Konfirmasi Janji Tuhan

Konfirmasi Janji Tuhan

Kejadian 28:10-19; Mzm. 139:1-12, 23-24; Roma 8:12-25; Matius 13:24-30, 36-43

Belum ada komentar 25 Views

Peristiwa perebutan hak kesulungan membuat Yakub harus segera keluar dari rumah ayahnya. Ia harus segera melarikan dan menyembunyikan diri dari kemarahan kakaknya. Rasa bersalah menekan dirinya begitu kuat dan ketidakjelasan arah hidupnya selanjutnya setelah menerima berkat kesulungan dari hasil manipulasi dan kebohongan. Ini sebuah perjalanan baru bagi Yakub untuk dibentuk Allah untuk menerima janji Allah. Situasi tidak serta merta menguntungkan dirinya, hidupnya tidak serta merta berada dalam kemudahan. Dalam pelarian, dalam ketakutan dan kegentaran tentulah rasa sendirian begitu menguasai dirinya. Ia tidak lagi bisa berlindung kepada ibunya, Ribkha atau ayahnya Ishak, apalagi mengharapkan kemurahan hati kakaknya, Esau. Tapi betulkah Yakub sendirian melewati semua masa-masa berat hidupnya?

Pada situasi itulah Yakub mengalami perjumpaan dengan Allah yang memberikan konfirmasi tentang janji berkat yang telah ia terima. Allah meneguhkan pernyertaan dan perlindungannya kepada Yakub tetapi Yakub memang harus melewati banyak peristiwa yang dipakai Allah untuk membentuk dirinya sampai saatnya nanti ia akan menerima pemenuhan janji berkat itu.

Allah memberkati kita karena Allah adalah kasih, yang memberikan diri-Nya menjadi sumber berkat bagi yang berlindung dan mengandalkan-Nya. Berkat bukan semata-mata sebuah kemudahan dan kenikmatan hidup tetapi adalah sebuah berkat ketika diproses dan dibentuk Tuhan melewati segala pergumulan. Adalah sebuah berkat ketika kita menyadari bahwa kita tidak pernah sendirian. Kasih Allah setia mengiringi, menegur dan menghibur sehingga kita terus belajar dari ketulusan cinta dan kebenaran karya-Nya. Demikianlah Allah menunjukkan diri-Nya, di satu sisi Ia memegang teguh janji dalam kasih setia-Nya dan di sisi yang lain Ia membentuk setiap orang dalam kasih menjadi pribadi yang tangguh, bertindak benar untuk kemuliaan nama-Nya.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan