup kecil tempat berbagi, saya pun makin peka terhadap campur tangan Tuhan dalam hidup saya, dan makin bersyukur dalam setiap hal.

Sarana bertumbuh secara spiritual, karena pertumbuhan terjadi melalui dialog sesama umat, bukan hanya melalui khotbah satu arah.

Tempat belajar firman Tuhan dan bertumbuh secara spiritual bersama-sama, belajar mengemukakan pendapat dan berempati untuk menjadi terang Kristus.

Tempat berbagi pengalaman rohani dan belajar melihat dari cara pandang dan pengalaman iman yang berbeda.

Persekutuan yang membantu saya mengenal Tuhan, mengetahui janji dan perintah-Nya, belajar firman Tuhan dan berbagi pengalaman dengan sesama. Inilah kegiatan yang paling saya nantikan di GKI PI.

Suatu wadah bersekutu di mana sesama anggota di dalam grup bisa saling menguatkan dan mengingatkan kehendak Tuhan dalam hidup kami, dan sebagai tempat belajar untuk lebih mendalami firman Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tempat untuk belajar mengenal Tuhan lebih dalam, baik melalui firman Tuhan maupun melalui pengalaman hidup sesama anggota LG. Melalui LG kami bisa saling menguatkan dan berbagi kebaikan Tuhan.

Tempat untuk berbagi, saling menguatkan dan mengingatkan. LG membuat saya makin mengenal Tuhan dan makin bertumbuh.

Suatu perkumpulan yang dapat membuka pandangan saya terhadap pergumulan dan penyelesaian masalah melalui orang lain. LG memberi saya motivasi karena kami saling berbagi pengalaman, dan membantu saya untuk terus menumbuhkan iman saya bersama teman-teman, meskipun berbeda umur dan latar belakang.

Kami mengundang Saudara untuk mengikuti kegiatan Lifegroup ini dengan menghubungi kantor gereja.

>> Chandra Suria

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
  • Museum LAI
    Wisata Alkitab ke Museum LAI
    Cuaca pada hari Sabtu, 27 Januari yang lalu sangat cerah. Adik-adik Mateto berkumpul di Gereja untuk berwisata ke Museum...
  • run
    RUN WITH DEMUD TRAIL
    Look deep into nature, and then you will understand everything better. – Albert Einstein Itulah salah satu motivasi kami...
  • 4do
    4DO 2017
    4DO (4 Days Out), yang biasa disebut sebagai Retret Remaja, merupakan salah satu program terfavorit Komisi Remaja GKI yang...
Kegiatan