Komunitas: Persekutuan orang-orang Lemah

Komunitas: Persekutuan orang-orang Lemah

Yohanes 15: 12-17

Belum ada komentar 15 Views

Mencintai atau mengasihi adalah kata yang gampang diucapkan, namun sangat berat untuk diwujudkan. Kisah-kisah tentang cinta dituliskan bahkan dinyanyikan dengan sepenuh hati. Dalam kenyataan hidup, orang yang saling mencintai tidak dapat bertahan lama dalam hubungan cinta mereka. Tidak sedikit hubungan dalam keluarga yang hancur dan pecah, banyak persahabatan yang tidak bertahan lama. Komunitas-komunitas, bahkan di gereja sekalipun tidak pernah bebas dari krisis-krisis hubungan antara anggota.

Pertanyaannya, mungkinkah dalam masyarakat kita yang amat kompetitif ini masih ada kerinduan untuk bersahabat, untuk bersatu menjalin kasih persaudaraan ? Dengan jujur harus diakui bahwa sebagian besar penderitaan kita tidak hanya disebabkan oleh keadaan hidup kita yang susah, tetapi oleh perasaan kesendirian kita di tengah-tengah kesusahan itu. Oleh karena itu lah, melalui program-program dalam Community Center, GKI Pondok Indah mengajak kita keluar dari kesendirian dan kesepian kita, membangun relasi yang dapat memberikan rasa aman, memberikan kesadaran bahwa kita termasuk jemaat yang mempunyai niat baik untuk saling mengasihi.

Namun, harus diakui persekutuan kita adalah persekutuan orang-orang lemah, dimana setiap kali mencoba untuk membangun relasi yang akrab, segera kita merasa dan melihat hubungan yang ternyata amat kompleks. Kebutuhan kita akan relasi yang akrab dengan cepat akan berubah menjadi tuntutan. Selanjutnya, kalau kita mulai menuntut cinta dari orang lain, cinta akan berubah menjadi kekerasan: elusan menjadi pukulan, pandangan mesra menjadi pandangan penuh curiga, hubungan kasih menjadi pemaksaan.

Apapun yang terjadi, marilah selalu kita ingat bahwa Allah telah memberikan diri kita satu kepada yang lain. Untuk membangun komunitas yang dilandaskan pada sikap saling mengasihi, yang bukan hanya sekedar himbauan tetapi perintah.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan