Kuasa ROH KUDUS Membebaskan

Kuasa ROH KUDUS Membebaskan

Belum ada komentar 188 Views

Setiap minggu Visi Gereja kita tertulis jelas dalam warta jemaat, yaitu sebuah jemaat yang hidup, terbuka, partisipatif dan peduli. Kalau boleh saya simpulkan dengan bahasa yang lain: sebuah jemaat yang dipenuhi ROH KUDUS. Mengapa saya berani menyimpulkan demikian ?

Perikop kita dalam Injil Lukas 4:16-21 memberi informasi tersirat bahwa jemaat yang hidup, terbuka, partisipatif dan peduli adalah Jemaat yang dipenuhi dan diurapi Roh Kudus. Atau tanpa kuasa Roh Kudus, visi kita akan menjadi slogan saja. Oleh karena itu melalui injil Lukas kita belajar, Gaya kerja Roh Kudus dalam pelayanan (Khususnya dalam pelayanan Yesus di dunia).

Tidak seperti yang dipahami sementara orang bahwa karya Roh Kudus sebatas doa, pujian, karunia-karunia khusus pada pribadi/persekutuan, atau karya Roh mengangkat orang percaya dari dunia real ke dunia spiritual. Sebaliknya Roh Kudus bekerja ditengah–tengah kenyataan hidup manusia, membebaskan orang yang ditawan, yang tertindas, menderita untuk menikmati kemerdekaan hidup didalam Yesus. Dan Karakter hidup seorang yang dipimpin oleh ROH KUDUS adalah terbuka, partisipatif dan peduli pada dunia dan masyarakat, kemudian secara bertanggung jawab mengaplikasikan firman pada dunia dan masyarakat sekitarnya.

Hal menarik lain ditunjukkan Lukas mengenai Gaya Roh Kudus yang ada dalam Yesus, adalah Yesus tidak memisahkan diri dari Gereja dan dunia, seperti yang disebutkan Lukas dalam (ayat 16, kebiasaan-Nya pada hari sabat masuk ke dalam rumah ibadat). Sebagai bukti bahwa Yesus sangat peduli dengan Gereja. Dan keterlibatan Yesus dalam aktivitas sosial sebagai bukti kepedulian terhadap dunia.

Dalam minggu ini, Kita juga dipanggil untuk melayani seperti Yesus dengan menghidupkan visi kita.

 

LS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
Kegiatan